Tabooo.id: Sports – alam terasa berat di Indomilk Arena, Tangerang. Para pendukung Dewa United sempat berharap keajaiban ketika tim kesayangan mereka bangkit dari ketertinggalan. Namun ketika peluit panjang terdengar, papan skor menunjukkan angka 2-2.
Hasil itu terasa pahit. Bukan karena Dewa United gagal mencetak gol, tetapi karena skor tersebut tetap mengakhiri perjalanan mereka di AFC Challenge League 2025/2026.
Dominasi Awal yang Berujung Petaka
Dewa United langsung menekan sejak menit pertama. Lini tengah yang dipimpin Ricky Kambuaya mengatur tempo permainan dengan rapi. Para pemain mengalirkan bola cepat dari kaki ke kaki, sementara serangan sayap terus mencoba menembus pertahanan lawan.
Selama lebih dari setengah jam, Manila Digger hanya bertahan dan menunggu peluang serangan balik. Namun sepak bola sering menghukum tim yang terlalu percaya diri saat menyerang.
Pada menit ke-35, penyerang Manila Digger Pa Ousman Gai memanfaatkan serangan balik cepat. Ia berlari melewati dua bek Dewa United dan langsung menghadapi kiper Sonny Stevens.
Stevens mencoba menutup ruang tembak. Namun Gai tetap tenang. Ia menendang bola ke gawang yang terbuka dan membawa Manila unggul 1-0.
Gol itu langsung mengubah suasana stadion. Para pemain Dewa United mencoba membalas lewat beberapa peluang. Namun lini pertahanan Manila tetap disiplin hingga babak pertama berakhir.
Tekanan dan Kebangkitan
Babak kedua justru membawa pukulan baru bagi tuan rumah. Pada menit ke-52, Manila Digger menggandakan keunggulan melalui situasi bola mati. Kenji Nishioka mengirim tendangan bebas ke kotak penalti. Bek Modou Joff melompat tinggi dan menyundul bola dengan keras. Bola meluncur deras ke gawang dan mengubah skor menjadi 0-2.
Situasi itu memaksa Dewa United meningkatkan tempo permainan. Para pemain tuan rumah mulai menekan tanpa henti.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66. Egy Maulana Vikri mengirim tendangan bebas akurat ke kotak penalti. Striker Alex Martins Lowe menyambut umpan itu dengan sundulan tajam.
Gol tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Stadion kembali hidup.
Para pemain Dewa United terus menekan. Mereka mencoba memaksa pertahanan Manila melakukan kesalahan. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81.
Egy menusuk dari sisi kanan dan menciptakan kemelut di depan gawang. Bola sempat memantul sebelum Lowe menyambar peluang tersebut.
Gol kedua Lowe membuat skor berubah menjadi 2-2. Sorak-sorai suporter menggema di stadion.
Agregat yang Menghentikan Langkah
Sayangnya waktu tidak cukup bagi Dewa United untuk mencetak gol tambahan. Wasit meniup peluit panjang dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2. Namun agregat tetap berpihak pada Manila Digger.
Kemenangan 1-0 pada leg pertama membuat wakil Filipina itu unggul agregat 3-2. Dewa United harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini.
Meski begitu, malam di Tangerang tetap menunjukkan satu hal penting. Para pemain Dewa United memperlihatkan semangat juang luar biasa dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol. Kekalahan ini memang menyakitkan.
Namun perjuangan mereka di lapangan membuktikan satu hal tim ini belum kehilangan keberanian untuk terus bermimpi. @teguh




