Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cabai dan Telur Probolinggo Naik, Pemkab Ambil Langkah

by dimas
Februari 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, dapur warga Kabupaten Probolinggo terasa panas, bukan hanya dari cabai, tapi juga dari kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Di Pasar Semampir, cabai rawit merah meroket dari Rp 65.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram. Telur ayam melonjak ke Rp 30.000 per kilogram, sementara daging ayam ras kini dipatok Rp 45.000 per kilogram.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, mengakui tren kenaikan cukup signifikan.

“Cabai, telur, dan daging ayam naik cukup tinggi, sementara harga beras dan daging sapi masih stabil,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Pemkab Turun Lapangan

Mengantisipasi gejolak harga, Pemkab Probolinggo menurunkan tim gabungan untuk melakukan monitoring mendadak (sidak) di sejumlah titik strategis Kecamatan Kraksaan. Tim yang melibatkan Polres Probolinggo dan BPS memeriksa pasokan dan pergerakan harga Bapokting, sekaligus mengecek sektor energi dan ritel modern.

Di SPBU Kebonagung, petugas melakukan uji tera ulang untuk memastikan dispenser BBM sesuai standar teknis. Di Alfamart setempat, tim memeriksa rak-rak penjualan untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau barang berbahaya. Semua langkah ini ditempuh agar warga tetap aman dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Kenaikan harga berdampak paling nyata pada kelompok kurang mampu. Mereka harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk kebutuhan dapur sehari-hari, sementara daya beli tetap terbatas.

“Tujuannya agar masyarakat tenang. Kami memberi sinyal bahwa pemerintah hadir memantau pasokan,” tegas Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mehdinsareza Wiriarsa.

Sebagai langkah konkret, Pemkab segera menggelar Pasar Murah Bersubsidi. Program ini memberi bantalan ekonomi bagi warga yang kesulitan, memungkinkan mereka membeli bahan pokok dengan harga di bawah pasar selama bulan Ramadhan.

Tantangan Stabilitas Harga

Pergerakan harga yang cepat menunjukkan kerentanan pasar terhadap fluktuasi komoditas pokok. Oknum nakal berpotensi menimbun barang dan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk keuntungan pribadi. Pemerintah menekankan pengawasan ketat untuk mencegah praktik tersebut.

Bagi warga, sidak tim gabungan bukan sekadar formalitas. Ia menjadi pengingat bahwa stabilitas pangan di pedalaman tetap bergantung pada pengawasan aktif, respons cepat aparat, dan kesadaran pedagang. Ketika harga melonjak, masyarakat bukan hanya merasa terbebani, tetapi juga menatap Ramadhan dengan kecemasan yang tak terlihat. @dimas

Tags: cabaiEkonomi IndonesiaHargamasyarakatMurahPanganPasarPemkabRamadhanSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
Dalam Urusan Nyawa Tak Ada Kata Ditolak, Menkes Warning Keras RS Soal BPJS PBI

Dalam Urusan Nyawa Tak Ada Kata Ditolak, Menkes Warning Keras RS Soal BPJS PBI

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id