Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tumpukan Uang ‘Sewa’: Visual Heboh, Substansi Kemana?

by sigit
November 21, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Drama “tumpukan uang” KPK kembali memantik tanda tanya publik. Bukan soal jumlahnya Rp 300 miliar melainkan fakta bahwa uang yang dipamerkan dalam konferensi pers ternyata bukan uang sitaan yang asli, melainkan pinjaman bank. KPK pun buru-buru meluruskan: uang rampasan tak pernah disimpan di Gedung Merah Putih, melainkan dititipkan di bank. Lalu, kenapa harus meminjam uang untuk dipamerkan?


Kisah ini bermula pada konferensi pers kasus investasi fiktif PT Taspen, Kamis (20/11/25). Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu menjelaskan bahwa uang rampasan terkait kasus tersebut sudah ditransfer ke PT Taspen. Karena itu, untuk keperluan visualisasi di panggung konferensi pers, KPK meminjam Rp 300 miliar dari BNI Mega Kuningan.

“Masalah peminjaman uang ini, kita minjam tadi pagi jam 10.00 WIB… kita mohon dipinjamin uang Rp 300 miliar,” kata Leo. Uang itu dibawa ke KPK dengan pengawalan ketat, lalu dikembalikan ke bank pada sore hari. Semua berlangsung seperti prosedur logistik super glamor padahal ini perkara hukum.

Pernyataan itu sontak membuat publik bingung. Ada yang menyangka KPK “meminjam” uang rampasan palsu. Ada yang menuduh ini pertunjukan simbolik semata. Karena itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pada Jumat (21/11/25) bahwa uang rampasan tidak pernah disimpan di gedung KPK. Semua dana hasil penindakan dititipkan di bankuntuk keamanan dan akuntabilitas.

Pertanyaannya: mengapa perlu pamer uang fisik jika semua transaksi bisa dibuktikan lewat dokumen resmi?Dalam era digital, gesture simbolik seperti ini malah menimbulkan kesan bahwa keberhasilan hukum perlu “panggung” seolah pencapaian hukum harus terlihat catchy, estetik, dan bisa viral.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Publik pun mulai bertanya: apakah ini tentang penegakan hukum, atau sekadar seremonial? Ketika keberhasilan diukur dari visual, bukan substansi, kita terjebak pada ilusi kerja keras. Padahal, yang dicari masyarakat adalah kepastian keadilan, bukan tumpukan uang yang harus kembali ke box penyimpanan sebelum pukul empat sore.

Karena ini bukan sekadar soal pinjaman uang, tetapi soal transparansi institusi penegak hukum. Ketika lembaga sekelas KPK perlu memberi penjelasan berlapis atas satu aksi panggung, publik berhak memastikan apakah proses penegakan hukum berjalan apa adanya atau hanya apa yang ingin ditampilkan.

Di tengah drama visual dan klarifikasi, satu pertanyaan tetap menggantung: jika keadilan harus dibuktikan lewat pameran uang pinjaman, apa kabar esensi penegakan hukumnya? (sig)

Tags: bankKontenKPKPenegakan Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

by teguh
Juni 30, 2026

Pemerintah mulai memperkuat benteng antikorupsi sebelum proyek-proyek hilirisasi bergulir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk...

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Tifa Resmi ke Jaksa

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Tifa Resmi ke Jaksa

by dimas
Juni 23, 2026

Kasus ijazah Jokowi memasuki babak baru. Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma resmi dilimpahkan ke jaksa setelah berkas dinyatakan lengkap. Tabooo.id:...

Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan, Perang Narasi Berujung Proses Hukum

Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan, Perang Narasi Berujung Proses Hukum

by dimas
Juni 19, 2026

Roy Suryo dan dr Tifa ditahan Polda Metro Jaya setelah berkas perkara kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah...

Next Post
Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Gelar Tinggi, Gengsi Lebih Tinggi?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id