Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar menggugat kebijakan ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan.

Tabooo.id: Jakarta – Asap hitam membelah langit Jakarta saat sore mulai meredup. Di Jalan MH Thamrin, Senin (15/6/2026), ratusan mahasiswa meneriakkan tuntutan mereka di tengah kepungan aparat keamanan. Ketegangan memuncak ketika massa membakar ban di tengah jalan, lalu menjadikan titik itu sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka nilai semakin menjauh dari rakyat.

Sekitar pukul 17.45 WIB, kobaran api mulai membesar di lokasi aksi. Aparat kepolisian segera bergerak menuju sumber api sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR). Petugas kemudian menyemprotkan isi tabung untuk memadamkan ban yang terbakar.

Langkah itu memicu ketegangan baru. Sejumlah mahasiswa berusaha mempertahankan titik aksi, sementara aparat terus mendorong maju untuk mengendalikan situasi. Kedua pihak terlibat aksi saling dorong selama beberapa saat.

Meski suasana memanas, aparat tetap menjaga barisan pengamanan. Di sisi lain, massa aksi memilih bertahan dan kembali menyusun barisan demonstrasi. Polisi juga menempatkan personel di sejumlah titik sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan keamanan.

Thamrin Jadi Panggung Kemarahan Mahasiswa

Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis memimpin aksi tersebut. Aliansi itu menghimpun berbagai organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat, termasuk Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI, serta sejumlah organisasi lainnya.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Mereka awalnya berencana menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI. Namun aparat menghentikan pergerakan massa di Jalan MH Thamrin. Karena itu, mahasiswa akhirnya menyampaikan tuntutan mereka di lokasi tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) juga menggelar aksi di lokasi berbeda dengan membawa agenda yang serupa.

Sebelas Tuntutan, Satu Pesan Besar

Mahasiswa datang bukan hanya untuk berorasi. Mereka membawa sebelas tuntutan yang menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga tata kelola pemerintahan.

Mereka mendesak pemerintah menghentikan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, mereka juga meminta pemerintah segera memperkuat nilai tukar rupiah yang terus menghadapi tekanan.

Selain itu, massa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih yang mereka anggap rawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan gelombang PHK yang terus mengancam kesejahteraan buruh.

Dalam bidang keamanan, mahasiswa mendesak pemerintah mencabut UU Polri dan menghentikan pembangunan batalion teritorial TNI. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas kontrol negara terhadap ruang sipil.

Di sektor pendidikan, massa menolak program sekolah rakyat. Mereka meminta pemerintah menjalankan amanat konstitusi dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen secara merata, terutama untuk wilayah 3T.

Massa juga mendesak pemerintah membuka secara transparan mekanisme pengelolaan BPI Danantara. Di sisi lain, mereka meminta Presiden mengevaluasi bahkan mencopot Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri ESDM karena dianggap gagal menjaga stabilitas sektor masing-masing.

Bukan Sekadar Kericuhan

Banyak orang mungkin hanya melihat asap hitam, ban terbakar, dan aksi saling dorong di Jalan MH Thamrin. Namun pemandangan itu hanya permukaan dari persoalan yang jauh lebih besar.

Mahasiswa sesungguhnya membawa keresahan yang saat ini juga dirasakan banyak masyarakat. Harga kebutuhan pokok terus menjadi tekanan. Ancaman PHK menghantui pekerja. Nilai rupiah menghadapi tantangan. Sementara itu, publik terus mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah.

Karena itu, demonstrasi ini bukan sekadar peristiwa jalanan. Aksi tersebut mencerminkan ketegangan sosial yang semakin terasa di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketika Jalanan Menjadi Ruang Koreksi

Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa sering menjadi kelompok pertama yang menyuarakan kegelisahan publik. Ketika ruang diskusi terasa sempit dan kritik sulit menemukan tempat, jalanan kerap berubah menjadi panggung koreksi.

Api yang menyala di atas ban akhirnya padam. Aparat berhasil mengendalikan situasi. Namun sebelas tuntutan yang menggema di Jalan MH Thamrin masih menunggu jawaban.

Sebab yang terbakar sore itu bukan hanya ban bekas.

Yang ikut menyala adalah akumulasi kegelisahan tentang ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan masa depan yang ingin diperjuangkan generasi muda. @dimas

Tags: Aksi MasaDemonstrasiJakartakebijakan pemerintahkrisis ekonomiRuang SipilThamrin

Kamu Melewatkan Ini

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

by dimas
Juni 14, 2026

Reformasi TNI kembali menjadi sorotan ketika peran militer semakin meluas di ruang sipil. Apakah ini penguatan negara atau tanda kembalinya...

Menuju Indonesia Bangkrut: Bundaran HI Ditutup, Kritik Tetap Bergema

Menuju Indonesia Bangkrut: Bundaran HI Ditutup, Kritik Tetap Bergema

by dimas
Juni 13, 2026

Lebih dari 700 mahasiswa turun ke jalan dalam aksi "Menuju Indonesia Bangkrut". Meski gagal mencapai Bundaran HI, kritik terhadap pemerintah...

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

by dimas
Juni 13, 2026

Ratusan mahasiswa Solo Raya menggelar aksi di DPRD Solo. Mereka menyoroti BBM naik, rupiah melemah, MBG, RUU Polri, hingga TPA...

Next Post
Ketika Kuliah Tak Lagi Ramah untuk Kelas Menengah

Ketika Kuliah Tak Lagi Ramah untuk Kelas Menengah

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id