• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Smart City: Kota Pintar yang Warganya Masih Nanya WiFi Gratis di Balai Kota

November 1, 2025
in Edge
A A
Smart City: Kota Pintar yang Warganya Masih Nanya WiFi Gratis di Balai Kota

Smaart City (Foto: Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangin kamu jalan di tengah kota yang katanya “pintar”, tapi sinyal HP kamu malah hilang begitu masuk parkiran. Sementara itu, CCTV di perempatan sibuk merekam kamu melamun karena lampu merahnya gak kunjung hijau. Selamat datang di era smart city konsep kota futuristik yang kadang lebih smart di brosur daripada di kenyataan.

Katanya, kota pintar itu efisien, hijau, dan serba digital. Tapi kadang hasilnya malah kayak update software gagal: loading lama, hasilnya gak keliatan, dan warga tetap stres di jalanan. Pemerintah bangga punya dashboard digital buat pantau kemacetan, tapi rakyat masih bingung kalau udah tahu macet, kenapa gak diubah?.

Kota yang Lebih Pintar dari Warganya (Katanya)

Menurut data dari Smart City Index 2024, beberapa kota di Indonesia mulai melompat ke masa depan ada sensor banjir, aplikasi pelaporan sampah, sampai lampu jalan yang bisa nyala otomatis. Tapi masalahnya, semua teknologi itu tetap butuh sinyal dan listrik. Dan dua hal itu sering absen di saat dibutuhkan.

“Smart city itu bukan cuma soal teknologi, tapi soal komunikasi,” kata Prof. Fadhillah Azhar dari ITB. Setuju banget, Prof. Tapi kadang, yang perlu dikomunikasikan dulu justru logika dasarnya buat apa bikin sistem AI buat atur lampu lalu lintas, kalau pengendaranya tetap nyalip dari trotoar?

RelatedPosts

OTT Episode 9: Serial Korupsi yang Sepertinya Tidak Pernah Tamat

TNI Siaga 1, Publik Bertanya: Ancaman Nyata atau Mode Waspada?

Telko, Sang “Kabel Tak Terlihat” yang Menyambung Semua Drama

Jujur aja, di balik semua teknologi keren itu, telko alias penyedia layanan telekomunikasi adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka kayak mantan yang diam-diam masih bantu kamu login Netflix keluarga gak kelihatan, tapi kalau hilang, dunia langsung chaos.

Telko yang bikin data bisa ngalir dari sensor sampah ke dashboard wali kota. Mereka juga yang jagain koneksi IoT biar lampu jalan gak “ngelag” kayak WiFi kosan.
Cuma ya, kadang sistemnya masih suka crash pas jam sibuk. Jadi kalau tiba-tiba lampu jalan semua nyala siang-siang, ya itu mungkin server down, bukan wahyu.

IoT dan Edge Computing: Kedengeran Keren, Tapi Tetap Butuh Akal Sehat

Kata para pakar, edge computing itu masa depan: data diproses langsung di tempat, gak perlu jauh-jauh ke pusat data. Tapi di lapangan, edge ini kadang kayak ujung sabar warga makin tipis tiap kali ada update sistem tapi masalah lama belum kelar. Sensor polusi udah dipasang, tapi polusinya sendiri masih numpuk.
Aplikasi laporan jalan rusak udah ada, tapi jalanan tetap lebih banyak lubangnya daripada fitur aplikasinya.

Smart City Bukan Tentang Teknologi, Tapi Tentang Empati

Kota pintar itu idealnya bisa bikin hidup warga lebih mudah, bukan cuma bikin wali kota lebih gampang press release. Di tengah semua jargon keren AI, IoT, edge, cloud yang paling dibutuhkan justru common sense dan komunikasi yang manusiawi.

Kota gak akan jadi smart kalau masih gagal dengerin suara warganya. Kadang yang dibutuhkan bukan sistem baru, tapi kepekaan lama: dengarkan, lihat, lalu bertindak.
Karena kalau semua masalah harus diselesaikan lewat aplikasi, mungkin yang kita butuhkan bukan smart city, tapi therapy city.

Kota Pintar, Warga Masih Nanya Password WiFi

Jadi, sebelum kita sibuk bikin kota dengan AI dan sensor di mana-mana, mungkin ada baiknya cek dulu sinyal 4G di kantor kelurahan nyala gak?
Karena percuma punya kota pintar kalau warganya masih antre cuma buat bayar pajak motor.

Dan jujur aja, kota ini baru bisa disebut smart kalau kamu gak perlu nanya password WiFi di balai kota lagi. Kalau masih harus begitu ya berarti masih beta version, bro. @teguh


Tags: CCTVComputingFuturistikIoTITBMasa DepanSerba DigitalSinyal HPSmart CityTelekomunikasi
Next Post
Minum Lemon Biar Kurus? Plot Twist: Lemonnya Nggak Salah, Kamu yang Kebablasan

Minum Lemon Biar Kurus? Plot Twist: Lemonnya Nggak Salah, Kamu yang Kebablasan

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.