Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Iran Telan Ribuan Korban, Khamenei Tuduh AS dan Israel Sebagai Dalang

by dimas
Januari 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akhirnya membuka angka yang selama ini ditutup rapat. Pada Sabtu (17/1/2026), ia mengakui bahwa gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang mengguncang Iran selama lebih dari dua pekan telah menewaskan ribuan orang. Dalam pernyataannya, Khamenei secara langsung menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai aktor utama di balik kekerasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui media pemerintah Iran dan dikutip Al Jazeera. Menurut Khamenei, kerusuhan yang melanda berbagai kota di Iran bukan sekadar protes domestik, melainkan aksi terorganisasi dengan dukungan asing.

“Mereka yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat telah menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang,” ujar Khamenei.

Pengakuan ini menjadi momen langka. Selama ini, otoritas Iran hanya menyebut korban jiwa dalam jumlah ratusan, termasuk dari kalangan aparat keamanan. Kali ini, angka ribuan muncul langsung dari figur tertinggi negara.

Dari Krisis Ekonomi ke Tuduhan Konspirasi Global

Gelombang protes di Iran pecah sejak 28 Desember 2025. Awalnya, kemarahan publik meledak akibat lonjakan inflasi, kenaikan harga bahan pokok, dan tekanan biaya hidup yang makin tak tertahankan. Namun, seiring waktu, demonstrasi berubah menjadi tantangan terbuka terhadap pemerintahan.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pemerintah Iran membaca perubahan itu sebagai ancaman serius. Karena itu, narasi pun bergeser. Khamenei menegaskan bahwa aksi protes tersebut telah “dibajak” oleh kelompok kekerasan yang, menurutnya, mendapat sokongan penuh dari luar negeri.

Dalam pidatonya, Khamenei bahkan menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai “kriminal” dan menuduhnya terlibat langsung dalam apa yang ia sebut sebagai pemberontakan anti-Iran.

“Pemberontakan terbaru ini berbeda, karena presiden AS sendiri terlibat secara pribadi,” tambahnya.

Dengan pernyataan itu, Iran kembali menghidupkan narasi lama kekacauan domestik bukan semata kegagalan internal, melainkan hasil rekayasa geopolitik musuh-musuhnya.

Ancaman Balasan dan Pesan ke Dalam Negeri

Meski menuding keterlibatan asing, Khamenei berusaha menarik garis tegas. Ia menegaskan bahwa Iran tidak berniat memicu konflik di luar negeri. Namun, ia juga mengirim peringatan keras bagi siapa pun yang terlibat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kami tidak akan menyeret negara ini ke dalam perang. Tetapi kami juga tidak akan membiarkan penjahat domestik atau internasional lolos tanpa hukuman,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus berfungsi ganda: sebagai pesan ke luar negeri dan sebagai sinyal ke dalam negeri bahwa negara masih memegang kendali penuh.

Angka Korban: Versi Negara dan Versi HAM

Jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran melalui sambungan satelit menyebut pidato Khamenei ini menandai perubahan penting. Untuk pertama kalinya, otoritas tertinggi Iran mengakui skala korban secara terbuka.

“Dia akhirnya memberikan gambaran jumlah korban tewas. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Namun, angka resmi tetap kabur. Pemerintah Iran tidak merinci data korban secara detail. Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, memperkirakan sekitar 3.000 orang telah tewas dalam aksi protes tersebut.

Perbedaan angka ini mempertegas satu hal: krisis kepercayaan publik terhadap data resmi negara masih menganga lebar.

Selain korban jiwa, pemerintah Iran juga mengakui telah menangkap sekitar 3.000 orang sejak demonstrasi pecah. Para pengunjuk rasa dituduh melakukan vandalisme terhadap fasilitas publik, narasi yang terus diulang untuk membenarkan penindakan keras aparat.

Internet, Kontrol, dan Upaya Normalisasi

Di tengah tekanan internasional, pemerintah Iran mulai melonggarkan sebagian pembatasan. Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa layanan pesan singkat (SMS) mulai dipulihkan secara nasional. Langkah ini menjadi bagian dari pembukaan bertahap akses komunikasi setelah hampir delapan hari pemutusan internet nyaris total.

Meski demikian, pemulihan layanan komunikasi belum serta-merta memulihkan kepercayaan publik. Bagi banyak warga Iran, pengakuan “ribuan korban” justru menegaskan betapa mahal harga protes di tengah krisis ekonomi.

Di saat rakyat turun ke jalan karena harga pangan, negara justru berbicara tentang konspirasi global. Dan di antara dua narasi itu, korban terus berjatuhan sementara dunia kembali dihadapkan pada pertanyaan lama: apakah ini soal keamanan nasional, atau kegagalan negara membaca jeritan warganya sendiri? @dimas

Tags: GeopolitikGlobalHak Asasi ManusiaKhameneiKrisis GlobalPerang IranPolitik IndonesiaStabilitasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Next Post
Basarnas Lanjutkan Pencarian Pesawat ATR yang Hilang di Maros Pagi Ini

Basarnas Lanjutkan Pencarian Pesawat ATR yang Hilang di Maros Pagi Ini

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id