Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Ayah dan Dua Anak di Lombok Barat

by dimas
Januari 9, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang bapak di Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali terseret kasus narkoba tak sampai sebulan setelah keluar dari penjara. Polisi menangkap MN (44) bersama dua anak lelakinya, MFA (21) dan WS (25), karena diduga berperan sebagai kurir sabu di rumah keluarga tersebut.

Laporan Warga Picu Penggerebekan

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra menyebut tim Reserse Narkoba bergerak setelah menerima laporan warga. Masyarakat setempat merasa resah karena rumah MN kerap memunculkan aktivitas mencurigakan.

“Informasi masyarakat langsung kami tindak lanjuti,” ujar Bagus, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan tim menemukan indikasi kuat bahwa rumah itu menjadi lokasi transaksi sekaligus konsumsi narkoba.

Polisi Temukan Sabu di Dalam Rumah

Petugas mendatangi rumah MN dan mendapati ia bersama kedua anaknya tengah mengonsumsi sabu. Ketiganya sempat mengelak dan menyangkal keterlibatan dalam transaksi narkoba. Namun, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 2,22 gram di lokasi. Temuan itu langsung mematahkan bantahan mereka, sehingga petugas mengamankan ketiganya di tempat kejadian.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Kasus ini menambah daftar penindakan peredaran sabu di NTB. Polresta Mataram menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas narkotika, mulai dari alat konsumsi hingga perlengkapan pendukung transaksi. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan sabu.

Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri asal-usul sabu tersebut. Penyidik juga membidik kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan yang lebih luas. Bagus menegaskan jajarannya akan mengejar pemasok maupun pihak yang berada di atas para pelaku.

Anak Terlibat, Kekhawatiran Warga Meningkat

Keterlibatan anak dalam kasus ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya merusak keharmonisan keluarga, tetapi juga berpotensi menyeret generasi muda lebih jauh ke lingkaran narkoba. Lingkungan yang sebelumnya relatif tenang kini ikut terdampak secara sosial.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat peredaran narkoba, termasuk jika pelaku melibatkan anggota keluarga sendiri. MN dan kedua anaknya terancam dijerat pasal narkotika dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Siklus yang Terus Berulang

Kasus ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba di NTB belum berakhir. Penegakan hukum membutuhkan kerja konsisten aparat dan peran aktif masyarakat. Ketika seorang mantan narapidana kembali tertangkap dalam kasus serupa bahkan bersama anaknya pertanyaan mendasar pun muncul: apakah hukuman benar-benar memberi efek jera, atau justru hanya menjadi jeda singkat dalam siklus yang terus berulang? @dimas

Tags: KasusKejahatanKeluargaKriminal & HukumnarkobaNarkotikaNTBPolisi

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

48 Jam Sebelum MotoGP Mandalika, Booking Batal: Ketika Platform Lepas Tangan

48 Jam Sebelum MotoGP Mandalika, Booking Batal: Ketika Platform Lepas Tangan

by teguh
Oktober 7, 2026

Satu klik membuat kamar hotel terasa sudah berada di tangan. Konfirmasi muncul di layar, pembayaran tercatat, dan tanggal menginap tersimpan...

Booking Penginapan MotoGP Mandalika Batal 48 Jam: Hotel atau Marketplace?

Booking Penginapan MotoGP Mandalika Batal 48 Jam: Hotel atau Marketplace?

by teguh
Oktober 7, 2026

Jurnalis dan pengamat senior MotoGP Simon Patterson kehilangan kamar pesanannya di Lombok sekitar 48 jam sebelum tiba. Kasus itu mencuat...

Next Post
Viral Superflu Lebih Ganas dari COVID-19 Faktanya Cuma Flu Biasa

Viral Superflu Lebih Ganas dari COVID-19 Faktanya Cuma Flu Biasa

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id