Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cabai dan Telur Probolinggo Naik, Pemkab Ambil Langkah

by dimas
Februari 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, dapur warga Kabupaten Probolinggo terasa panas, bukan hanya dari cabai, tapi juga dari kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Di Pasar Semampir, cabai rawit merah meroket dari Rp 65.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram. Telur ayam melonjak ke Rp 30.000 per kilogram, sementara daging ayam ras kini dipatok Rp 45.000 per kilogram.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, mengakui tren kenaikan cukup signifikan.

“Cabai, telur, dan daging ayam naik cukup tinggi, sementara harga beras dan daging sapi masih stabil,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Pemkab Turun Lapangan

Mengantisipasi gejolak harga, Pemkab Probolinggo menurunkan tim gabungan untuk melakukan monitoring mendadak (sidak) di sejumlah titik strategis Kecamatan Kraksaan. Tim yang melibatkan Polres Probolinggo dan BPS memeriksa pasokan dan pergerakan harga Bapokting, sekaligus mengecek sektor energi dan ritel modern.

Di SPBU Kebonagung, petugas melakukan uji tera ulang untuk memastikan dispenser BBM sesuai standar teknis. Di Alfamart setempat, tim memeriksa rak-rak penjualan untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau barang berbahaya. Semua langkah ini ditempuh agar warga tetap aman dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Kenaikan harga berdampak paling nyata pada kelompok kurang mampu. Mereka harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk kebutuhan dapur sehari-hari, sementara daya beli tetap terbatas.

“Tujuannya agar masyarakat tenang. Kami memberi sinyal bahwa pemerintah hadir memantau pasokan,” tegas Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mehdinsareza Wiriarsa.

Sebagai langkah konkret, Pemkab segera menggelar Pasar Murah Bersubsidi. Program ini memberi bantalan ekonomi bagi warga yang kesulitan, memungkinkan mereka membeli bahan pokok dengan harga di bawah pasar selama bulan Ramadhan.

Tantangan Stabilitas Harga

Pergerakan harga yang cepat menunjukkan kerentanan pasar terhadap fluktuasi komoditas pokok. Oknum nakal berpotensi menimbun barang dan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk keuntungan pribadi. Pemerintah menekankan pengawasan ketat untuk mencegah praktik tersebut.

Bagi warga, sidak tim gabungan bukan sekadar formalitas. Ia menjadi pengingat bahwa stabilitas pangan di pedalaman tetap bergantung pada pengawasan aktif, respons cepat aparat, dan kesadaran pedagang. Ketika harga melonjak, masyarakat bukan hanya merasa terbebani, tetapi juga menatap Ramadhan dengan kecemasan yang tak terlihat. @dimas

Tags: cabaiEkonomi IndonesiaHargamasyarakatMurahPanganPasarPemkabRamadhanSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Dalam Urusan Nyawa Tak Ada Kata Ditolak, Menkes Warning Keras RS Soal BPJS PBI

Dalam Urusan Nyawa Tak Ada Kata Ditolak, Menkes Warning Keras RS Soal BPJS PBI

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id