Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tumpukan Uang ‘Sewa’: Visual Heboh, Substansi Kemana?

by Anisa
November 21, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – Drama “tumpukan uang” KPK kembali memantik tanda tanya publik. Bukan soal jumlahnya Rp 300 miliar melainkan fakta bahwa uang yang dipamerkan dalam konferensi pers ternyata bukan uang sitaan yang asli, melainkan pinjaman bank. KPK pun buru-buru meluruskan: uang rampasan tak pernah disimpan di Gedung Merah Putih, melainkan dititipkan di bank. Lalu, kenapa harus meminjam uang untuk dipamerkan?


Kisah ini bermula pada konferensi pers kasus investasi fiktif PT Taspen, Kamis (20/11/25). Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu menjelaskan bahwa uang rampasan terkait kasus tersebut sudah ditransfer ke PT Taspen. Karena itu, untuk keperluan visualisasi di panggung konferensi pers, KPK meminjam Rp 300 miliar dari BNI Mega Kuningan.

“Masalah peminjaman uang ini, kita minjam tadi pagi jam 10.00 WIB… kita mohon dipinjamin uang Rp 300 miliar,” kata Leo. Uang itu dibawa ke KPK dengan pengawalan ketat, lalu dikembalikan ke bank pada sore hari. Semua berlangsung seperti prosedur logistik super glamor padahal ini perkara hukum.

Pernyataan itu sontak membuat publik bingung. Ada yang menyangka KPK “meminjam” uang rampasan palsu. Ada yang menuduh ini pertunjukan simbolik semata. Karena itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pada Jumat (21/11/25) bahwa uang rampasan tidak pernah disimpan di gedung KPK. Semua dana hasil penindakan dititipkan di bankuntuk keamanan dan akuntabilitas.

Pertanyaannya: mengapa perlu pamer uang fisik jika semua transaksi bisa dibuktikan lewat dokumen resmi?Dalam era digital, gesture simbolik seperti ini malah menimbulkan kesan bahwa keberhasilan hukum perlu “panggung” seolah pencapaian hukum harus terlihat catchy, estetik, dan bisa viral.

Ini Belum Selesai

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Publik pun mulai bertanya: apakah ini tentang penegakan hukum, atau sekadar seremonial? Ketika keberhasilan diukur dari visual, bukan substansi, kita terjebak pada ilusi kerja keras. Padahal, yang dicari masyarakat adalah kepastian keadilan, bukan tumpukan uang yang harus kembali ke box penyimpanan sebelum pukul empat sore.

Karena ini bukan sekadar soal pinjaman uang, tetapi soal transparansi institusi penegak hukum. Ketika lembaga sekelas KPK perlu memberi penjelasan berlapis atas satu aksi panggung, publik berhak memastikan apakah proses penegakan hukum berjalan apa adanya atau hanya apa yang ingin ditampilkan.

Di tengah drama visual dan klarifikasi, satu pertanyaan tetap menggantung: jika keadilan harus dibuktikan lewat pameran uang pinjaman, apa kabar esensi penegakan hukumnya? (sig)

Tags: bankKontenKPKPenegakan Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

by teguh
Oktober 18, 2026

Aroma buah tidak menjamin cairan vape aman. Di balik kemasan yang tampak biasa, aparat menghadapi tantangan untuk membedakan produk legal...

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

by dimas
Oktober 18, 2026

Karhutla di Dharmasraya padam, tetapi tanaman sawit tumbuh di kawasan hutan seluas 5,9 hektare. Polisi menelusuri dugaan pelanggaran dan pihak...

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Next Post
Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id