Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965: Siapa Sebenarnya Sukarno?

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Culture, Tabooo Book Club
A A
Home Culture Tabooo Book Club
Share on FacebookShare on Twitter
Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965 bukan buku yang datang untuk menenangkan. Buku ini justru membuka luka lama yang belum pernah benar-benar selesai. Ia memaksa kamu mempertanyakan ulang satu hal mendasar: siapa sebenarnya Sukarno yang selama ini kamu kenal?

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Buku ini tidak datang untuk memuja. Buku ini datang untuk mengganggu cara kamu berpikir.

Dalam buku Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965, Ong Hok Ham tidak melihat Sukarno sebagai sosok hitam-putih. Sebaliknya, ia membongkar lapisan yang narasi resmi selama ini sembunyikan. Ia menempatkan Sukarno bukan sebagai simbol, tapi sebagai manusia.

Sukarno: Antara Mitos dan Realitas

Sejak awal, buku ini menegaskan satu hal, Sukarno adalah figur kompleks. Ia bukan hanya pemimpin revolusi. Namun juga produk zaman, konflik, dan tekanan politik.

Di bagian awal (Sukarno: Mitos dan Realitas, halaman 1), Ong Hok Ham langsung menegaskan bahwa Sukarno bukan sekadar tokoh sejarah. Ia menunjukkan bagaimana kekuasaan dan kebutuhan politik membentuk Sukarno menjadi sebuah konstruksi narasi.

Namun, di sinilah konflik muncul.

Ini Belum Selesai

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

Paket Santet: Teror Tidak Mengetuk Pintu, Ia Datang Sebagai Kiriman

Apakah kita mengenal Sukarno yang asli? Atau hanya versi yang sudah “dipoles”?

Nasionalisme, Kiri, dan Tuduhan Ideologi

Banyak yang melabeli Sukarno sebagai “orang kiri”. Tapi buku ini tidak langsung mengiyakan.

Sebaliknya, Ong Hok Ham menunjukkan bahwa Sukarno justru memainkan banyak spektrum ideologi sekaligus, di antaranya nasionalisme, Islamisme, dan marxisme.

Masalahnya, publik sering menyederhanakan itu.

Padahal, dalam konteks sejarah, Sukarno bukan ideolog murni. Ia adalah politisi yang membaca momentum.

Dan di titik ini, narasi mulai retak.

Informasi Buku

Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965: Siapa Sebenarnya Sukarno?

Judul: Sukarno, Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965

Penulis: Ong Hok Ham

Penerbit: Komunitas Bambu

Tahun Terbit: 2009

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: ±210 halaman

ISBN: 979-3731-52-4

Kategori: Sejarah, Politik Indonesia, Biografi Tokoh

Bahasa: Indonesia

Dimensi Buku: ±14 x 21 cm

G30S 1965: Sukarno di Tengah Badai

Bagian paling berat muncul ketika buku masuk ke periode G30S 1965.

Bukan sekadar peristiwa politik. Ini adalah titik di mana Sukarno kehilangan kendali atas narasi yang selama ini ia bangun.

Dalam refleksi penulis, Sukarno justru menjadi korban dari konflik yang ia sendiri tidak sepenuhnya kuasai.

Ironisnya?

Figur yang membangun negara ini justru menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya—dan pada akhirnya kehilangan kendali.

Ini Bukan Sekadar Sejarah

Buku ini tidak sekadar bercerita tentang Sukarno.

Buku ini menunjukkan bagaimana kekuasaan membentuk sejarah. Bagaimana mereka memilih narasi. Dan bagaimana mereka mengarahkan publik untuk percaya.

Karena pada akhirnya, sejarah bukan hanya tentang masa lalu. Melainkan tentang siapa yang mengontrol cerita.

Tags: narasi sejarahPolitik Indonesiarevolusi IndonesiaSejarah IndonesiaTabooo Book Club

Kamu Melewatkan Ini

Gerwani: Saat Propaganda Mengalahkan Fakta

Gerwani: Saat Propaganda Mengalahkan Fakta

by dimas
Juli 21, 2026

Gerwani pernah menjadi organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Namun, propaganda politik pasca-1965 membentuk citranya selama puluhan tahun. Bagaimana fakta sejarah...

Gerakan Perempuan Indonesia: Perlawanan di Bawah Bayang Penindasan

Gerakan Perempuan Indonesia: Perlawanan di Bawah Bayang Penindasan

by dimas
Juli 21, 2026

Gerakan Perempuan Indonesia, perlawanan di bawah bayang Penindasan mengulas sejarah panjang pembungkaman gerakan perempuan, dari kolonialisme, Gerwani, Orde Baru, hingga...

Rasisme Tidak Lahir dari Kebencian, tetapi dari Kekuasaan

Rasisme Tidak Lahir dari Kebencian, tetapi dari Kekuasaan

by dimas
Juli 20, 2026

Rasisme tidak lahir dari kebencian semata, tetapi dari sistem kekuasaan yang membangun hierarki manusia. Mengapa warisan itu masih bertahan di...

Next Post
Veda Ega Siap Bangkit: Saat Anak Gunungkidul Menantang Aspal Eropa

Veda Ega Siap Bangkit: Saat Anak Gunungkidul Menantang Aspal Eropa

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id