Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sanae Takaichi: “Iron Lady 2.0” Siap Pimpin Jepang

by Tabooo
Oktober 4, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id – Global: Jepang bersiap menyambut babak baru dalam sejarah politiknya. Sanae Takaichi, 64 tahun, resmi terpilih sebagai pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Sabtu (4/10/2025). Jika disahkan oleh parlemen, ia akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang.

Dalam pemilihan internal LDP, Takaichi mengalahkan dua pesaingnya: Shinjiro Koizumi, politisi muda berusia 44 tahun yang membawa semangat perubahan generasi, dan Yoshimasa Hayashi, sosok senior berpengalaman namun dinilai kurang karisma. Dengan dominasi LDP di parlemen, jalan Takaichi menuju kursi perdana menteri praktis terbuka lebar.

Namun di balik kemenangan itu, Jepang juga menghadapi turbulensi politik. Takaichi akan menjadi pemimpin kelima dalam lima tahun terakhir, mencerminkan ketidakstabilan yang masih membayangi partai penguasa di tengah inflasi tinggi dan skandal dana politik.

Sebagai politikus konservatif garis keras, Takaichi dikenal lantang dalam isu keamanan dan nasionalisme. Mantan menteri keamanan ekonomi ini vokal mengkritik China dan sering menimbulkan kontroversi karena kunjungannya ke Kuil Yasukuni, simbol masa lalu militerisme Jepang. Meski begitu, kali ini ia terlihat menahan retorika kerasnya demi memperluas dukungan.

Julukan “Iron Lady 2.0” melekat padanya, mengingat gaya kepemimpinan yang tegas dan kekagumannya pada Margaret Thatcher. Namun, banyak pengamat menilai Takaichi tidak sepenuhnya membawa agenda kesetaraan gender.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

“Walaupun terpilihnya dia merupakan langkah maju bagi partisipasi perempuan dalam politik, dia tidak menunjukkan keinginan kuat untuk menantang norma-norma patriarkal,” ujar Sadafumi Kawato, profesor emeritus Universitas Tokyo, dikutip AFP.

Meski dikenal menolak reformasi hukum pernikahan yang membatasi hak perempuan untuk mempertahankan nama keluarga, Takaichi berjanji akan meningkatkan jumlah menteri perempuan hingga “setara dengan negara-negara Nordik.” Janji itu muncul di tengah sorotan global terhadap kesenjangan gender Jepang, yang berada di peringkat ke-118 dari 148 negara versi World Economic Forum 2025.

Secara ekonomi, Takaichi menegaskan akan melanjutkan semangat Abenomics, kebijakan ekonomi mendiang Shinzo Abe yang menjadi mentornya. Ia mendorong pelonggaran moneter dan belanja fiskal besar-besaran, meski ekonom menilai langkah itu bisa mengguncang pasar keuangan.

Selain itu, Takaichi berjanji memperketat aturan terhadap pengaruh ekonomi asing dan tak segan menuntut renegosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat.

“Saya tidak akan ragu mendorong pembicaraan ulang dengan AS jika kesepakatan dianggap merugikan atau tidak adil bagi Jepang,” tegas Takaichi.

Babak baru politik Jepang pun dimulai. Pertanyaannya, apakah “Iron Lady 2.0” ini akan jadi simbol kemajuan atau sekadar wajah baru dari politik lama Jepang? @tabooo

Tags: GlobalInternasionalJepangNewsPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

by dimas
Agustus 18, 2026

Prabowo, Jokowi, dan Gibran duduk bersama di Istana saat HUT ke-81 RI. Protokol kenegaraan atau pesan politik di tengah isu...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Next Post
P Diddy atau Sean "Diddy" Combs

Diddy Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara, Akhir Sang Raja Hip-Hop?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id