Sabtu, Juni 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru “Batuk” 36 Kali dalam 6 Jam, Seberapa Siap Warga Bertahan?

by sigit
November 21, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan amarahnya. Dalam rentang enam jam, Jumat (21/11/2025), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan 36 letusan. Di tengah kabut pekat dan cuaca mendung, warga di sekitar lereng diimbau bersiap menghadapi ancaman lahar hujan yang bisa muncul kapan saja.


Data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur mencatat aktivitas yang intens sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. “Teramati 1 kali letusan dengan asap berwarna putih kelabu setinggi 200 meter ke arah tenggara,” ujar Petugas PPGA Semeru, Wahyu Wijayanto, dalam keterangan tertulis.

Tak hanya letusan, ada pula 4 kali guguran dan 4 kali embusan, dengan amplitudo gempa letusan mencapai 8–36 milimeter. Sayangnya, dari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, gunung tak tampak sama sekali tertutup kabut tebal seperti tirai yang menyembunyikan ancaman.

Cuaca di sekitar lereng makin memperburuk situasi: mendung gelap, gerimis turun berkali-kali, dan potensi hujan lebat terus membayangi. Kondisi ini jadi alarm keras bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami mengingatkan warga akan risiko banjir lahar hujan. Cuaca sudah gelap dan berisiko tinggi terjadi hujan,” tegas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa Kepung DPR/MPR RI, Tritura 2026 Kembali Menggema dari Senayan

Mahasiswa Tagih Janji DPR: Bicara Mudah, Buktinya Mana?

Yudhi menekankan beberapa larangan keras:

  • Tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak kawah.
  • Tidak berada di sepanjang aliran lahar hingga 20 km dari puncak.
  • Menjauhi sungai yang berhulu ke Semeru minimal 500 meter dari tepiannya.

“Status Gunung Semeru masih Level IV Awas. Kami harap warga mematuhi rekomendasi keselamatan PVMBG,” ujarnya.


Karena banjir lahar hujan bukan hanya ancaman bagi warga Lumajang; ini soal kesiapan menghadapi bencana yang bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Informasi cepat dan akurat membantu kita memahami risiko, menghindari misinformasi, dan memastikan keputusan yang kita ambil dari perjalanan hingga bantuan berdasarkan kenyataan lapangan, bukan rumor.


Semeru kembali bicara keras, dan warga harus lebih keras menjaga nyawanya. Pada akhirnya, yang paling menakutkan bukanlah letusannya, melainkan kelalaian kita membaca tanda-tandanya jadi, seberapa siap kita jika alam kembali mengetuk pintu? (sig)

Tags: Awan PanasbencanaerupsiJawa TimurLumajangsemeru

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Tumpukan Uang ‘Sewa’: Visual Heboh, Substansi Kemana?

Tumpukan Uang ‘Sewa’: Visual Heboh, Substansi Kemana?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id