• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Yusril: Pilkada via DPRD Lebih Mudah Diawasi, Pilkada Langsung Berbiaya Tinggi

Januari 9, 2026
in Nasional, News
A A
Konsep Otomatis

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).(Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kembali memantik perdebatan lama soal demokrasi lokal. Ia menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD lebih mudah diawasi daripada pilkada langsung yang melibatkan jutaan pemilih.

“Lebih mudah mengawasi anggota DPRD yang jumlahnya terbatas, dibandingkan mengawasi jutaan pemilih dalam pilkada langsung,” kata Yusril, Jumat (9/1/2026).

Pernyataan ini datang di tengah sorotan publik terhadap mahalnya ongkos politik dan maraknya praktik politik uang dalam pilkada langsung.

Biaya Tinggi, Godaan Korupsi Mengintai

Menurut Yusril, pilkada langsung menyimpan lebih banyak mudarat daripada manfaat. Salah satu biang masalahnya adalah biaya politik yang melambung tinggi, mulai dari logistik kampanye hingga “biaya tak terlihat” di lapangan.

Biaya mahal itu, kata Yusril, sering kali mendorong kepala daerah terpilih untuk menyalahgunakan kekuasaan demi mengembalikan modal politik. Dampak kebijakan ini tidak hanya menggerus APBD, tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan publik yang pemerintah korbankan.

Singkatnya, rakyat memilih langsung, tapi rakyat pula yang menanggung akibatnya.

DPRD Diuntungkan, Rakyat Dikesampingkan?

Yusril menilai pemilihan melalui DPRD membuka peluang lebih besar bagi calon kepala daerah yang berkapasitas dan berintegritas. Menurutnya, sistem langsung kerap memberi karpet merah bagi kandidat bermodal besar atau sekadar populer, bukan yang benar-benar kompeten.

Dalam skema ini, partai politik dan elite DPRD memperoleh keuntungan karena mereka memegang kendali penuh atas proses pemilihan . Sebaliknya, kebijakan ini berpotensi mencabut hak rakyat untuk memilih secara langsung hak yang selama ini menjadi inti demokrasi pascareformasi.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Tak Hitam-Putih, Suara Rakyat Tetap Penentu

Meski mengkritik pilkada langsung, Yusril menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah tidak boleh menyikapi perdebatan ini secara hitam-putih. Ia menyebut, kondisi saat ini menuntut perbaikan sistem, bukan sekadar mengganti mekanisme.

Ia mendorong penataan pembiayaan politik, penguatan pengawasan politik uang, serta perbaikan kaderisasi calon kepala daerah oleh partai politik. Yusril juga mengakui adanya aspirasi dari sejumlah partai yang ingin mengembalikan pilkada ke DPRD.

Namun, ia menekankan satu hal: suara rakyat tetap harus menjadi rujukan utama.

“Suara rakyat yang menghendaki pemilihan tidak langsung atau tetap menghendaki pemilihan langsung, wajib disimak secara adil dan bijaksana,” ujarnya.

Catatan Akhir

Pilkada lewat DPRD memang menjanjikan efisiensi dan pengawasan yang lebih mudah. Tapi di sisi lain, demokrasi berisiko menyempit ke ruang-ruang elite. Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana: ingin pilkada murah dan terkendali, atau tetap mahal tapi memberi rakyat rasa memiliki? Demokrasi, tampaknya, selalu meminta harga tinggal siapa yang harus membayar paling mahal. (red)

Tags: biayadprdHAMimigrasilangsunglewat dprMenteri Koordinator Bidang HukumPemasyarakatanPilkadaTinggiYusrilYusril Ihza Mahendra
Next Post
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Ayah dan Dua Anak di Lombok Barat

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Ayah dan Dua Anak di Lombok Barat

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.