Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Ayah dan Dua Anak di Lombok Barat

by dimas
Januari 9, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang bapak di Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali terseret kasus narkoba tak sampai sebulan setelah keluar dari penjara. Polisi menangkap MN (44) bersama dua anak lelakinya, MFA (21) dan WS (25), karena diduga berperan sebagai kurir sabu di rumah keluarga tersebut.

Laporan Warga Picu Penggerebekan

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra menyebut tim Reserse Narkoba bergerak setelah menerima laporan warga. Masyarakat setempat merasa resah karena rumah MN kerap memunculkan aktivitas mencurigakan.

“Informasi masyarakat langsung kami tindak lanjuti,” ujar Bagus, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan tim menemukan indikasi kuat bahwa rumah itu menjadi lokasi transaksi sekaligus konsumsi narkoba.

Polisi Temukan Sabu di Dalam Rumah

Petugas mendatangi rumah MN dan mendapati ia bersama kedua anaknya tengah mengonsumsi sabu. Ketiganya sempat mengelak dan menyangkal keterlibatan dalam transaksi narkoba. Namun, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 2,22 gram di lokasi. Temuan itu langsung mematahkan bantahan mereka, sehingga petugas mengamankan ketiganya di tempat kejadian.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kasus ini menambah daftar penindakan peredaran sabu di NTB. Polresta Mataram menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas narkotika, mulai dari alat konsumsi hingga perlengkapan pendukung transaksi. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan sabu.

Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri asal-usul sabu tersebut. Penyidik juga membidik kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan yang lebih luas. Bagus menegaskan jajarannya akan mengejar pemasok maupun pihak yang berada di atas para pelaku.

Anak Terlibat, Kekhawatiran Warga Meningkat

Keterlibatan anak dalam kasus ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya merusak keharmonisan keluarga, tetapi juga berpotensi menyeret generasi muda lebih jauh ke lingkaran narkoba. Lingkungan yang sebelumnya relatif tenang kini ikut terdampak secara sosial.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat peredaran narkoba, termasuk jika pelaku melibatkan anggota keluarga sendiri. MN dan kedua anaknya terancam dijerat pasal narkotika dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Siklus yang Terus Berulang

Kasus ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba di NTB belum berakhir. Penegakan hukum membutuhkan kerja konsisten aparat dan peran aktif masyarakat. Ketika seorang mantan narapidana kembali tertangkap dalam kasus serupa bahkan bersama anaknya pertanyaan mendasar pun muncul: apakah hukuman benar-benar memberi efek jera, atau justru hanya menjadi jeda singkat dalam siklus yang terus berulang? @dimas

Tags: KasusKejahatanKeluargaKriminal & HukumnarkobaNarkotikaNTBPolisi

Kamu Melewatkan Ini

Saat Minimarket Tutup, 150 Orang Kehilangan Tempat Bertahan Hidup

Saat Minimarket Tutup, 150 Orang Kehilangan Tempat Bertahan Hidup

by teguh
Mei 27, 2026

Di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, suasana siang itu terasa janggal. Tempat yang biasanya ramai urusan administrasi mendadak berubah seperti...

Kalau Kamu Jadi Bupati, Pilih Pasar Tradisional atau 150 Pekerja?

Kalau Kamu Jadi Bupati, Pilih Pasar Tradisional atau 150 Pekerja?

by teguh
Mei 23, 2026

Bayangkan kamu duduk di kursi bupati. Di satu sisi, ada aturan daerah yang jelas minimarket modern tak boleh terlalu dekat...

25 Minimarket Ditutup: Kenapa Pemerintah Baru Tegas Setelah Ritel Menjamur?

25 Minimarket Ditutup: Kenapa Pemerintah Baru Tegas Setelah Ritel Menjamur?

by teguh
Mei 22, 2026

Pemkab Lombok Tengah memilih langkah tegas. Pemerintah menghentikan operasional 25 Minimarket karena lokasi mereka melanggar aturan zonasi pasar rakyat. Tabooo.id...

Next Post
Viral Superflu Lebih Ganas dari COVID-19 Faktanya Cuma Flu Biasa

Viral Superflu Lebih Ganas dari COVID-19 Faktanya Cuma Flu Biasa

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id