Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

ATR 42-500 Hilang Kontak, Pegawai KKP Jadi Penumpang

by sigit
Januari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Langit Sulawesi Selatan kembali mencekam. Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sabtu (17/1/2026). Di dalam pesawat, ada 10 orang: 7 kru dan 3 penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Pegawai KKP Ikut Dalam Penerbangan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, membenarkan identitas penumpang: Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas; Deden Mulyana, Pengelola Barang Milik Negara; dan Yoga Naufal, Operator Foto Udara. “Mereka melakukan misi pengawasan melalui udara,” kata Sakti dalam konferensi pers KKP.

Kehadiran pegawai pemerintah membuat kasus ini bukan sekadar kehilangan pesawat, tetapi juga persoalan keamanan misi negara. Kegiatan pengawasan yang seharusnya mengamankan sumber daya nasional kini terganggu, sementara publik dan keluarga menunggu kepastian.

Klarifikasi Jumlah Kru

Direktur PT Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo, meluruskan kabar yang beredar: kru pesawat hanya berjumlah 7 orang, bukan 8. Tri menambahkan, tim IAT sudah bergerak ke Makassar untuk mendukung pencarian bersama Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan.

Namun, hingga berita ini ditulis, tim SAR terus mencari keberadaan seluruh penumpang dan kru pesawat. Cuaca dan medan pegunungan di wilayah pencarian memperlambat operasi SAR.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Dampak dan Kontroversi

Ketidakpastian ini jelas merugikan masyarakat dan memicu kecemasan, terutama bagi keluarga penumpang. Negara terlihat bergerak, tetapi prosedur pengawasan dan koordinasi antar-institusi kembali menjadi sorotan. Maskapai atau KKP secara administratif tetap memegang kendali, tapi nyawa manusia tetap menjadi taruhan.

Refleksi Akhir

Kasus ini menegaskan satu hal: ketika misi negara menuntut keberanian, nyawa manusia sering berada di garis depan, sementara akuntabilitas dan sistem pengawasan kadang tertinggal di tanah. Dan seperti biasa, yang paling terdampak bukan pejabat, tapi orang-orang biasa yang menunggu kabar. (red)

Tags: ATR 42-500BasarnasjatuhkorbanMarosMenteriPenumpangPesawatSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

by teguh
Juni 2, 2026

Ledakan dahsyat yang mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/05/2026) sore, awalnya terlihat sebagai...

Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, Puluhan Rumah Hancur dalam Sekejap

Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, Puluhan Rumah Hancur dalam Sekejap

by teguh
Juni 1, 2026

Ledakan dahsyat mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/05/2026) sore. Bom Perang Dunia II yang...

Next Post
Trump Ancam Tarif Impor bagi Negara Penentang Klaim AS atas Greenland

Trump Ancam Tarif Impor bagi Negara Penentang Klaim AS atas Greenland

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id