Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Kembali Erupsi, Hujan Abu Selimuti Permukiman Warga Lumajang

by dimas
Maret 10, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Erupsi Gunung Semeru kembali mengguncang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Luncuran awan panas dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memicu hujan abu yang mulai dirasakan warga di Kecamatan Pasrujambe pada Selasa (10/3/2026).

Laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi terjadi dengan luncuran awan panas sejauh sekitar 3 kilometer dari puncak. Letusan tersebut berlangsung selama 4 menit 59 detik dengan amplitudo maksimal 12 milimeter. Dari kawah, kolom asap juga membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Hujan Abu Turun Saat Malam Hari

Warga Pasrujambe mulai merasakan hujan abu sejak waktu maghrib. Festi, salah satu warga setempat, mengatakan abu vulkanik mulai turun sekitar pukul 18.15 WIB.

Meski sulit terlihat karena kondisi gelap, butiran abu tetap terasa jelas ketika jatuh ke permukaan tanah dan atap rumah.

“Hujan abu lumayan deras, tapi tidak kelihatan karena sudah gelap. Tapi terasa sekali,” ujar Festi.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Abu vulkanik yang turun perlahan membuat sebagian warga mulai membersihkan halaman dan menutup ventilasi rumah agar debu tidak masuk ke dalam ruangan.

Keluhan Batuk Mulai Muncul di Permukiman

Beberapa warga menyebut hujan abu sebenarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Intensitasnya sempat lebih tebal pada hari sebelumnya.

Riffa, warga Pasrujambe lainnya, mengatakan sejumlah warga mulai mengeluhkan batuk dan pilek. Ia menduga keluhan itu muncul akibat paparan abu vulkanik yang terbawa angin ke permukiman.

“Lebih deras kemarin. Kalau dampak sekarang banyak yang batuk warga sini,” katanya.

Kondisi ini biasanya menjadi gejala awal di wilayah yang terkena hujan abu. Partikel abu vulkanik yang sangat halus mudah terhirup dan bisa memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

BPBD Minta Warga Gunakan Masker

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugrogo, mengimbau masyarakat agar melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah. Ia meminta warga memakai masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Hujan abu ini dampak erupsi Semeru. Warga sebaiknya memakai masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Isnugrogo.

Saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Bagi masyarakat Lumajang, erupsi Semeru bukan peristiwa baru. Namun setiap letusan selalu membawa kecemasan yang sama: abu yang jatuh di halaman rumah mungkin terlihat ringan, tetapi bagi warga yang hidup di lereng gunung, ia selalu menjadi pengingat bahwa alam tidak pernah benar-benar tidur. @dimas

Tags: Awan PanasbencanaBPBDerupsiGunung SemeruHujan AbuJawa TimurLumajangPVMBGsiaga

Kamu Melewatkan Ini

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

by teguh
Oktober 8, 2026

5.400 pekerja Jatim tercatat terdampak PHK hingga 01/09/2026. Satgas PHK pencegahan kini disiapkan. Pertanyaannya kenapa alarm baru terdengar setelah asap...

Next Post
Mengenal Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Profil Mojtaba Khamenei: Dari Putra Pemimpin Iran ke Penguasa Teheran

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id