Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TikTok Gandeng Apple Music: Lagu Viral Kini Bisa Didengar Sampai Habis

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah tidak kamu membuka TikTok hanya “sebentar”, lalu satu jam tiba-tiba hilang begitu saja?, Awalnya cuma melihat video lucu. Beberapa detik kemudian muncul lagu yang enak didengar. Tanpa sadar kamu mulai bersenandung, meski belum tahu judulnya.

Biasanya setelah itu kamu keluar dari aplikasi, membuka layanan streaming musik, lalu mencoba mencari lagu tersebut. Proses seperti itu sekarang mungkin akan berubah.

Platform video pendek TikTok menghadirkan fitur baru bernama Play Full Song lewat kolaborasi dengan Apple Music. Lewat fitur ini, pengguna dapat mendengarkan lagu versi lengkap langsung dari TikTok tanpa perlu berpindah aplikasi.

Artinya, perjalanan dari “menemukan lagu” sampai “menikmati lagu sepenuhnya” kini terjadi dalam satu ekosistem.

Dari Potongan 15 Detik Jadi Lagu Utuh

Selama ini TikTok dikenal sebagai mesin viral musik paling kuat di internet.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Banyak lagu populer lahir dari potongan video pendek berdurasi 15 sampai 60 detik. Tren dance, meme, atau potongan cerita sering membuat sebuah lagu mendadak terkenal.

Masalahnya sederhana potongan lagu itu sering terlalu pendek. Pengguna mungkin menyukai satu bagian lagu di TikTok, tetapi belum tentu pernah mendengarkan lagu tersebut sampai selesai.

Di sinilah fitur Play Full Song berperan. Ketika pengguna menemukan lagu menarik di halaman FYP (For You Page), mereka dapat membuka detail musik di sudut video. Setelah itu akan muncul tombol Play Full Song. Begitu tombol ditekan, pemutar Apple Music langsung terbuka di dalam aplikasi TikTok.

Dengan cara ini, pengguna bisa menikmati lagu dari awal hingga akhir tanpa harus keluar dari aplikasi. Namun ada satu syarat penting. Fitur ini hanya tersedia bagi pengguna yang memiliki langganan Apple Music.

TikTok Semakin Menjadi “Rumah Musik”

Kolaborasi ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok berkembang dari sekadar platform hiburan menjadi salah satu mesin penemuan musik terbesar di dunia.

Banyak artis bahkan merancang strategi rilis lagu dengan mempertimbangkan TikTok terlebih dahulu. Lagu yang viral di platform ini hampir selalu mengalami lonjakan streaming di layanan musik.

Melalui fitur Play Full Song, TikTok memperpendek jarak antara viralitas dan konsumsi musik.

Teknologi di balik fitur tersebut menggunakan MusicKit, sistem milik Apple yang memungkinkan layanan Apple Music terhubung dengan aplikasi lain. Karena pemutaran tetap berlangsung melalui Apple Music, setiap streaming tetap dihitung sebagai pemutaran resmi.

Dengan demikian, artis dan pemegang hak cipta tetap memperoleh royalti dari lagu yang diputar.

Selain Play Full Song, kedua perusahaan juga memperkenalkan fitur baru bernama Listening Party dan ini Konsepnya cukup menarik.

Penggemar dapat bergabung dalam satu ruang virtual untuk mendengarkan lagu yang sama secara bersamaan. Selama sesi berlangsung, mereka bisa berinteraksi secara langsung satu sama lain.

Musisi bahkan dapat ikut bergabung untuk berbincang dengan penggemarnya. Model pengalaman ini mengingatkan pada ruang audio sosial seperti X Spaces atau komunitas musik digital lainnya.

Musik Kini Jadi Pengalaman Sosial

Perubahan ini mencerminkan tren besar dalam cara orang menikmati musik.

Di masa lalu, orang mendengarkan lagu secara pribadi di kamar, di perjalanan, atau lewat headphone. Kini musik semakin menjadi pengalaman sosial.

Kamu menemukan lagu dari video orang lain. Tren dance membuat banyak orang memakai lagu yang sama. Komunitas digital kemudian membicarakan lagu tersebut di berbagai platform.

Platform seperti TikTok membuat musik terasa seperti percakapan digital.

Sebuah lagu tidak hanya diputar, tetapi juga ditafsirkan lewat meme, video kreatif, dan komentar pengguna. Tidak heran jika industri musik semakin serius memperhatikan media sosial.

Di era digital, popularitas lagu sering tidak lagi dimulai dari radio atau televisi. Justru sebuah video pendek di FYP sering menjadi titik awal ledakan popularitas.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Fitur Play Full Song mungkin terlihat seperti perubahan kecil. Namun sebenarnya fitur ini menandai sesuatu yang lebih besar batas antara media sosial dan platform musik semakin tipis.

Hari ini kamu membuka TikTok untuk hiburan. Besok kamu mungkin juga mendengarkan album penuh di sana.

Bagi pengguna, hal ini membuat pengalaman lebih praktis karena semuanya tersedia dalam satu aplikasi. Di sisi lain, ada satu pertanyaan menarik yang patut dipikirkan.

Ketika video, musik, dan komunitas digital berkumpul di satu tempat, apakah kita benar-benar menikmati lagu lebih dalam atau justru semakin sulit berhenti melakukan scrolling?. @teguh

Tags: AppleFiturFYPHeadphoneKomunitasPlatformroyaltiRuangTikTok

Kamu Melewatkan Ini

Meriam, Peluru Gagal, Pengetahuan Dikirim: Cara Aceh Dirobohkan dari Dalam

Meriam, Peluru Gagal, Pengetahuan Dikirim: Cara Aceh Dirobohkan dari Dalam

by teguh
April 27, 2026

Aceh, 1873–1904. Ketika meriam, kapal perang, dan ribuan serdadu gagal menundukkan tanah rencong, Belanda segera mengubah strategi. Mereka tak lagi...

Negeri Konsumen: Kenapa Kita Hebat Belanja, Tapi Minim Pencipta?

Indonesia Raja Checkout, Tapi Kenapa Masih Kekurangan Pencipta Teknologi?

by teguh
April 25, 2026

Indonesia sibuk bertransaksi di marketplace, aktif di media sosial, dan cepat mengikuti tren aplikasi baru. Namun di balik gegap gempita...

Apple Buka 5 Developer Institute di Indonesia, Anak Muda Siap Naik Kelas

Apple Buka 5 Developer Institute di Indonesia, Anak Muda Siap Naik Kelas

by teguh
Mei 8, 2026

Apple membuka lima Developer Institute di Indonesia pada 21/04/2026. Program ini memberi jalan bagi anak muda untuk mencipta teknologi sendiri....

Next Post
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Kasus Narkoba di Rutan Salemba

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Kasus Narkoba di Rutan Salemba

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id