Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Book Club
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Virus Hanta vs Leptospirosis vs DBD: Jangan Salah Bedakan

by Waras
Mei 6, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter
Tiga penyakit, satu gejala awal yang sama. Masalahnya, satu kesalahan bisa berakibat fatal.

Tabooo.id: Check – Demam, nyeri otot, lemas.
Tiga gejala ini sering dianggap “penyakit biasa”.

Masalahnya, tiga penyakit berbeda dapat menimbulkan gejala yang sama, tetapi masing-masing membawa risiko yang berbeda.

Di Indonesia, kebingungan ini sering terjadi. Banyak orang menyamakan infeksi Orthohantavirus, Leptospirosis, dan Demam Berdarah Dengue.

Padahal, perbedaan di antara ketiganya bisa menentukan hidup atau mati.

Kenapa Sering Tertukar?

Ketiganya punya fase awal yang mirip:

Ini Belum Selesai

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

  • Demam mendadak
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual atau muntah

Akibatnya, diagnosis awal sering meleset terutama di daerah dengan banyak kasus demam tropis.

1. Virus Hanta: Ancaman dari Udara

Infeksi Orthohantavirus berasal dari partikel udara yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus.

Ciri khas:

  • Awalnya mirip flu
  • Cepat berkembang jadi sesak napas atau gangguan ginjal
  • Bisa memburuk dalam hitungan hari

Risiko utama:
Kebocoran pembuluh darah di paru (HPS) atau ginjal (HFRS)

Fatalitas:
Bisa mencapai 30–40% pada kasus berat (terutama sindrom paru)

2. Leptospirosis: Infeksi dari Air Kotor

Bakteri Leptospira menyebabkan leptospirosis dengan masuk ke tubuh melalui luka pada kulit atau selaput lendir, biasanya dari air banjir yang terkontaminasi urin tikus.

Ciri khas:

  • Demam disertai nyeri otot (terutama betis)
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Bisa berkembang jadi gagal ginjal dan hati

Risiko utama:
Kerusakan organ (ginjal, hati)

Fatalitas:
Sekitar 5–15% pada kasus berat

3. DBD: Virus dari Gigitan Nyamuk

Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Ciri khas:

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri sendi dan belakang mata
  • Penurunan trombosit
  • Ruam atau bintik merah

Risiko utama:
Perdarahan dan syok dengue

Fatalitas:
Relatif rendah jika ditangani cepat (<1%), tapi bisa fatal jika terlambat

Perbedaan Kunci yang Sering Terlewat

FaktorHantavirusLeptospirosisDBD
SumberUdara dari kotoran tikusAir/urine tikusGigitan nyamuk
PenularanInhalasi aerosolKontak luka/kulitVektor nyamuk
Organ utamaParu / ginjalGinjal & hatiPembuluh darah
Gejala khasSesak cepatNyeri betis, mata merahTrombosit turun
RisikoSangat tinggi (HPS)Sedang-tinggiTinggi jika terlambat

Kenapa Salah Diagnosis Berbahaya?

Setiap penyakit membutuhkan penanganan yang berbeda.

  • Hantavirus → butuh ICU cepat untuk oksigenasi
  • Leptospirosis → butuh antibiotik
  • DBD → butuh manajemen cairan dan monitoring trombosit

Salah diagnosis berarti salah penanganan.

Dan dalam kasus tertentu, itu bisa mempercepat kondisi memburuk.

Pola yang Sering Terjadi di Indonesia

Di wilayah dengan:

  • Banjir
  • Sanitasi buruk
  • Populasi tikus tinggi

Ketiga penyakit ini bisa muncul secara bersamaan. Akibatnya, tenaga medis harus menebak dari gejala awal yang sangat mirip.

Kesimpulan

Masalahnya bukan cuma penyakitnya.
Masalahnya adalah kemiripannya.

  • Gejalanya sama
  • Penyebabnya berbeda
  • Risikonya tidak sebanding

Itulah kenapa satu kesalahan kecil dalam mengenali gejala bisa berdampak besar. @waras

Sumber Data:

  • World Health Organization – Dengue, Leptospirosis, Hantavirus Fact Sheets
  • Centers for Disease Control and Prevention – Hantavirus, Leptospirosis, Dengue Clinical Overview
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Pedoman penyakit zoonosis & DBD
  • CDC Yellow Book 2024: Travel-Related Infectious Diseases
  • Kementerian Kesehatan RI – Infeksi Emerging: Hantavirus & Leptospirosis
Tags: Hantavirus

Kamu Melewatkan Ini

Virus Hanta dan Bahaya Tikus Kota yang Jarang Disadari

Virus Hanta dan Bahaya Tikus Kota yang Jarang Disadari

by Waras
Mei 7, 2026

Kota selalu punya dua wajah. Satu terlihat terang di permukaan. Sementara itu, wajah lain hidup di bawahnya... gelap, lembap, dan...

Benarkah Virus Hanta Menular Antar Manusia? Ini Faktanya

Benarkah Virus Hanta Menular Antar Manusia? Ini Faktanya

by Waras
Mei 6, 2026

Ketika kabar wabah muncul, ketakutan biasanya bergerak lebih cepat dari fakta.Salah satu yang paling sering ditanyakan: apakah virus hanta bisa...

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

by Waras
Mei 5, 2026

Dunia kesehatan global kembali diguncang. Sebuah kapal pesiar mewah berubah jadi titik wabah mematikan, dan kali ini penyebabnya bukan virus...

Next Post
Pendidikan Berdiri di Atas Guru yang Digaji Murah

Pendidikan Berdiri di Atas Guru yang Digaji Murah

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Culture

© 2026 Tabooo.id