Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jalan Santai Bukan Sekadar Jalan: Cara Banjar Legian Kulod Merawat Rasa Jadi “Kita”

by jeje
Maret 22, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id : Vibes – Pagi itu terasa berbeda. Bukan karena rutenya baru, tapi karena warganya benar-benar hadir. Jalan santai dalam rangka Tahun Baru Saka 1948 di Banjar Legian Kulod berubah jadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia jadi ruang untuk kembali merasa dekat.

Di tengah hidup yang makin sibuk, warga akhirnya punya alasan sederhana untuk keluar rumah, bertemu, dan saling menyapa.

Bukan Sekadar Jalan, Tapi Menjaga Ikatan

“Tujuan utamanya sederhana, tapi penting. Kami ingin menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan warga di Banjar Legian Kulod,” ujar I Nyoman Suma Nata, Kelian Banjar Legian Kulod.

Kalimat itu terdengar biasa. Tapi justru di situlah letak kejujurannya.

Kita sering hidup berdampingan, tapi jarang benar-benar terhubung. Jalan santai ini mengingatkan satu hal penting: kebersamaan tidak datang sendiri. Kita harus menciptakannya.

Ini Belum Selesai

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Lingkungan Sendiri, Rasa yang Lebih Dekat

Panitia tidak memilih lokasi jauh atau tempat “instagramable”. Mereka justru menggelar kegiatan ini di lingkungan banjar sendiri.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan banjar masing-masing. Kita ingin menunjukkan bahwa lingkungan kita sendiri sudah cukup untuk jadi tempat yang nyaman,” jelas I Nyoman Suma Nata.

Pesannya jelas. Kenyamanan tidak selalu datang dari tempat baru. Kadang, ia sudah ada di sekitar kita—tinggal kita hidupkan.

Di Balik Santai, Ada Kerja Nyata

Kegiatan ini terlihat ringan, tapi proses di baliknya tidak sesederhana itu.

Panitia harus menyusun waktu, mengajak warga yang sibuk, dan menyatukan banyak kepentingan. Mereka juga harus memastikan konsumsi, perlengkapan, dan kondisi teknis berjalan lancar.

Semua itu menunjukkan satu hal: kebersamaan tidak instan. Ia lahir dari kerja sama yang nyata.

Lebih dari Fisik, Ini Soal Rasa

Jalan santai ini bukan hanya soal kesehatan tubuh, tapi juga kesehatan sosial.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kebersamaan itu harus terus dijaga,” kata I Nyoman Suma Nata.

Pesan ini terasa relevan. Di era sekarang, menjaga hubungan sering kali lebih sulit daripada memulainya.

Kita mudah terhubung secara digital, tapi justru makin jarang benar-benar hadir secara nyata.

Harapan yang Tidak Berhenti di Hari Itu

Setelah kegiatan selesai, panitia tidak hanya bicara soal sukses acara.

Mereka berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, bahkan bisa lebih meriah ke depannya. Mereka juga ingin generasi muda ikut aktif, bukan sekadar hadir, tapi terlibat.

Karena banjar yang kuat tidak lahir dari acara besar semata. Ia tumbuh dari hubungan kecil yang terus dijaga.

Pada akhirnya, jalan santai ini bukan soal siapa yang paling cepat sampai.

Tapi soal siapa yang masih mau berjalan bersama. @jeje

Tags: balibanjar legian kuloddenpasarKutaLegian

Kamu Melewatkan Ini

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

by dimas
Oktober 15, 2026

Kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang memicu antrean panjang di SPBU. Pertamina menyebut keterlambatan bongkar muat kapal dan lonjakan permintaan...

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

by teguh
September 26, 2026

Bali punya banyak cara untuk memperkenalkan dirinya. Pura, gamelan, upacara adat, kain tradisional, hingga lanskap desa menjadi bagian dari identitas...

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

Gubernur Bali Deadline: Semua Papan Nama Wajib Pakai Aksara Bali Sebelum April 2027

by teguh
September 26, 2026

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Namun, setelah aturan penggunaan Aksara Bali berjalan sejak 2018, masih banyak papan nama usaha,...

Next Post
Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id