Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Connie Bakrie: TNI Boleh Hadapi Terorisme Jika Polisi Tak Lagi Mampu

by Anisa
Januari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wacana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme kembali menghangat. Namun, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menegaskan satu garis tebal: TNI baru boleh turun tangan ketika ancaman sudah mencapai level ekstrem teroris bersenjata berat, terorganisir rapi, dan aparat kepolisian tidak lagi mampu mengendalikan situasi.

“Kalau polisi sudah tidak memadai kapasitasnya, barulah TNI masuk,” ujar Connie saat menanggapi Surat Presiden (Surpres) yang menjadi dasar pembahasan peran TNI dalam kontra-terorisme, Jumat (9/1/2026).

Dengan demikian, pesan Connie sebenarnya sederhana namun krusial. TNI bukan pemain utama, melainkan opsi terakhir. Sementara itu, kepolisian tetap memegang peran garda terdepan. Oleh karena itu, negara wajib memastikan ancaman yang muncul benar-benar nyata, bukan sekadar asumsi permanen yang justru mendorong pengerahan militer secara berlebihan.

Jangan Rutin, Bisa Berbahaya

Lebih jauh, Connie mengingatkan bahaya laten jika negara menjadikan pelibatan TNI sebagai instrumen rutin. Jika itu terjadi, dampaknya tidak sepele. Fungsi pertahanan negara bisa terdistorsi, reformasi sektor keamanan berisiko mundur, dan relasi sipil-militer kembali tergelincir ke wilayah abu-abu.

Di satu sisi, pendekatan keras dan cepat memang bisa menguntungkan negara dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, demokrasi, HAM, dan prinsip supremasi sipil justru berpotensi terkikis perlahan tanpa disadari publik.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Karena itu, Connie menekankan pelibatan TNI harus bersifat ad hoc, sementara, dengan mandat yang jelas serta batas waktu tegas. “Negara harus menentukan kasusnya apa, durasinya berapa lama, dan kapan operasi diakhiri. Begitu situasi kembali normal, TNI harus mundur,” tegasnya.

DPR Jangan Cuma Jadi Penonton

Selain pemerintah, Connie juga menyoroti peran DPR. Menurutnya, pengawasan sipil tidak boleh datang belakangan. Sebaliknya, DPR harus terlibat sejak awal proses, bukan hanya mengevaluasi setelah operasi selesai. Negara pun harus menuangkan keputusan secara tertulis dan eksplisit, alih-alih menyerahkannya pada diskresi operasional semata.

Lebih penting lagi, negara harus sejak awal merancang exit strategy setiap kali memutuskan melibatkan TNI. Tanpa itu, negara berisiko terjebak dalam keterlibatan berkepanjangan tanpa kejelasan arah dan batas.

Pada akhirnya, Connie menilai negara masih dapat menekan seluruh risiko tersebut jika negara mendasarkan pelibatan TNI pada eskalasi ancaman nyata dan mengaturnya secara ketat. Dengan pendekatan itu, negara tetap fleksibel, TNI tetap profesional, dan demokrasi tetap bernapas.

Sebab dalam urusan senjata dan kekuasaan, yang awalnya sementara sering berubah menjadi permanen terutama ketika negara lengah sejak awal. (red)

Tags: DemokrasiHAMPolisiPolriTNI

Kamu Melewatkan Ini

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan’

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan

by dimas
Oktober 17, 2026

Politik mahal mengancam demokrasi ketika uang menentukan akses kekuasaan. Simak risiko ketergantungan politik dan pentingnya transparansi dana kampanye. Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

by dimas
Oktober 6, 2026

Polri memperkenalkan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah Kapolri Suyudi Ario Seto. Mampukah slogan itu berubah menjadi budaya pelayanan? Tabooo.id...

Next Post
Presiden Jerman Tuding Kebijakan Luar Negeri AS Hancurkan Tatanan Dunia

Presiden Jerman Tuding Kebijakan Luar Negeri AS Hancurkan Tatanan Dunia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id