Kamu belajar bertahun-tahun untuk jadi pintar. Tapi saat kesempatan datang, sistem tidak bertanya apa yang kamu tahu. Sistem hanya ingin tahu satu hal: kamu bisa diam atau tidak?
Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu sudah belajar bertahun-tahun.
Kamu upgrade skill, ikut kursus, dan membangun portofolio.
Lalu, sebuah “kesempatan” datang.
Tapi, kesempatan itu tidak meminta kamu presentasi.
Kesempatan itu juga tidak meminta kamu menunjukkan kemampuan.
Sebaliknya, sistem hanya meminta satu hal: diam.
Dari Kompetensi ke Kepatuhan
Sekarang, fenomena ini terasa makin nyata.
Tidak hanya di satu tempat, tapi di banyak sistem.
Dulu, orang menilai kamu dari cara berpikir.
Sekarang, sistem menilai kamu dari seberapa jauh kamu mau mengikuti tanpa bertanya.
Instruksinya sederhana: ulang, diam, jangan tanya.
Namun, justru di titik itu banyak orang gagal.
Dunia Kerja yang Jarang Dibicarakan
Sejak awal, kita tumbuh dengan satu narasi.
Belajar rajin supaya jadi “lebih baik”.
Namun, realita bergerak ke arah berbeda.
Banyak tempat kerja tidak mencari orang paling kritis.
Sebaliknya, mereka memilih orang yang stabil, patuh, dan tidak banyak ribut.
Bukan karena itu paling ideal.
Tapi karena itu paling mudah dikontrol.
Sistem Menghindari Risiko, Bukan Mencari Kebenaran
Masalah ini bukan soal individu.
Masalah ini lahir dari cara sistem bekerja.
Sistem menghindari orang yang terlalu banyak bertanya.
Sebab, setiap pertanyaan membawa potensi gangguan.
Sementara itu, gangguan membuka risiko.
Karena itu, sistem merasa lebih aman dengan orang yang diam.
Ironi yang Kita Jalani
Di satu sisi, kita belajar berpikir kritis.
Namun di sisi lain, sistem justru memberi ruang pada yang tidak menggunakannya.
Kita didorong untuk berkembang.
Tapi sistem menahan kita saat kita terlalu berbeda.
Ironisnya, banyak orang menyadari pola ini.
Namun, mereka tetap bertahan.
Sebab, realita tidak selalu memberi pilihan ideal.
Ini Bukan Sekadar Satir
Kalimat “cukup nurut” mungkin terdengar seperti bercanda.
Namun, banyak orang merasakannya sebagai realita.
Memang, tidak semua sistem bekerja seperti itu.
Tapi cukup banyak untuk memunculkan pertanyaan:
Apakah kita benar-benar bekerja?
Atau kita hanya terus menyesuaikan diri?
PENUTUP
Pada akhirnya, ini bukan sekadar soal pekerjaan.
Ini soal posisi kamu di dalam sistem.
Kamu ingin tetap berpikir?
Atau kamu memilih untuk diterima?
Masalahnya sederhana.
Tapi jawabannya tidak pernah mudah. @jeje





