Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Surabaya Tunda Tanggul Laut Siapa yang Diuntungkan, Siapa Kena Getahnya?

by teguh
Desember 10, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menekan tombol jeda untuk rencana besar tanggul laut. Proyek yang selama bertahun-tahun digadang sebagai “tameng” banjir rob itu tidak masuk prioritas 2025. Alasannya sederhana: kondisi lapangan belum siap, dan anggaran lebih butuh arah yang pasti.

Sebagai gantinya, Pemkot menggerakkan strategi yang lebih cepat dieksekusi mengoptimalkan rumah pompa, pintu air, dan bozem. Tiga infrastruktur ini kini berada di garis depan pertahanan Surabaya dari air laut yang makin agresif.

Timur Aman, Barat Masih Membahayakan

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa wilayah timur Surabaya beruntung. Di sana, jaringan pintu air dan pompa sudah berdiri lengkap. Ia percaya kombinasi ini cukup untuk menahan rob musiman.

“Pintu air, pompa, semuanya lengkap. Jadi insyaallah rob di timur bisa kita minimalisir,” ujar Syamsul.

Namun situasi berbanding terbalik di sisi barat Surabaya. Wilayah seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi masih berjuang tanpa perlindungan memadai. Rob datang tanpa kompromi, dan warga hanya bisa mengandalkan ritme alam.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

Syamsul menegaskan rencana baru pembangunan rumah pompa di tiga hingga empat sungai yang langsung terhubung dengan laut. Wilayah barat memiliki lima akses ke laut, dan tiga di antaranya belum memiliki fasilitas vital itu. Balong dan Kandangan sudah memiliki pompa Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon menunggu giliran.

“Kita siapkan pintu air dan rumah pompa untuk wilayah-wilayah itu,” katanya.

Tanggul Laut: Rumit, Mahal, dan Tidak Semua Wilayah Membutuhkannya

Setelah meninjau kondisi di lapangan, Syamsul menyimpulkan tanggul laut belum bisa berjalan penuh. Selain rumit, tidak semua pesisir Surabaya membutuhkannya.

Ia mencontohkan wilayah barat yang sebenarnya sudah punya tanggul buatan dari pengembang. “Itu memang bukan tanggul laut, tapi cukup melindungi area dari air laut,” jelas Syamsul. Tanah di kawasan tersebut juga sudah lebih tinggi akibat proyek pergudangan. Kondisi ini membuat Pemkot lebih mudah merancang pengendalian air.

Bozem: Penampung Sementara yang Jadi Andalan

Satu lagi yang bekerja tanpa banyak publikasi bozem. Ketika hujan turun dan air laut sedang pasang, bozem menampung air dari daratan sementara. Setelah permukaan laut turun, air bisa mengalir keluar secara gravitasi, dibantu pompa agar pembuangan lebih cepat.

Surabaya memiliki tiga bozem raksasa Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan. Masing-masing menampung sekitar 80 ribu meter kubik air cukup untuk membuat satu kecamatan bernapas lega saat hujan deras.

“Kapasitasnya besar. Tinggal kita optimalkan pompanya,” tambah Syamsul.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Diuntungkan:

  • Pemkot Surabaya, yang bisa fokus pada proyek-proyek yang efeknya langsung terasa tanpa menunggu proses panjang seperti tanggul laut.
  • Pengembang dan kawasan industri di barat, karena sudah memiliki tanggul buatan dan tanah tinggi yang memperkecil dampak rob.
  • Warga di wilayah timur, yang sudah menikmati proteksi infrastruktur lengkap.

Dirugikan:

  • Warga di barat Surabaya yang masih harus menahan napas setiap kali laut pasang.
  • UMKM pinggir sungai yang makin sering menghentikan aktivitas karena air naik tiba-tiba.
  • Lingkungan pesisir yang membutuhkan solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal-sulam.

Pada Akhirnya…

Surabaya memilih strategi yang lebih cepat dan realistis, tapi keputusan ini menyisakan pertanyaan sampai kapan barat kota menunggu perlindungan yang setara?

Air laut tidak peduli prioritas anggaran. Ketika pasang datang, ia tidak menunggu kajian teknis atau rapat anggaran. Ia hanya datang secepat itu, setegas itu.

Pemkot boleh menunda tanggul, tetapi rob tidak pernah menunda kehadirannya. Dan seperti biasa, air selalu lebih jujur dari birokrasi. @teguh

Tags: Dampaksurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

Dian Punya IP 4.0, Tapi Sistem Bilang Keluarganya Tak Cukup Miskin

Dian Punya IP 4.0, Tapi Sistem Bilang Keluarganya Tak Cukup Miskin

by teguh
Agustus 16, 2026

Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dian 19 tahun itu meraih IP 4.0, pada semester pertama. Semester berikutnya, ia kembali mencatat...

Dituntut Rp25 Miliar, Armuji: Mending Buat Aspal Jalan

Dituntut Rp25 Miliar, Armuji: Mending Buat Aspal Jalan

by teguh
Agustus 9, 2026

Sengketa ruko masuk meja hukum. Armuji menjawab dengan bahasa yang lebih gampang dipahami warga jalan. Adi rmuji beserta beberapa jajarannya...

Next Post
Bumbu Tabur Menggumpal: Masalah Receh yang Menguji Kesabaran Kita

Bumbu Tabur Menggumpal: Masalah Receh yang Menguji Kesabaran Kita

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id