Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Tak Ada di Kota Lain: Tradisi Ngabuburit Unik di Alkid Solo

by eko
Maret 2, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Senja di selatan Alun-alun Kidul Keraton Surakarta selalu terasa seperti countdown raksasa. Sementara itu, jam tangan mungkin belum menunjukkan pukul enam, namun udara sudah bergetar oleh satu kata: ngabuburit.

Di Alkid, ngabuburit bukan cuma soal menunggu azan. Sebaliknya, ia menjelma panggung kecil tempat tradisi, keluarga, dan rasa ingin tahu saling bersilangan. Menjelang magrib, puluhan orang memadati sisi selatan lapangan, tepat di depan kandang kebo bule. Anak-anak berdiri paling depan di sisi lain, orang tua sibuk memegang ponsel sekaligus menjaga jarak. Dengan demikian, semua orang menunggu dua hal sekaligus: kerbau mendekat, dan waktu berbuka tiba.

Ramadan, tentu saja, memberi denyut tambahan pada ruang ini. Setiap sore, ritme yang sama berulang, tetapi suasananya tak pernah benar-benar identik.

Ngabuburit yang Punya Arah

Di banyak kota, ngabuburit identik dengan takjil viral atau nongkrong di pusat belanja. Namun demikian, Solo menawarkan alternatif yang terasa lebih membumi: memberi makan kebo bule keturunan Kiai Slamet.

Kebo-kebo itu bukan hewan biasa. Secara historis, mereka terkait erat dengan tradisi Keraton Surakarta, termasuk kirab malam 1 Suro. Nama Kiai Slamet melekat sebagai figur legendaris yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, kehadiran mereka di Alkid bukan sekadar atraksi, melainkan perpanjangan dari narasi budaya yang panjang.

Ini Belum Selesai

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

Rambut yang Gugur, Kehormatan yang Bangkit

Kini, di bulan Ramadan, narasi tersebut menemukan momentum baru. Alih-alih hanya diceritakan, tradisi itu dialami langsung.

Puluhan keluarga berdiri di depan kandang yang terletak di selatan lapangan. Sementara anak-anak memegang ikat kangkung dengan ragu-ragu, orang tua memberi arahan pelan. Begitu moncong kebo bule mendekat, tawa pecah. Kemudian, kamera berbunyi bersahutan. Sore yang tadinya biasa saja berubah menjadi pengalaman kolektif.

Dengan kata lain, ngabuburit di Alkid bersifat partisipatif. Tidak hanya melihat, pengunjung juga terlibat.

Kangkung, Kerbau, dan Ritme Ekonomi Sore

Di sudut kandang, Joko Gepeng (65) berdiri sambil merapikan ikat-ikat kangkung. Ia menjualnya seharga Rp3.000 per ikat. Menariknya, selama Ramadan, tak kurang dari seratus ikat ludes setiap sore.

Artinya, ada pergerakan ekonomi kecil yang konsisten. Di satu sisi, warga mendapatkan pengalaman unik. Di sisi lain, pedagang lokal ikut merasakan dampaknya. Dengan demikian, tradisi tak hanya hidup secara simbolik, tetapi juga berkontribusi secara nyata.

Setiap ikat kangkung berpindah tangan dalam alur sederhana: dari penjual, ke keluarga, lalu ke mulut kebo bule. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna yang lebih luas tentang interaksi, tentang keterlibatan, tentang rasa memiliki.

Ramadan jelas meningkatkan jumlah pengunjung. Selain faktor spiritual, ada dorongan sosial: orang ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang bermakna. Karena itu, Alkid menjadi titik temu antara niat ibadah dan kebutuhan rekreasi.

Dari Ritual ke Ruang Sosial

Ngabuburit, pada dasarnya, adalah jeda. Akan tetapi, di Alkid, jeda itu berubah menjadi ruang sosial.

Orang-orang tidak sekadar menunggu waktu berbuka. Sebaliknya, mereka berbagi pengalaman. Anak-anak belajar tentang sejarah tanpa merasa digurui. Orang tua mengenalkan simbol budaya lewat tindakan sederhana. Dengan begitu, transfer nilai terjadi secara organik.

Menariknya lagi, tradisi dan media sosial tidak saling meniadakan. Memang, banyak pengunjung memanfaatkan momen untuk berfoto dari luar kandang. Namun, dokumentasi itu justru memperluas jangkauan cerita. Apa yang dulu hanya beredar di lingkup lokal, kini menyebar lewat unggahan singkat.

Di era digital yang serba cepat, pengalaman fisik seperti ini terasa kontras. Ketika layar sering mendominasi perhatian, Alkid menawarkan sesuatu yang konkret: bau tanah, suara langkah, gerakan lambat seekor kerbau yang mengunyah tanpa tergesa.

Justru dalam kelambatan itu, ada daya tarik.

Refleksi Tabooo: Menunggu dengan Makna

Jika direnungkan lebih jauh, fenomena ini menunjukkan pergeseran cara kita memaknai waktu. Dahulu, ngabuburit mungkin identik dengan “mengisi kekosongan”. Kini, ia lebih menyerupai ritual sosial yang sarat makna.

Memberi makan kebo bule memang sederhana. Namun demikian, tindakan kecil itu menyiratkan sesuatu yang lebih besar: keinginan untuk tetap terhubung dengan akar budaya di tengah arus modernitas.

Ramadan, pada akhirnya, memperkuat kebutuhan tersebut. Di tengah kesibukan tahunan, bulan ini mengajak orang memperlambat langkah. Karena itu, aktivitas di Alkid terasa relevan ia menyediakan ruang untuk berhenti, berkumpul, dan merasakan kebersamaan.

Anak-anak yang sore itu menyodorkan kangkung mungkin belum memahami seluruh konteks sejarahnya. Meski begitu, mereka akan mengingat sensasinya: moncong besar yang mendekat, tawa yang pecah, dan langit jingga yang perlahan berubah ungu.

Memori semacam itu melekat lebih lama daripada sekadar teori.

Akhirnya, ketika azan magrib berkumandang, kerumunan bubar secara perlahan. Kangkung habis. Penjual merapikan lapak. Sementara itu, kebo-kebo bule kembali tenang di kandang.

Ngabuburit selesai. Namun, jejaknya tertinggal. Sebab di Alkid, menunggu buka puasa bukan lagi sekadar soal menahan lapar. Sebaliknya, ia menjadi cara halus merawat tradisi dan, pada saat yang sama, merawat rasa kebersamaan.

Dan mungkin, justru dalam jeda itulah kita menemukan arti pulang. @eko

Tags: Kraton SoloSolo

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Dunia Kerja Baru: Skill Penting, Tapi Kejujuran dan Kejernihan Menentukan

Dunia Kerja Baru: Skill Penting, Tapi Kejujuran dan Kejernihan Menentukan

by jeje
April 30, 2026

Kamu belajar bertahun-tahun untuk jadi pintar. Tapi saat kesempatan datang, sistem tidak bertanya apa yang kamu tahu. Sistem hanya ingin...

Next Post
Block Blast! Kudeta MLBB dan FF, Game Balok Jadi Game Terlaris 2025

Block Blast! Kudeta MLBB dan FF, Game Balok Jadi Game Terlaris 2025

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id