Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tumpukan Uang ‘Sewa’: Visual Heboh, Substansi Kemana?

by sigit
November 21, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Drama “tumpukan uang” KPK kembali memantik tanda tanya publik. Bukan soal jumlahnya Rp 300 miliar melainkan fakta bahwa uang yang dipamerkan dalam konferensi pers ternyata bukan uang sitaan yang asli, melainkan pinjaman bank. KPK pun buru-buru meluruskan: uang rampasan tak pernah disimpan di Gedung Merah Putih, melainkan dititipkan di bank. Lalu, kenapa harus meminjam uang untuk dipamerkan?


Kisah ini bermula pada konferensi pers kasus investasi fiktif PT Taspen, Kamis (20/11/25). Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu menjelaskan bahwa uang rampasan terkait kasus tersebut sudah ditransfer ke PT Taspen. Karena itu, untuk keperluan visualisasi di panggung konferensi pers, KPK meminjam Rp 300 miliar dari BNI Mega Kuningan.

“Masalah peminjaman uang ini, kita minjam tadi pagi jam 10.00 WIB… kita mohon dipinjamin uang Rp 300 miliar,” kata Leo. Uang itu dibawa ke KPK dengan pengawalan ketat, lalu dikembalikan ke bank pada sore hari. Semua berlangsung seperti prosedur logistik super glamor padahal ini perkara hukum.

Pernyataan itu sontak membuat publik bingung. Ada yang menyangka KPK “meminjam” uang rampasan palsu. Ada yang menuduh ini pertunjukan simbolik semata. Karena itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pada Jumat (21/11/25) bahwa uang rampasan tidak pernah disimpan di gedung KPK. Semua dana hasil penindakan dititipkan di bankuntuk keamanan dan akuntabilitas.

Pertanyaannya: mengapa perlu pamer uang fisik jika semua transaksi bisa dibuktikan lewat dokumen resmi?Dalam era digital, gesture simbolik seperti ini malah menimbulkan kesan bahwa keberhasilan hukum perlu “panggung” seolah pencapaian hukum harus terlihat catchy, estetik, dan bisa viral.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Publik pun mulai bertanya: apakah ini tentang penegakan hukum, atau sekadar seremonial? Ketika keberhasilan diukur dari visual, bukan substansi, kita terjebak pada ilusi kerja keras. Padahal, yang dicari masyarakat adalah kepastian keadilan, bukan tumpukan uang yang harus kembali ke box penyimpanan sebelum pukul empat sore.

Karena ini bukan sekadar soal pinjaman uang, tetapi soal transparansi institusi penegak hukum. Ketika lembaga sekelas KPK perlu memberi penjelasan berlapis atas satu aksi panggung, publik berhak memastikan apakah proses penegakan hukum berjalan apa adanya atau hanya apa yang ingin ditampilkan.

Di tengah drama visual dan klarifikasi, satu pertanyaan tetap menggantung: jika keadilan harus dibuktikan lewat pameran uang pinjaman, apa kabar esensi penegakan hukumnya? (sig)

Tags: bankKontenKPKPenegakan Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

Polri Pasca-Reformasi: Antara Institusi Sipil dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Polri Pasca-Reformasi: Antara Institusi Sipil dan Bayang-Bayang Kekuasaan

by dimas
Mei 10, 2026

Polri pasca reformasi 1998 berdiri sebagai simbol perubahan besar dari institusi bercorak militeristik menuju kepolisian sipil yang diharapkan lebih profesional,...

Next Post
Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id