Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar menggugat kebijakan ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan.

Tabooo.id: Jakarta – Asap hitam membelah langit Jakarta saat sore mulai meredup. Di Jalan MH Thamrin, Senin (15/6/2026), ratusan mahasiswa meneriakkan tuntutan mereka di tengah kepungan aparat keamanan. Ketegangan memuncak ketika massa membakar ban di tengah jalan, lalu menjadikan titik itu sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka nilai semakin menjauh dari rakyat.

Sekitar pukul 17.45 WIB, kobaran api mulai membesar di lokasi aksi. Aparat kepolisian segera bergerak menuju sumber api sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR). Petugas kemudian menyemprotkan isi tabung untuk memadamkan ban yang terbakar.

Langkah itu memicu ketegangan baru. Sejumlah mahasiswa berusaha mempertahankan titik aksi, sementara aparat terus mendorong maju untuk mengendalikan situasi. Kedua pihak terlibat aksi saling dorong selama beberapa saat.

Meski suasana memanas, aparat tetap menjaga barisan pengamanan. Di sisi lain, massa aksi memilih bertahan dan kembali menyusun barisan demonstrasi. Polisi juga menempatkan personel di sejumlah titik sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan keamanan.

Thamrin Jadi Panggung Kemarahan Mahasiswa

Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis memimpin aksi tersebut. Aliansi itu menghimpun berbagai organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat, termasuk Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI, serta sejumlah organisasi lainnya.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Mereka awalnya berencana menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI. Namun aparat menghentikan pergerakan massa di Jalan MH Thamrin. Karena itu, mahasiswa akhirnya menyampaikan tuntutan mereka di lokasi tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) juga menggelar aksi di lokasi berbeda dengan membawa agenda yang serupa.

Sebelas Tuntutan, Satu Pesan Besar

Mahasiswa datang bukan hanya untuk berorasi. Mereka membawa sebelas tuntutan yang menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga tata kelola pemerintahan.

Mereka mendesak pemerintah menghentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, mereka juga meminta pemerintah segera memperkuat nilai tukar rupiah yang terus menghadapi tekanan.

Selain itu, massa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih yang mereka anggap rawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan gelombang PHK yang terus mengancam kesejahteraan buruh.

Dalam bidang keamanan, mahasiswa mendesak pemerintah mencabut UU Polri dan menghentikan pembangunan batalion teritorial TNI. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas kontrol negara terhadap ruang sipil.

Di sektor pendidikan, massa menolak program sekolah rakyat. Mereka meminta pemerintah menjalankan amanat konstitusi dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen secara merata, terutama untuk wilayah 3T.

Massa juga mendesak pemerintah membuka secara transparan mekanisme pengelolaan BPI Danantara. Di sisi lain, mereka meminta Presiden mengevaluasi bahkan mencopot Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri ESDM karena dianggap gagal menjaga stabilitas sektor masing-masing.

Bukan Sekadar Kericuhan

Banyak orang mungkin hanya melihat asap hitam, ban terbakar, dan aksi saling dorong di Jalan MH Thamrin. Namun pemandangan itu hanya permukaan dari persoalan yang jauh lebih besar.

Mahasiswa sesungguhnya membawa keresahan yang saat ini juga dirasakan banyak masyarakat. Harga kebutuhan pokok terus menjadi tekanan. Ancaman PHK menghantui pekerja. Nilai rupiah menghadapi tantangan. Sementara itu, publik terus mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah.

Karena itu, demonstrasi ini bukan sekadar peristiwa jalanan. Aksi tersebut mencerminkan ketegangan sosial yang semakin terasa di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketika Jalanan Menjadi Ruang Koreksi

Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa sering menjadi kelompok pertama yang menyuarakan kegelisahan publik. Ketika ruang diskusi terasa sempit dan kritik sulit menemukan tempat, jalanan kerap berubah menjadi panggung koreksi.

Api yang menyala di atas ban akhirnya padam. Aparat berhasil mengendalikan situasi. Namun sebelas tuntutan yang menggema di Jalan MH Thamrin masih menunggu jawaban.

Sebab yang terbakar sore itu bukan hanya ban bekas.

Yang ikut menyala adalah akumulasi kegelisahan tentang ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan masa depan yang ingin diperjuangkan generasi muda. @dimas

Tags: Aksi MasaDemonstrasiJakartakebijakan pemerintahkrisis ekonomiRuang SipilThamrin

Kamu Melewatkan Ini

September Hitam di Tugu Jogja: Aksi Kamisan Menolak Lupa Tragedi HAM

September Hitam di Tugu Jogja: Aksi Kamisan Menolak Lupa Tragedi HAM

by dimas
September 11, 2026

September Hitam di Tugu Jogja, Aksi Kamisan Yogyakarta menolak lupa tragedi HAM dan menyerukan pentingnya menjaga ingatan serta ruang sipil....

Polisi Aktif Masuk Jabatan Sipil, MK Kembali Diuji

Polisi Aktif Masuk Jabatan Sipil, MK Kembali Diuji

by dimas
September 7, 2026

Gugatan terhadap UU Polri kembali menguji batas penempatan polisi aktif di jabatan sipil serta dampaknya terhadap ruang dan kesempatan warga...

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

by dimas
September 1, 2026

Pelanggaran HAM dan kekuasaan terus berhadapan dengan persoalan impunitas. Mengapa keadilan bagi korban tak kunjung tuntas? Tabooo.id - Ada perkara...

Next Post
Ketika Kuliah Tak Lagi Ramah untuk Kelas Menengah

Ketika Kuliah Tak Lagi Ramah untuk Kelas Menengah

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id