Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tekanan AS ke Iran Meningkat, Trump Dukung Aksi Demonstran

by dimas
Januari 14, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyerukan warga Iran untuk terus turun ke jalan di tengah gelombang penindakan aparat keamanan yang menewaskan ribuan orang. Seruan itu muncul saat situasi dalam negeri Iran kian genting, baik secara politik maupun ekonomi, dengan demonstrasi besar dipicu anjloknya nilai mata uang dan krisis biaya hidup.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump bahkan menjanjikan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” bagi para demonstran. Sikap tersebut menandai eskalasi tajam tekanan Amerika Serikat terhadap Teheran, di tengah laporan kredibel tentang meningkatnya jumlah korban tewas akibat penindasan protes.

Seruan Terbuka Trump dari Media Sosial

Trump menyampaikan dukungannya secara langsung melalui platform Truth Social pada Selasa (13/1/2026). Ia mendorong warga Iran untuk terus berdemo dan merebut kembali institusi negara. “Para patriot Iran, teruslah berdemo ambil alih institusi-institusi kalian!!! Bantuan sedang dalam perjalanan,” tulisnya.

Pernyataan ini muncul sehari setelah juru bicara Gedung Putih mengakui bahwa serangan udara termasuk dalam “banyak, banyak opsi” yang tengah dipertimbangkan pemerintahan AS. Trump juga mengumumkan pembatalan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran hingga apa yang ia sebut sebagai “pembunuhan tanpa alasan” terhadap demonstran dihentikan.

Korban Tewas Membengkak, Dunia Sulit Memverifikasi

Seruan Trump datang di tengah laporan yang menunjukkan lonjakan tajam jumlah korban. Kelompok pemantau hak asasi manusia memperkirakan sedikitnya 2.000 warga Iran tewas dalam gelombang protes terbaru. Sebelumnya, otoritas Iran hanya mengakui sekitar 600 korban.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pembatasan internet dan pengetatan media membuat verifikasi independen nyaris mustahil. Namun, bocoran gambar kamar jenazah yang dipenuhi tubuh demonstran memperkuat laporan tentang skala kekerasan. Associated Press mengutip Human Rights Activists in Iran yang menyebut setidaknya 135 korban berasal dari kelompok yang berafiliasi dengan pemerintah.

Tekanan Ekonomi Jadi Bahan Bakar Protes

Aksi protes di Iran bermula dari kesulitan ekonomi yang semakin parah. Nilai tukar riyal Iran anjlok ke titik terendah, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan menggerus daya beli masyarakat. Sejak 28 Desember 2025, tekanan ekonomi itu berubah menjadi tuntutan politik terbuka untuk menjatuhkan pemerintahan ulama yang telah lama berkuasa.

Rezim Iran merespons dengan penangkapan massal, pemadaman internet, dan ancaman hukuman berat, termasuk hukuman mati, bagi peserta demonstrasi. Pendekatan keras ini justru memperlebar jurang antara negara dan warganya.

Ancaman Tarif dan Isolasi Global

Trump tidak hanya menekan Iran secara politik, tetapi juga ekonomi. Ia mengumumkan tarif 25 persen terhadap negara mana pun yang tetap berdagang dengan Iran. Kebijakan itu berlaku segera dan menyasar seluruh transaksi bisnis negara tersebut dengan Amerika Serikat.

China, sebagai mitra dagang terbesar Iran, langsung bereaksi. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menyatakan Beijing akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. Irak, Uni Emirat Arab, dan Turki mitra dagang utama Iran lainnya juga berpotensi terdampak kebijakan ini.

Rusia mengkritik keras langkah AS. Moskow menilai kekuatan eksternal tengah memanfaatkan ketegangan publik di Iran untuk mengguncang stabilitas negara tersebut. Sementara itu, negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia memilih jalur diplomatik dengan memanggil duta besar Iran, sambil berupaya menjauh dari skenario intervensi militer AS.

Iran di Persimpangan Krisis

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mendesak Iran mempertanggungjawabkan laporan kekerasan terhadap demonstran. Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan menyatakan keyakinannya bahwa rezim Iran berada di ambang kejatuhan. Menurutnya, pemerintahan yang hanya bertahan dengan kekerasan sejatinya sudah kehilangan legitimasi.

Bagi warga Iran, krisis ini bukan sekadar pertarungan geopolitik. Mereka menjadi pihak paling terdampak terjepit di antara represi negara, tekanan ekonomi, dan manuver kekuatan global.

Di panggung dunia, seruan Trump mungkin terdengar sebagai dukungan kebebasan. Namun, bagi warga di jalanan Teheran, janji “bantuan sedang dalam perjalanan” masih terasa seperti gema jauh keras di media sosial, tetapi belum tentu tiba sebelum korban kembali berjatuhan. @dimas

Tags: DemoDonald TrumpEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalInternasionalKrisis GlobalPerang IranPolitik IndonesiaStabilitasTekanan

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Next Post
Wapres Gibran Sambangi Pasar Ikan Biak, Papua

Wapres Gibran Sambangi Pasar Ikan Biak, Papua

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id