Tabooo.id: Regional – Balaikota Surakarta mendadak tegang ketika seorang remaja berinisial R (18) melontarkan kata-kata tidak pantas kepada puluhan pengunjung pada Selasa (9/12/2025) malam. Puluhan korban berasal dari berbagai kalangan, perempuan dan laki-laki, yang hanya ingin menikmati suasana malam, bukan menjadi sasaran cemoohan.
Awal Kejadian: Penawaran Produk yang Berujung Pelecehan
Kejadian bermula saat R menawarkan produknya. Alih-alih bersikap ramah, pelaku memaksa pengunjung membeli dan mengucapkan kata-kata tidak pantas, termasuk sebutan “sayang”, ajakan “cium”, dan ajakan pergi ke OYO.
“Iya mas, tadi pelaku menawarkan produknya juga memaksa dan bilang sayang, mau cium, dan ngajak ke OYO buat cekin,” ujar Putri, salah satu korban.
Korban Bersatu, Pelaku Akhirnya Mengaku
Beberapa korban menegur R karena merasa tidak nyaman. Awalnya, R menganggap tindakannya hanya candaan. Namun, ketika lebih dari 20 korban berkumpul dan menegurnya secara bersama-sama, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.
Seorang korban menambahkan bahwa perilaku R merusak citra kota Solo dan citra brand yang ia pasarkan.
“Kita risih juga dengan kata-kata pelaku. Akhirnya yang malu bukan hanya dia, tapi brand yang dia bawa,” tambahnya.
Dampak dan Sanksi
Akibat perbuatannya, warga memberikan sanksi sosial kepada pelaku. Selain itu, perusahaan yang mempekerjakannya memutus hubungan kerja dengan R sebagai sales.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang publik bukan panggung untuk lelucon tak pantas. Individu yang bertindak tidak etis rugi, masyarakat menjadi resah, dan reputasi kota serta merek ikut ternodai.
Di kota yang terkenal ramah ini, tampaknya “jualan agresif” harus belajar etika sebelum etalase. @dimas







