Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Trump Ancam Tarif Impor bagi Negara Penentang Klaim AS atas Greenland

by dimas
Januari 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan global. Kali ini, ia mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang menolak mendukung ambisi Amerika Serikat untuk menguasai Greenland. Ancaman itu ia sampaikan pada Jumat (16/1/2026) dalam sebuah acara layanan kesehatan, sebagaimana dilaporkan Kyodo News dan dikutip Antara.

Dalam kesempatan tersebut, Trump lebih dulu membanggakan kebijakan tarif yang menurutnya berhasil menekan harga obat-obatan di dalam negeri. Namun, pujian terhadap kebijakan ekonomi itu segera berubah menjadi pesan geopolitik yang lebih keras.

“Saya mungkin akan mengenakan tarif terhadap negara-negara lain jika mereka tidak mendukung soal Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump.

Ia menegaskan kembali ancamannya dengan nada santai namun penuh tekanan.

“Jadi, saya mungkin akan melakukannya.” tegasnya

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Greenland di Tengah Tarik-menarik Kekuatan Besar

Ambisi Trump untuk menguasai Greenland bukanlah isu baru, tetapi kali ini disertai tekanan ekonomi yang lebih terbuka. Greenland, wilayah otonomi Denmark sekaligus pulau terbesar di dunia, memiliki posisi strategis di kawasan Arktik serta menyimpan cadangan mineral yang bernilai tinggi.

Trump berulang kali menegaskan bahwa penguasaan Greenland penting bagi keamanan nasional AS, terutama di tengah meningkatnya aktivitas China dan Rusia di wilayah Arktik. Bagi Washington, kawasan ini bukan lagi sekadar wilayah es, melainkan panggung baru persaingan global.

Namun, bagi Eropa, pernyataan tersebut justru memicu alarm politik. Para pemimpin Eropa secara terbuka menolak gagasan tersebut dan menilai klaim sepihak AS berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Gedung Putih Tak Bergeming

Meski tekanan diplomatik meningkat, Gedung Putih menunjukkan sikap tidak bergeser. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa kehadiran pasukan Eropa di Greenland tidak memengaruhi keputusan Trump.

“Saya tidak berpikir kehadiran pasukan Eropa memengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, dan juga tidak berdampak pada tujuannya untuk mengakuisisi Greenland,” ujar Leavitt,dikutip Euronews.

Pernyataan itu muncul bertepatan dengan kedatangan personel militer Eropa ke Greenland, yang oleh banyak pihak dibaca sebagai sinyal pencegahan terhadap langkah sepihak AS. Namun, Washington tampaknya tetap memandang langkah tersebut sebagai gangguan minor.

Diplomasi Buntu, Perbedaan Menganga

Kebuntuan semakin jelas setelah pertemuan antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington gagal menghasilkan titik temu. Alih-alih mendekatkan posisi, pertemuan tersebut justru menegaskan jurang perbedaan yang kian dalam.

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, secara terbuka mengakui kegagalan diplomasi tersebut. Menurutnya, Amerika Serikat tidak menunjukkan tanda-tanda melunak.

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland,” ujar Lokke kepada wartawan. Meski demikian, ia menambahkan bahwa kedua pihak sepakat untuk tetap berbeda pendapat.

Dampak ke Dunia, Tekanan ke Publik

Ancaman tarif tambahan ini tidak hanya menyasar pemerintah, tetapi juga berpotensi berdampak langsung pada masyarakat global. Jika direalisasikan, kebijakan tersebut dapat menaikkan harga barang impor, mengganggu rantai pasok, dan menekan negara-negara yang bergantung pada perdagangan dengan AS.

Bagi publik internasional, Greenland kini bukan lagi sekadar wilayah dingin di utara, melainkan simbol bagaimana isu keamanan, sumber daya, dan ekonomi global saling bertabrakan.

Di tengah perang tarif dan retorika keamanan nasional, dunia kembali diingatkan bahwa peta geopolitik bisa berubah bukan oleh suara rakyat, melainkan oleh ancaman pajak dan kepentingan strategis yang dibungkus klaim keamanan. @dimas

Tags: ArktikdiplomasiGeopolitikGlobalGreenlandImporInternasionalKeamanan NegaraPolitik IndonesiaTarif

Kamu Melewatkan Ini

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

Tan Malaka vs Soekarno-Hatta: Pertarungan Kuasa di Awal Republik

by Tabooo
Juni 8, 2026

Di awal berdirinya republik, Tan Malaka menuntut Merdeka 100%, sementara Soekarno-Hatta memilih jalan negara, pengakuan internasional, dan kalkulasi politik yang...

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

by dimas
Juni 8, 2026

Demokrasi membutuhkan pengawasan. Namun ketika oposisi melemah, apakah suara rakyat masih memiliki wakil yang kuat? Tabooo.id - Langit demokrasi tidak...

Next Post
Demo Iran Telan Ribuan Korban, Khamenei Tuduh AS dan Israel Sebagai Dalang

Demo Iran Telan Ribuan Korban, Khamenei Tuduh AS dan Israel Sebagai Dalang

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id