Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wapres Gibran Sambangi Pasar Ikan Biak, Papua

by dimas
Januari 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Pasar Ikan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2026), meninggalkan kesan mendalam bagi para pedagang. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu bukan sekadar simbol kenegaraan, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.

Di tengah aktivitas pasar yang sederhana, Gibran menyapa pedagang satu per satu. Ia bahkan memborong dagangan ikan milik mama-mama Papua, sebuah gestur kecil yang langsung menyentuh sisi ekonomi warga.

Dagangan Diborong, Rasa Bangga Tak Tertahan

Flora Aibekob (54), pedagang ikan sako dan julung-julung di Pasar Fandoi, mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan wakil presiden. Ia tidak menyembunyikan rasa bangga ketika Gibran membeli seluruh dagangannya.

“Senang, bangga, gembira, semangat, karena kita pendukung dia,” ujar Flora dengan mata berbinar usai pertemuan singkat tersebut.

Bagi Flora, momen ini terasa istimewa karena menjadi pertemuan pertamanya dengan seorang wakil presiden. Meski pertemuan berlangsung singkat, ia tetap bersyukur bisa berjabat tangan langsung dengan Gibran.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

“Jabat tangan, tangannya lembut sekali,” tambahnya.

Aspirasi yang Tak Sempat Terucap

Keterbatasan waktu membuat Flora dan pedagang lainnya tidak sempat menyampaikan aspirasi secara langsung. Gibran melanjutkan agenda kunjungan dengan cepat, meninggalkan pasar dalam suasana riuh dan harap.

Meski demikian, Flora menyimpan harapan besar kepada pemerintah. Ia berharap pembangunan di Papua terus berlanjut dan tidak berhenti pada kunjungan simbolik semata.

Ia secara khusus menyoroti persoalan pengangguran yang masih membayangi anak-anak muda Papua. Menurutnya, banyak lulusan perguruan tinggi yang kembali ke rumah tanpa pekerjaan.

“Harus Papua dibangun. Supaya kitong pu anak-anak tidak cuma pegang ijazah,” jelasnya.

Sebagai ibu empat anak, Flora merasakan langsung dampak persoalan tersebut. Tiga dari anaknya telah menyelesaikan pendidikan tinggi, namun belum mendapatkan pekerjaan tetap. Hanya satu anak yang baru saja bekerja.

Pasar dan Harga Ikan Jadi Taruhan Hidup

Selain soal lapangan kerja, Flora juga berharap Pasar Fandoi bisa semakin ramai dan stabil secara ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pada tahun lalu harga ikan sempat anjlok drastis, membuat pedagang kecil kesulitan bertahan.

Menurutnya, masuknya ikan dari kapal-kapal besar ke pasar lokal membuat harga ikan nelayan kecil jatuh bebas. Saat itu, ikan sako dan julung-julung nyaris tak bernilai.

“Harganya jatuh sekali. Dua puluh ribu rupiah dapat 20 ekor,” pungkasnya.

Belakangan ini, kondisi mulai membaik. Harga ikan perlahan kembali normal, meski belum sepenuhnya stabil. Bagi pedagang kecil seperti Flora, fluktuasi harga ikan bukan sekadar angka, melainkan soal makan hari ini dan besok.

Kunjungan Gibran ke Pasar Fandoi memang hanya berlangsung singkat. Namun, di balik jabat tangan dan ikan yang diborong, tersimpan harapan besar warga Papua: pembangunan yang nyata, pekerjaan yang tersedia, dan pasar yang kembali hidup. Sebab bagi mama-mama Papua, senyum pejabat memang menyenangkan tetapi yang paling mereka tunggu adalah perubahan yang benar-benar terasa. @dimas

Tags: Gibran RakabumingpapuaPedagangPembangunanrakyat

Kamu Melewatkan Ini

Saat Orang Cari Gluten-Free, Papua Sudah Punya dari Dulu

Saat Orang Cari Gluten-Free, Papua Sudah Punya dari Sagu

by teguh
Mei 15, 2026

Sagu mungkin terlihat kuno bagi sebagian orang Indonesia. Tetapi saat supermarket modern sibuk menjual tepung bebas gluten dengan harga premium,...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

by teguh
Mei 10, 2026

Papua tak lagi sekedar pinggiran. Dulu, banyak orang menyebut Papua sebagai “ujung Indonesia”. Tempat yang terasa jauh, mahal dijangkau, dan...

Next Post
Pelapor Kasus Penipuan Kripto Timothy Ronald Klaim Rugi Rp 3 Miliar

Pelapor Kasus Penipuan Kripto Timothy Ronald Klaim Rugi Rp 3 Miliar

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id