Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Kasus Narkoba di Rutan Salemba

by dimas
Maret 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Kemayoran memanas pada Kamis (12/3/2026). Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni. Jaksa menuntut aktor tersebut dengan hukuman sembilan tahun penjara karena diduga mengedarkan narkotika dari dalam Rutan Salemba. Pada saat yang sama, lima terdakwa lain juga mendengarkan tuntutan mereka.

Fakta Tuntutan

Jaksa menilai Ammar dan rekan-rekannya melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024. Dalam perkara ini, para terdakwa diduga menawarkan, menjual, serta menjadi perantara jual beli narkotika golongan I berbentuk bukan tanaman dengan berat lebih dari lima gram.

Selain itu, jaksa menilai tindakan tersebut meresahkan masyarakat. Peredaran narkotika juga berpotensi merusak generasi muda. Karena itu, jaksa menegaskan bahwa aktivitas tersebut bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas narkoba.

Jaksa juga menyoroti riwayat hukum Ammar. Pengadilan di Jakarta sebelumnya telah menjatuhkan hukuman kepada Ammar dalam tiga perkara narkotika yang berbeda.

Selama persidangan berlangsung, Ammar menunjukkan sikap sopan. Jaksa kemudian menyusun tuntutan berdasarkan fakta persidangan serta barang bukti yang muncul di ruang sidang. Polisi menyita paket sabu, lintingan ganja, timbangan digital, serta sejumlah uang yang diduga terkait transaksi narkotika.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Peredaran Narkoba di Rutan

Penyidik menemukan bahwa Ammar menyimpan narkotika di ruang pribadinya di rutan. Setelah itu, ia memberikan sebagian barang tersebut kepada empat terdakwa lain. Mereka kemudian mengedarkan narkotika tersebut di dalam rutan.

Selain itu, penyidik mengungkap bahwa jaringan peredaran tersebut mulai beroperasi sejak 31 Desember 2024. Catatan penegak hukum juga menunjukkan bahwa Ammar telah empat kali terjerat kasus narkotika sejak 2017 hingga 2025.

Reaksi Ammar dan Rekan Terdakwa

Ketika jaksa membacakan tuntutan, Ammar menundukkan kepala cukup lama. Setelah itu, ia berbicara singkat dengan kuasa hukumnya, Jon Matias. Ia juga berdiskusi dengan Dokter Kamelia sebelum sidang berakhir.

Sementara itu, lima terdakwa lain terlihat tenang. Mereka keluar dari ruang sidang tanpa memberikan komentar kepada wartawan.

Sepanjang persidangan, Ammar tampil lebih pendiam dibanding biasanya. Ia jarang menjawab pertanyaan wartawan dan lebih sering menunduk. Sikap tersebut berbeda dengan citra publiknya yang selama ini dikenal ramah di hadapan media.

Dampak Hukum dan Sosial

Kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa peredaran narkoba bukan sekadar masalah pribadi. Jaringan narkotika dapat mengancam keamanan masyarakat sekaligus merusak generasi muda.

Selain itu, figur publik yang terjerat kasus narkoba juga menghadapi risiko besar terhadap reputasi mereka. Pemerintah terus menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku peredaran narkotika. Pada saat yang sama, masyarakat terus mengawasi jalannya proses hukum serta menilai efektivitas pengawasan di dalam rutan.

Refleksi

Kasus Ammar Zoni menunjukkan bahwa popularitas tidak mampu melindungi seseorang dari jeratan hukum. Setiap orang tetap harus bertanggung jawab atas tindakannya, meski berada di bawah sorotan publik.

Karena itu, hukum tetap berjalan tanpa pandang bulu. Ketenaran tidak membuat seseorang kebal terhadap dampak narkoba. Reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun juga dapat runtuh hanya dalam satu putusan pengadilan. @dimas

Tags: FigurGenerasi MudaHukumanJakarta PusatKasusKeamanan NegaraKriminal & HukumnarkobaNarkotikaNasionalPemberantasanPenjaraPeredaranPNPolisiSidangSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

by teguh
Juni 6, 2026

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah patung Mahapatih Gajah Mada berdiri tegak di salah...

Budaya Tidak Hilang, Kita yang Membiarkannya Mati

Budaya Tidak Hilang, Kita yang Membiarkannya Mati

by dimas
Juni 3, 2026

Budaya tidak selalu hilang karena modernisasi. Ancaman terbesar justru muncul ketika hubungan antar generasi terputus dan tidak ada lagi yang...

Next Post
Kuota Haji dan Hukum: Yaqut Cholil Qoumas Resmi Jadi Tahanan

Kuota Haji dan Hukum: Yaqut Cholil Qoumas Resmi Jadi Tahanan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id