Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Resident Evil Requiem Siap Teror Gamer, Rilis 27 Februari 2026

by eko
Januari 19, 2026
in Game
A A
Home Culture Game
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah merasa dunia makin menakutkan, namun kita justru makin kebal?
Setiap hari, berita buruk datang bertubi-tubi. Krisis muncul silih berganti. Sementara itu, jempol tetap santai menggeser layar.
Di titik inilah, Resident Evil Requiem muncul dan berbisik pelan: takut itu masih perlu.

Capcom tidak datang dengan janji kosong.
Mereka resmi memperkenalkan Resident Evil Requiem sebagai seri survival horror terbaru yang akan rilis pada 27 Februari 2026.
Lebih lanjut, Capcom membawa game ini ke berbagai platform: PC, PlayStation 5, Xbox Series, hingga Switch 2.
Dengan kata lain, horor kali ini siap menyapa siapa saja.

Judulnya pun langsung menusuk.
Requiem.
Doa untuk yang mati.
Atau justru, doa untuk rasa aman yang perlahan menghilang?

Horor Lama, Luka Baru

Secara garis besar, Resident Evil Requiem tetap memegang DNA klasik seri ini.
Namun, Capcom menyajikannya dengan pendekatan yang lebih matang.
Atmosfer gelap mendominasi. Sumber daya terasa terbatas. Musuh hadir untuk menekan mental, bukan sekadar mengejar pemain.

Alih-alih memanjakan aksi heroik, game ini memaksa pemain berpikir.
Peluru terasa mahal.
Obat jadi rebutan.
Dan setiap keputusan kecil, pada akhirnya, menentukan hidup atau mati.

Ini Belum Selesai

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

PS5 Makin Mahal: Ini Masih Hiburan atau Sudah Privilege?

Capcom juga memadukan pendekatan sinematik modern ala Resident Evil Village.
Meski begitu, nuansa horor lambat ala seri klasik tetap memegang kendali.
Game ini tidak mengandalkan jumpscare murahan.
Sebaliknya, ia menanamkan rasa cemas yang bertahan lama.

Horor yang Terlalu Dekat dengan Dunia Nyata

Di sinilah Resident Evil Requiem mulai bicara lebih jauh.
Game ini tidak hanya mengisahkan zombie atau virus mutan.
Lebih dari itu, ia menyorot sisi gelap manusia.

Seperti seri-seri sebelumnya, Capcom kembali mengangkat isu keserakahan korporasi dan eksperimen tanpa etika.
Bedanya, tema tersebut kini terasa makin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Teknologi bergerak cepat. Moral sering tertinggal.

Kita menganggap kebocoran data sebagai hal biasa.
Kita menyebut eksperimen digital sebagai inovasi.
Akibatnya, bencana sering lahir dari keputusan yang terasa “masuk akal”.

Lewat Resident Evil Requiem, Capcom seolah berkata:
monster paling berbahaya jarang datang dari luar.
Sebaliknya, manusia sendiri yang menciptakannya.

Kenapa Kita Masih Suka Takut?

Lalu muncul pertanyaan: kenapa game horor seperti ini tetap diminati?
Jawabannya, barangkali, karena dunia nyata jarang memberi ruang untuk takut dengan jujur.

Kita takut terlihat lemah.
Kita takut dianggap berlebihan.
Sementara itu, Resident Evil Requiem justru mengajak pemain merangkul rasa takut.

Takutlah.
Lari.
Sembunyi.
Bertahan.

Di sanalah katarsis bekerja.
Dan pada akhirnya, rasa takut terasa manusiawi.

Requiem untuk Siapa?

Pada akhirnya, Resident Evil Requiem bukan sekadar kisah dunia yang runtuh.
Game ini mengajak kita bercermin pada kesalahan lama.

Maka, saat game ini rilis Februari 2026 nanti, pertanyaannya bukan cuma “siap main?”.
Melainkan juga: masih berani merasa takut? @eko

Kamu Melewatkan Ini

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

by jeje
Mei 13, 2026

Amir Syarifuddin bukan tokoh yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat. Ia pernah menjadi Perdana Menteri kedua Republik Indonesia, memimpin perlawanan...

Pancasila atau Sekadar Hafalan? Ketika Tempat Tinggal Masih Membatasi Identitas

Pancasila, Toleransi, dan Tulisan “Kos Muslimah” yang Jarang Dipertanyakan

by dimas
Mei 13, 2026

Pancasila dan toleransi terus hadir dalam ruang-ruang kelas sebagai simbol persatuan, tetapi kehidupan sosial di sekitar kampus justru memperlihatkan realitas...

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Next Post
Demo Iran Telan Ribuan Korban, Khamenei Tuduh AS dan Israel Sebagai Dalang

Ketegangan Iran-AS Memuncak, Teheran Ancam Balasan Jika Khamenei Diserang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id