Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru, raksasa di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukan aktivitas vulkanik signifikan, Senin (2/2/2026) malam. Tepat pukul 19.21 WIB, letusan terlihat membumbung setinggi 1.000 meter di atas puncak, atau 4.676 meter di atas permukaan laut, menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.
Lava pijar mengalir menuruni lereng, sementara abu berwarna putih hingga kelabu menyebar ke utara dengan intensitas sedang. Aktivitas ini masih berlangsung saat laporan dibuat.
Letusan Beruntun dalam Satu Jam
Hanya satu jam kemudian, pukul 20.48 WIB, Gunung Semeru kembali meletus dengan tinggi kolom abu 800 meter (4.476 MDPL). Tidak lama berselang, pukul 20.54 WIB, tercatat erupsi ketiga dengan tinggi 500 meter (4.176 MDPL).
Setiap letusan menyebarkan abu dan lava pijar, mengingatkan bahwa Semeru tetap berada di status Siaga, Level III.
Ancaman bagi Warga dan Aktivitas Sosial
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar itu, penduduk harus menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran Besuk Kobokan, karena awan panas dan lahar dapat menjangkau hingga 17 kilometer. Zona rawan juga mencakup radius 5 kilometer dari kawah akibat risiko lontaran batu pijar.
Potensi bahaya tidak hanya terbatas pada sungai utama. Anak-anak sungai dan lembah di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga berisiko. Ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar mengintai siapa pun yang berada dekat puncak.
Akibatnya, warga di kaki Semeru, terutama yang bergantung pada pertanian dan perdagangan lokal, menjadi pihak paling terdampak. Kerugian ekonomi dapat muncul jika lahan pertanian tertimbun abu atau akses transportasi terganggu akibat material vulkanik.
Refleksi: Alam Tak Pernah Pilih-pilih
Semeru kembali mengingatkan bahwa alam tidak pandang bulu. Ancaman letusan menimpa siapa pun yang berada di jalur aliran lava dan abu, baik petani, pedagang, maupun wisatawan.
Di tengah pesona gunung yang menjadi ikon Jawa Timur, terkadang keindahan dan bahaya berjalan berdampingan. Masyarakat harus tetap waspada. Kesadaran kolektif menjaga jarak aman dari puncak menjadi satu-satunya “asuransi” yang bisa diandalkan.
Bagi warga yang menonton dari kejauhan atau mengikuti berita melalui gadget, Semeru menyisakan pesan tegas alam selalu lebih cepat bertindak daripada birokrasi, dan kewaspadaan adalah kunci utama. @dimas




