Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Saat Kebaya Turun ke Jalan: Kesetaraan Perempuan Diperjuangkan Lewat Budaya?

by dimas
April 20, 2026
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah arus modernisasi kota yang terus bergerak cepat, sekaligus di tengah perdebatan panjang tentang posisi perempuan dalam ruang publik, satu pertanyaan kembali muncul. Ketika kebaya tidak lagi sekadar busana, melainkan berubah menjadi pernyataan sikap, apakah ia masih sebatas perayaan budaya tahunan, atau justru telah berkembang menjadi bentuk perlawanan sosial yang lebih halus terhadap batas lama yang selama ini membatasi ruang perempuan?

Tabooo.id: Regional – Yogyakarta kembali menjadi sorotan dalam peringatan Hari Kartini. Pada Senin (20/4/2026), puluhan perempuan dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia bersama Paguyuban Onthel Djogjakarta menggelar kegiatan “Kartini Bersepeda Kembali” di kawasan Simpang Tugu, Yogyakarta. Mereka mengenakan kebaya dan bersepeda di ruang publik kota. Dengan demikian, aksi ini tidak hanya menghadirkan perayaan, tetapi juga membawa pesan tentang kesetaraan yang tumbuh dari budaya.

Simpang Tugu sore itu tidak lagi sekadar menjadi persimpangan lalu lintas. Sebaliknya, kawasan tersebut berubah menjadi ruang budaya yang hidup dan dinamis. Para perempuan berkebaya hadir bukan hanya untuk merayakan Hari Kartini, tetapi juga untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam. Dengan kata lain, mereka ingin menunjukkan bahwa kesetaraan dapat lahir dari tradisi tanpa harus meninggalkannya.

Di tengah padatnya arus kendaraan, para peserta bergerak bersama. Sebagian berjalan kaki, sementara sebagian lainnya bersepeda. Selain itu, kebaya berwarna-warni yang mereka kenakan memperkuat suasana yang terbentuk. Bahkan lebih jauh, kebaya tersebut berubah menjadi simbol identitas yang mereka bawa dengan rasa bangga dan kesadaran penuh.

Kebaya, Sepeda, dan Ruang Publik yang Dihidupkan Kembali

Kegiatan ini digagas oleh Paguyuban Onthel Djogjakarta bersama Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia. Oleh karena itu, dua elemen berbeda sepeda onthel dan kebaya Jawa dipertemukan dalam satu ruang makna. Di satu sisi, sepeda menghadirkan nostalgia. Di sisi lain, kebaya menghadirkan identitas budaya perempuan Jawa. Dengan demikian, keduanya menyatu dalam satu pesan yang sama perempuan berhak hadir dan bergerak di ruang publik.

Selain itu, lagu “Ibu Kita Kartini” turut menggema di tengah kegiatan. Tidak hanya itu, pembacaan puisi juga mengiringi momen tersebut. Melalui cara itu, para peserta kembali menghidupkan ingatan tentang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuka jalan kesetaraan bagi perempuan Indonesia.

Ini Belum Selesai

Cadangan Gas Raksasa di Indonesia: Siap Jadi Kekuatan Dunia atau Cuma Wacana?

Demi Untung, Semua Masuk? Dugaan Ikan Sapu-Sapu di Balik Siomay Murah

Lebih lanjut, seorang perempuan memimpin paduan suara di tengah keramaian Simpang Tugu. Suaranya menembus riuh kota. Karena itu, momen tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga penegasan bahwa ruang publik kini semakin terbuka bagi perempuan.

Kebaya sebagai Identitas yang Bergerak

Sementara itu, Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta, Margaretha Tinuk Suhartini (56), menegaskan bahwa kebaya tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisi. Sebaliknya, ia menyebut kebaya sebagai identitas yang terus hidup dan bergerak mengikuti perkembangan zaman.

“Kami memakai kebaya setiap hari. Selain itu, Kartini modern harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegas Margaretha.

Dengan pernyataan tersebut, ia menegaskan bahwa kebaya tidak lagi berhenti pada simbol seremoni. Justru sebaliknya, kebaya kini hadir di jalan, di komunitas, dan di ruang sosial sebagai bentuk ekspresi perempuan masa kini.

Dari Kraton hingga Orkestra Perempuan

Di sisi lain, semangat Hari Kartini juga terasa di lingkungan Kraton Yogyakarta. Yogyakarta Royal Orchestra menggelar latihan akhir di Gedung Sasono Hinggil Dwi Abad. Menariknya, hampir seluruh musisi yang terlibat adalah perempuan.

Mereka mengenakan kebaya hitam dengan kain batik. Oleh karena itu, suasana latihan terasa tidak hanya khidmat, tetapi juga kuat secara visual. Di balik alunan musik yang mereka siapkan, tersimpan pesan yang sama perempuan kini hadir secara penuh di ruang seni dan budaya.

Selain itu, para abdi dalem turut membantu proses persiapan. Mereka mengatur busana serta rambut para musisi. Dengan demikian, terlihat jelas pertemuan antara tradisi keraton dan semangat Kartini modern dalam satu ruang yang saling melengkapi.

Kartini Hari Ini, Bukan Sekadar Simbol

Pada akhirnya, Hari Kartini setiap 21 April selalu menjadi ruang refleksi. Namun demikian, di Yogyakarta, peringatan ini tidak berhenti pada seremoni. Sebaliknya, ia berkembang menjadi gerakan budaya yang hidup di ruang publik.

Kebaya, sepeda, musik, dan perempuan saling bertemu dalam satu ruang yang sama. Akibatnya, lahirlah narasi baru tentang kesetaraan yang tidak hanya dibicarakan, tetapi juga dijalankan secara nyata.

Dengan demikian, pertanyaan tentang Kartini hari ini tidak lagi berhenti pada sejarah masa lalu. Justru sebaliknya, pertanyaan itu bergerak ke masa kini dan masa depan.

Dan pada akhirnya, mungkin jawaban itu tidak tertulis dalam buku sejarah. Namun demikian, jawaban itu sedang berputar pelan di Simpang Tugu, di antara pedal sepeda dan langkah perempuan berkebaya yang mengisi ruang publik Yogyakarta hari itu. @dimas

Tags: Budaya Jawaemansipasi perempuanHari KartiniKartini BersepedaKartini ModernKebayaKesetaraan GenderModernitasPerempuan BerkebayaPerempuan IndonesiaRoyal Orchestra YogyakartaTradisiYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Batik Indonesia Lahir di Sini, Tapi Identitasnya Tidak Sesederhana Itu

Batik Indonesia Lahir di Sini, Tapi Identitasnya Tidak Sesederhana Itu

by eko
April 20, 2026

Sebuah rumah bisa menyimpan banyak hal: kenangan, sejarah, bahkan kebanggaan. Namun di Ndalem Hardjonegaran, ia menyimpan sesuatu yang lebih sunyi...

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

by dimas
April 20, 2026

Di tengah perubahan cara pandang masyarakat terhadap tradisi dan ruang kebebasan perempuan di masa lalu, satu pertanyaan besar muncul: jika...

Kalau Kartini Bicara Emansipasi, Kenapa Hidup Perempuan Masih Diringkas Jadi 3M?

Kalau Kartini Bicara Emansipasi, Kenapa Hidup Perempuan Masih Diringkas Jadi 3M?

by eko
April 20, 2026

Di banyak rumah, orang dulu menilai perempuan lewat tiga kata: masak, manak, macak. Sekilas terdengar sederhana, namun tiga kata itu...

Next Post
Batik Indonesia Lahir di Sini, Tapi Identitasnya Tidak Sesederhana Itu

Batik Indonesia Lahir di Sini, Tapi Identitasnya Tidak Sesederhana Itu

Recommended

21 Jam Negosiasi Tanpa Hasil: Damai atau Sekadar Strategi Tekanan Baru?

Iran dan AS Kembali Gelar Perundingan Dua Hari Lagi: Damai atau Sekadar Jeda Ketegangan?

April 15, 2026
Tirto Bukan Nama Jalan, Tapi Alarm Demokrasi yang Masih Berbunyi

Tirto Bukan Nama Jalan, Tapi Alarm Demokrasi yang Masih Berbunyi

April 18, 2026

Popular

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

April 20, 2026

Harga BBM Non-Subsidi Melonjak, Transparansi Pemerintah Dipertanyakan

April 20, 2026

Beasiswa Dian Sastro 2026 Dibuka, Ini Syaratnya

April 20, 2026

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

April 20, 2026

Cadangan Gas Raksasa di Indonesia: Siap Jadi Kekuatan Dunia atau Cuma Wacana?

April 20, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id