Tabooo.id: News – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari empat jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meletus delapan kali pada Minggu (2/11/2025) pagi. Kolom abu terpantau membumbung setinggi 800 meter dari puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mencatat erupsi pertama terjadi pada pukul 03.32 WIB. Rentetan letusan berikutnya terjadi hingga pukul 06.49 WIB.
“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Lumajang.
Letusan tersebut terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 130 detik. Hal itu menandakan tekanan kuat dari perut bumi. Abu vulkanik juga terpantau bergerak ke arah selatan dengan intensitas sedang hingga tebal.
Status Masih Waspada, Tapi Potensi Bahaya Meningkat
Meski status Gunung Semeru masih berada di Level II (Waspada), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan agar masyarakat tidak menyepelekan kondisi ini. Aktivitas vulkanik yang terus meningkat berpotensi memicu awan panas guguran. Lontaran batu pijar dan banjir lahar dingin juga dapat terjadi terutama saat hujan turun di wilayah lereng.
PVMBG mengeluarkan peringatan tegas:
- Dilarang beraktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.
- Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena potensi aliran lahar bisa meluas hingga 13 kilometer.
- Radius 3 kilometer dari kawah harus tetap steril dari aktivitas apa pun karena berisiko terkena lontaran material vulkanik.
Liswanto menambahkan, “Warga harus waspada terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan. Bahaya ada di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru. Sungai-sungai tersebut seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.”
Cuaca Tak Menentu, Risiko Lahar Dingin Mengintai
Curah hujan tinggi di kawasan Lumajang belakangan ini memperbesar risiko lahar dingin. Lahar dapat meluas hingga ke pemukiman warga di hilir. PVMBG memperingatkan kemungkinan terbentuknya lahar sekunder di anak sungai yang terhubung ke Besuk Kobokan, terutama jika hujan turun deras.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di bantaran sungai. Mereka harus segera mengungsi ke tempat aman bila terdengar suara gemuruh atau tanda-tanda peningkatan aktivitas gunung.
Gunung yang Tak Pernah Benar-Benar Tenang
Gunung Semeru, atau Mahameru, jarang benar-benar “tidur”. Setiap kali aktivitasnya meningkat, ia seolah memperingatkan manusia bahwa di balik keindahan puncaknya, tersimpan kekuatan alam yang tak bisa diremehkan.
Sejak akhir Oktober, aktivitas Semeru terus meningkat, dan kondisi ini menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia.
Aparat kebencanaan bersiaga penuh, sementara pemerintah meminta warga tetap tenang, waspada, dan mematuhi setiap imbauan resmi. @jeje




