Kadang kekalahan bukan akhir lomba, melainkan awal cerita baru. Itulah momen yang kini dibawa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, saat bersiap tampil di Moto3 Spanyol di Sirkuit Jerez-Angel Nieto, 24-26 April 2026. Setelah gagal finis di Amerika Serikat, Veda datang ke Spanyol bukan sekadar mengejar poin. Sebaliknya, ia datang membawa misi membuktikan bahwa talenta Indonesia tak mudah tumbang hanya karena satu tikungan.
Tabooo.id: Sports – Jerez bukan trek asing bagi pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu. Sebab, Veda sudah enam kali menjajal sirkuit legendaris yang sejak 1987 rutin masuk kalender balap dunia.
Empat penampilan ia jalani di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Sementara itu, dua lainnya ia lakoni di FIM JuniorGP World Championship musim lalu. Modal ini penting, karena di level Moto3, pengetahuan lintasan sering menjadi pembeda antara finis podium atau terlempar dari rombongan depan.
Pada 2025, Veda bahkan sukses finis ketiga di ajang Rookies Cup di trek yang sama. Karena itu, catatan tersebut memberi sinyal jelas Jerez bisa menjadi tempat kebangkitan.
Jatuh di Amerika, Bangkit di Spanyol
Balapan sebelumnya di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, menjadi momen pahit. Saat itu, di lap kelima, Veda kehilangan kendali motornya ketika melibas tikungan dan akhirnya terjatuh.
Namun dunia balap punya hukum sederhana pembalap besar bukan yang tak pernah jatuh, tetapi yang berani bangun lebih cepat.
Legenda MotoGP, Valentino Rossi, pernah berkata, “The most important thing is to have passion for what you are doing.” Artinya, gairah sering terlihat dari cara pembalap kembali setelah gagal. Kini, Veda punya panggung baru untuk menjawab keraguan.
Indonesia Menunggu Asa Baru
Indonesia sudah lama haus sosok yang mampu konsisten di pentas Grand Prix. Karena itulah, kehadiran Veda membuat harapan itu hidup lagi.
Pengamat otomotif nasional Fitra Eri pernah menilai regenerasi pembalap Indonesia perlu dibangun lewat jam terbang internasional dan mental kompetisi. Saat ini, Veda sedang menjalani dua-duanya.
Masalahnya, tekanan di Moto3 tak hanya soal kecepatan. Selain itu, kelas ini brutal, rapat, dan sering ditentukan sepersekian detik. Satu kesalahan kecil bisa membuat posisi melorot jauh. Meski begitu, justru di situlah nilai seorang racer diuji.
Jadwal Veda Ega di Moto3 Spanyol (WIB)
Jumat, 24 April 2026
- 14.00 – 14.35 : FP1 Moto3
Sabtu, 25 April 2026
- 13.40 – 14.10 : FP2 Moto3
- 17.45 – 18.00 : Kualifikasi 1
- 18.10 – 18.25 : Kualifikasi 2
Minggu, 26 April 2026
- 16.00 : Balapan Moto3
Ini Bukan Sekadar Balapan
Bagi banyak orang, ini hanya seri keempat Moto3. Namun, bagi Indonesia, ini cerita tentang anak muda dari Gunungkidul yang sedang menabrak batas.
Dulu mimpi balap dunia terasa jauh. Sekarang, nama Indonesia ada di grid Moto3.
Jika Veda bangkit di Jerez, yang menang bukan cuma satu pembalap. Melainkan, yang menang adalah keyakinan bahwa talenta daerah bisa menembus panggung global.
Jadi, pertanyaannya sederhana siapkah kita mendukung atlet muda sebelum mereka juara, bukan sesudah viral?. @teguh





