Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu sedang scroll timeline, tiba-tiba muncul headline “Kapolri Janji Akan Menindak Tegas Pelanggaran Anggota Polri”. Rasanya seperti menonton trailer film action, tapi endingnya biasanya plot twist: villain tetap lolos. Saat buka puasa bersama insan pers, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara serius, tangan kanan menunjuk udara, dan ia menegaskan janji penindakan tegas terhadap pelanggaran anggota.
“Kami tidak segan menindak anggota yang mencederai rasa keadilan publik,” ujarnya sambil tersenyum yakin.
Ia pun menambahkan permintaan maaf apabila anggota tanpa sadar membuat masyarakat tersinggung, pihak kepolisian memohon pengertian.
Media: Suara Publik atau Mic Check?
Sigit menekankan bahwa media mewakili suara publik, dan pihak kepolisian harus merespons setiap kritik maupun keluhan secara cepat. Namun, realitasnya berbeda: internet lebih cepat viral dibanding respons institusi. Kasus internal Polri soal narkoba dan penyalahgunaan wewenang kerap muncul di media, tapi aparat lambat menindaklanjuti.
Dalam konteks misinformasi dan deepfake, Kapolri meminta media menyajikan informasi faktual. Tapi publik kerap bertanya, jika aparat sendiri menjadi viral karena ulah anggota, bagaimana masyarakat bisa menentukan siapa yang benar?
Publik Tersenyum, Tapi Miris
Ironi muncul karena masyarakat diminta percaya pada institusi yang katanya responsif, sementara humor menjadi tameng untuk menelan realita. Seorang netizen berkomentar “Negara hukum itu kayak Wi-Fi publik, sinyalnya kuat di satu tempat tapi hilang di tempat lain.”
Masyarakat bawah merasakan ketidakadilan itu langsung. Mereka menyaksikan janji tegas tapi kadang hanya menjadi lip service, sementara pelaku pelanggaran tetap lolos.
Tabooo Menyorot: Janji vs Realita
Tabooo melihat fenomena ini sebagai absurditas sosial yang menohok janji penegakan hukum sah, tapi implementasinya tersangkut birokrasi, proteksi internal, dan prioritas politik. Aparat ingin terlihat tegas, tapi publik menuntut hasil nyata. Ironi ini memunculkan meme, caption lucu, dan emoji marah sekaligus tertawa di media sosial.
Punchline Penutup
Dalam negara yang katanya demokrasi, janji bisa viral sebelum terealisasi. Respons cepat mungkin terjadi, tetapi sering untuk trending topic, bukan untuk menindak pelanggaran institusi sendiri. Publik tetap scroll timeline, tersenyum, dan berharap suatu hari janji itu benar-benar menjadi aksi nyata. @dimas





