Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Saat Terorisme Bergerak Cepat, Peran TNI Masih Muter di Meja Rapat

by dimas
Februari 9, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan terorisme seperti aplikasi yang rajin pembaruan. Polanya berubah cepat, fiturnya makin kompleks, dan ancamannya makin sulit ditebak. Sementara itu, negara terus memutar draf aturan yang selalu disebut hampir selesai, tetapi tak pernah benar-benar tiba di garis akhir. Setiap pembahasan berujung pada satu kesimpulan klasik: perlu rapat lanjutan.

Gambaran itu muncul ketika Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbicara soal rencana pengaturan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan terorisme. Pemerintah, kata dia, masih menimbang banyak aspek dan belum mengambil keputusan final.

Dua Kata Favorit Negara: “Sedang Dibicarakan”

Di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026), Prasetyo menegaskan pemerintah masih membahas peran TNI dalam kontra-terorisme. Pemerintah ingin memastikan pembagian tugas, fungsi, dan skala kewenangan tetap proporsional.

“Sedang dibicarakan,” tegas Prasetyo.

Dua kata ini terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat lentur. Kalimat itu bisa menandai diskusi awal, tetapi juga bisa menandai pembahasan yang berputar tanpa tenggat. Prasetyo kemudian mengaitkan proses ini dengan argumen utama pemerintah: dunia terorisme terus berkembang dan menuntut respons baru.

Ini Belum Selesai

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

Jika ancaman bergerak cepat, aturan memang harus menyesuaikan. Publik kini menunggu arah penyesuaian itu.

Isu Besar, Tapi Belum Duduk di Meja Utama

Prasetyo juga menjelaskan bahwa rapat pimpinan TNI dan Polri bersama Presiden Prabowo pagi itu tidak membahas pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Pemerintah memisahkan isu tersebut dari agenda rapat.

Akibatnya, isu ini berada di sekitar Istana, tetapi belum masuk ke meja utama pengambilan keputusan. Topiknya besar, dampaknya luas, namun pemerintah menundanya untuk dibahas di forum lain.

Masyarakat Sipil Menarik Rem Darurat

Di luar Istana, koalisi masyarakat sipil langsung bereaksi. Mereka menolak rencana pengaturan peran TNI dalam penanggulangan terorisme karena menilai kebijakan tersebut berisiko menggerus demokrasi, melanggar hak asasi manusia, dan melemahkan supremasi sipil.

Koalisi menyoroti satu frasa yang mereka anggap berbahaya “operasi lainnya”. Menurut mereka, frasa ini terlalu lentur dan membuka ruang tafsir tanpa batas. Hari ini frasa itu bisa merujuk pada terorisme, besok bisa melebar ke urusan lain yang sama sekali berbeda.

Publik pun mulai cemas. Mereka tidak menolak upaya keamanan, tetapi menolak kewenangan yang tumbuh tanpa pagar jelas.

Pemerintah Minta Waktu dan Ketenangan

Menanggapi kritik tersebut, Prasetyo meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Ia menegaskan pemerintah baru memulai pembahasan melalui surat presiden sebagai dasar diskusi awal, bukan sebagai aturan yang mengikat.

Prasetyo juga menekankan bahwa pemerintah belum berniat melibatkan TNI secara otomatis dalam setiap penanganan terorisme. Pemerintah hanya akan menggunakan skema itu pada kondisi tertentu.

Dengan pernyataan tersebut, Prasetyo mencoba menempatkan kebijakan ini sebagai wacana yang masih bergerak, bukan keputusan yang sudah terkunci.

Publik Bertanya, Negara Menimbang

Prasetyo kembali mengimbau publik agar tidak tenggelam dalam spekulasi. Ia mengajak semua pihak fokus pada substansi pembahasan.

Namun, dalam isu keamanan, publik memang terbiasa bertanya tentang dampak di masa depan. Pengalaman masa lalu membuat banyak orang waspada terhadap kebijakan yang memberi kewenangan luas tanpa batas jelas.

Ancaman Jalan Terus, Aturan Jalan Pelan

Pada akhirnya, pemerintah meminta waktu untuk merumuskan aturan yang dianggap tepat. Di saat yang sama, terorisme tidak menunggu hasil rapat atau draf final.

Di sinilah ironi kebijakan itu muncul. Ancaman bergerak cepat, sementara negara melangkah pelan sambil menimbang skala. Publik pun kembali mendengar kalimat paling aman di birokrasi sedang dibicarakan.

Kalimat ini mungkin terdengar menenangkan. Namun, dalam urusan keamanan, ketenangan tanpa kejelasan sering kali justru menambah rasa cemas. @dimas

Tags: DemokrasiHak Asasi ManusiaKeamanan NegaraKebijakanNegaraSipilSosial & PublikSupremasiTNI

Kamu Melewatkan Ini

Tiga Peserta Tewas, Latihan Militer Manajer Koperasi Dipertanyakan

Tiga Peserta Tewas, Latihan Militer Manajer Koperasi Dipertanyakan

by dimas
Juni 25, 2026

Tiga calon manajer koperasi meninggal saat latihan militer. Di balik duka, muncul pertanyaan besar tentang batas militerisme dalam ruang sipil....

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Next Post
Memanggil Orang Lebih Tua dengan Nama, Sopan atau Sekadar Kebiasaan?

Memanggil Orang Lebih Tua dengan Nama, Sopan atau Sekadar Kebiasaan?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id