Selasa, Juni 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketegangan Iran-AS Memuncak, Teheran Ancam Balasan Jika Khamenei Diserang

by dimas
Januari 19, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan keras kepada Washington. Ia menegaskan bahwa Iran akan menganggap setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebagai deklarasi perang terbuka. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan langkah ekstrem, mulai dari pencopotan hingga pembunuhan Khamenei.

“Serangan terhadap pemimpin besar negara kami setara dengan perang skala penuh melawan bangsa Iran,” tulis Pezeshkian melalui platform X, Minggu (18/1/2026). Pernyataan itu menegaskan garis merah baru dalam hubungan Iran-AS yang terus memburuk.

Pezeshkian juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gelombang protes besar di Iran selama dua pekan terakhir. Aksi tersebut dilaporkan menewaskan ribuan demonstran. Menurutnya, tekanan hidup yang dialami rakyat Iran tidak bisa dilepaskan dari sanksi ekonomi berkepanjangan yang dijatuhkan Washington dan sekutunya.

“Jika rakyat Iran hidup dalam kesulitan, salah satu penyebab utamanya adalah permusuhan dan sanksi tidak manusiawi dari pemerintah AS,” ujarnya.

Protes Ekonomi Berubah Menjadi Krisis Politik

Kerusuhan terbaru di Iran pecah pada 28 Desember 2025. Protes bermula dari lonjakan inflasi, nilai mata uang yang anjlok, dan biaya hidup yang semakin berat. Dalam waktu singkat, tuntutan ekonomi itu berkembang menjadi gerakan politik yang menuntut perubahan kekuasaan.

Ini Belum Selesai

Rapat Selesai, Dualisme Belum Usai: Kirab Pusaka Dibayangi Dua Takhta

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

Ketegangan meningkat ketika pemerintah Iran pada 8 Januari 2026 memutus hampir seluruh layanan internet dan telepon. Kebijakan itu memutus jutaan warga dari koneksi global dan mempersempit arus informasi di tengah krisis nasional.

Tekanan Trump dan Serangan yang Nyaris Terjadi

Di sisi lain, Donald Trump memperkeras sikapnya. Dalam wawancara dengan Politico, ia menyebut Khamenei sebagai pemimpin yang “sakit” dan menyerukan berakhirnya kekuasaan yang telah berlangsung hampir 40 tahun. Trump juga mendorong warga Iran untuk terus berunjuk rasa dan mengambil alih institusi negara.

Pada Selasa (12/1/2026), Trump mengklaim bantuan untuk rakyat Iran sedang disiapkan. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan laporan bahwa Amerika Serikat hampir melancarkan serangan militer.

Menurut laporan Axios, rencana serangan tersebut nyaris dijalankan pada Rabu (13/1/2026). Namun, Trump akhirnya menunda langkah itu setelah mendapat tekanan dari sekutu regional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut memperingatkan bahwa Israel belum siap menghadapi serangan balasan Iran. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga meminta Trump menahan diri demi mencegah ketidakstabilan kawasan.

“Situasinya benar-benar sangat dekat,” ujar seorang pejabat AS kepada Axios. Ia menegaskan bahwa perintah serangan pada akhirnya tidak pernah dikeluarkan.

Ancaman Masih Ada, Perang Belum Pecah

Di tengah ketegangan tersebut, Trump pada Jumat lalu mengklaim Teheran telah membatalkan rencana eksekusi terhadap sekitar 800 orang. Salah satunya Erfan Soltani (26), yang disebut sebagai demonstran pertama yang dijatuhi hukuman mati sejak kerusuhan dimulai.

Ancaman perang memang belum berubah menjadi serangan nyata. Namun, peringatan keras dari Teheran dan manuver agresif Washington menunjukkan satu hal jelas Timur Tengah kembali berada di tepi jurang, sementara dunia hanya bisa berharap konflik ini berhenti pada retorika bukan peluru kendali. @dimas

Tags: ASDonald TrumpGeopolitikGlobalInternasionalKeteganganKhameneiKrisis GlobalMasoud PezeshkianperangPerang IranPolitik IndonesiaStabilitasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

by teguh
Juni 13, 2026

Beberapa hari ini publik kembali mendengar sebuah istilah yang pernah mengubah arah sejarah Indonesia yaitu, Reformasi. Bedanya, kali ini istilah...

Next Post
MK Tegas: Kolumnis Bukan Wartawan

MK Tegas: Kolumnis Bukan Wartawan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id