Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Basarnas Lanjutkan Pencarian Pesawat ATR yang Hilang di Maros Pagi Ini

by dimas
Januari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga kini masih menghadapi kendala cuaca ekstrem. Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali mengaktifkan pencarian udara Minggu (18/1/2026) pagi setelah sebelumnya menghentikan operasi demi keselamatan kru.

Hasil evaluasi lapangan menunjukkan kondisi cuaca yang tidak stabil dan berisiko tinggi bagi penerbangan. Menyikapi situasi tersebut, Basarnas memilih menunda operasi udara dan memaksimalkan penyisiran darat bersama masyarakat setempat.

Awan Tebal Hambat Pencarian Udara

Dalam operasi sebelumnya, pesawat Basarnas harus berkali-kali masuk ke lapisan awan tebal sebelum kembali ke area terbuka. Manuver tersebut secara signifikan mengurangi jarak pandang sekaligus mengganggu kestabilan penerbangan.

Perubahan cuaca yang berlangsung cepat membuat kru kesulitan mengoptimalkan pencarian dari udara. Syafii menjelaskan bahwa kondisi tersebut memaksa pilot melakukan manuver berulang yang berisiko.

“Pesawat harus masuk dan keluar awan berkali-kali. Situasi ini membuat pencarian tidak maksimal,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Ancaman semakin meningkat setelah awan cumulonimbus muncul di sekitar lokasi pencarian. Menghadapi kondisi tersebut, tim akhirnya menghentikan sementara operasi udara untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Operasi Malam Hari Dinilai Kurang Efektif

Basarnas menilai pencarian udara pada malam hari hampir tidak memberikan hasil signifikan. Keterbatasan cahaya, ditambah cuaca yang sulit diprediksi, membuat upaya dari udara kehilangan efektivitas.

Karena itu, tim mengalihkan fokus ke jalur darat. Petugas gabungan bersama warga menyusuri area yang masih dapat dijangkau sambil menunggu perbaikan kondisi cuaca pada pagi hari.

“Kami menghentikan sementara pencarian udara karena kondisi cuaca belum memungkinkan,” tambahnya.

Kontak Hilang di Jalur Penerbangan Padat

Pesawat ATR 42-500 tersebut terakhir terdeteksi saat melintasi kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. Pesawat berangkat dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Berdasarkan jadwal penerbangan, pesawat seharusnya mendarat sekitar pukul 12.20 WITA. Namun hingga waktu tersebut berlalu, pesawat tidak kunjung tiba dan komunikasi terputus tanpa informasi posisi yang jelas.

Situasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan keluarga penumpang dan awak pesawat. Perhatian publik juga meningkat karena rute tersebut termasuk jalur penerbangan domestik yang cukup padat.

Cuaca Jadi Faktor Penentu

Hingga saat ini, kondisi cuaca masih menjadi faktor utama dalam keberhasilan pencarian. Di satu sisi, harapan keluarga dan masyarakat terus menguat agar kabar baik segera datang. Di sisi lain, Basarnas menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

Di tengah cuaca yang belum bersahabat, proses pencarian ini kembali menunjukkan bahwa teknologi penerbangan secanggih apa pun tetap bergantung pada alam dan kepastian sering kali baru hadir ketika cuaca memberi ruang. @dimas

Tags: BasarnasCuacaEkstremKeselamatanMarosNasionalPencarianpenerbanganPesawatSARSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Konsep Otomatis

Serpihan dan Dokumen Pilot Ditemukan Dalam Pencarian ATR 42-500

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id