Jumat, Juli 31, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rapat Selesai, Dualisme Belum Usai: Kirab Pusaka Dibayangi Dua Takhta

by dimas
Juni 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Rapat dua kubu Keraton Surakarta berakhir, tetapi dualisme kepemimpinan belum usai. Kirab Pusaka Malam 1 Suro tetap digelar di bawah bayang dua takhta dan sengketa legitimasi.

Tabooo.id: Surakarta – Menjelang malam 1 Suro, Kota Solo kembali berdiri di persimpangan antara tradisi dan konflik. Di satu sisi, ribuan warga menunggu prosesi kirab pusaka yang sakral. Di sisi lain, sengketa kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih menyisakan luka yang belum sembuh.

Senin (15/6/2026), Pemerintah Kota Solo mengumpulkan perwakilan dua kubu Keraton Solo dalam satu meja di ruang Natapraja, Balai Kota Solo. Selama sekitar satu jam, para pihak membahas satu agenda penting: memastikan Kirab Pusaka Malam 1 Suro berjalan aman tanpa memicu gesekan baru.

Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, menegaskan bahwa Pemkot Solo bersama aparat keamanan berkomitmen menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan budaya tersebut.

Menurut Budi, masing-masing pihak memaparkan rencana kirab mereka. Pemerintah kemudian menyelaraskan pelaksanaan di lapangan agar setiap pihak memiliki ruang yang cukup dan tidak saling berbenturan.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Namun persoalan yang mereka hadapi jauh lebih rumit daripada sekadar mengatur jadwal keberangkatan atau rute kirab. Mereka sedang mengelola dua klaim legitimasi yang sama-sama menganggap diri sebagai penerus sah takhta Kasunanan Surakarta.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa UI Geruduk MK Tolak Dana Pendidikan untuk MBG

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

Tradisi yang Berjalan di Atas Retakan

Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun. Tradisi ini menghadirkan ruang spiritual yang menghubungkan masa kini dengan warisan leluhur.

Namun beberapa tahun terakhir, konflik internal keraton terus membayangi setiap prosesi. Publik tidak lagi hanya membicarakan pusaka, doa, atau makna ritual. Mereka juga memperhatikan tarik-menarik pengaruh di balik tembok keraton.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menunjukkan kesediaan untuk saling memberi ruang. Salah satu pihak bahkan siap menyesuaikan urutan keberangkatan demi menghindari ketegangan di lapangan.

Langkah itu memang meredakan potensi konflik jangka pendek. Namun langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan yang selama ini memecah Keraton Solo.

Pertarungan Legitimasi yang Terus Berlanjut

Kuasa hukum kubu PB XIV Purbaya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu, memastikan pihaknya tetap melaksanakan kirab. Ia juga menolak anggapan bahwa Keraton Solo memiliki dua raja.

“Rajanya kan cuma satu,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa perdebatan utama bukan terletak pada prosesi kirab, melainkan pada hak atas takhta.

Kubu PB XIV Purbaya mendasarkan klaim mereka pada Sabda Sri Susuhunan SISKS Pakoe Boewono XIII Nomor 001 Tahun 2025. Dokumen tersebut menegaskan bahwa suksesi keraton harus mengikuti garis keturunan, paugeran, legitimasi spiritual, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Sementara itu, kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan terus menjalankan aktivitas adat dan pengelolaan keraton sebagaimana selama beberapa tahun terakhir.

Akibatnya, Keraton Surakarta kini menghadapi situasi yang tidak biasa. Satu institusi budaya memiliki dua pusat legitimasi yang berjalan dalam jalurnya masing-masing.

Pusaka Menjadi Simbol Wibawa

Ketua LDA, GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, memastikan pihaknya siap menggelar kirab sesuai tradisi yang berlaku. Mereka juga akan membawa sejumlah pusaka dari Sasana Pustaka untuk mengikuti prosesi tersebut.

Bagi keraton, pusaka tidak hanya menyimpan nilai sejarah. Pusaka juga merepresentasikan otoritas, kesinambungan tradisi, dan kehormatan lembaga adat.

Karena itu, setiap keputusan mengenai pusaka selalu memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar urusan seremoni.

Perbedaan sikap terkait pusaka yang akan ikut kirab semakin memperlihatkan bahwa masing-masing kubu memegang tafsir berbeda mengenai kewenangan dan legitimasi adat.

Menjaga Solo, Menunda Penyelesaian

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengaku puas dengan hasil pertemuan tersebut. Ia optimistis seluruh rangkaian kirab dapat berlangsung dalam satu kesatuan rute seperti tahun-tahun sebelumnya.

Optimisme itu memberi harapan bahwa malam 1 Suro akan berlangsung aman. Namun optimisme tersebut belum menjawab pertanyaan terbesar yang terus mengemuka.

Siapa yang sebenarnya memegang legitimasi tertinggi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat?

Besok malam, pusaka akan keluar dari penyimpanannya. Kebo bule akan kembali melangkah di jalan-jalan Solo. Ribuan warga akan memadati rute kirab untuk menyaksikan tradisi yang telah hidup selama berabad-abad.

Namun di balik suasana sakral itu, Keraton Solo masih memikul persoalan yang sama. Konflik kepemimpinan belum menemukan titik akhir.

Masalah terbesar Keraton Solo hari ini bukan soal siapa yang berjalan paling depan dalam kirab. Masalah terbesarnya adalah siapa yang kelak berhasil memperoleh pengakuan sejarah sebagai pewaris sah takhta Kasunanan Surakarta.

Dan selama pertanyaan itu belum terjawab, setiap malam 1 Suro akan selalu membawa dua iring-iringan sekaligus: kirab pusaka dan kirab panjang perebutan legitimasi. @dimas

Tags: Budaya JawaDualisme KeratonKeraton SurakartaKirab PusakaKonflik TakhtaMalam 1 Suro

Kamu Melewatkan Ini

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

by jeje
Juli 16, 2026

Bagaimana jika selama ini kita salah mengenal asal-usul pecel? Madiun memang sukses membangun reputasi nasi pecel sebagai identitas daerah. Namun,...

Nganglang Desa Winongo: Menjaga Batas, Merawat Ingatan

Nganglang Desa Winongo: Menjaga Batas, Merawat Ingatan

by dimas
Juli 11, 2026

Nganglang Desa Winongo mengajarkan bahwa menjaga batas wilayah bukan sekadar tradisi, tetapi cara merawat sejarah, spiritualitas, dan identitas kampung. Tabooo.id...

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

by dimas
Juni 30, 2026

Bersih Desa Winongo 2026 menjadi tradisi yang menjaga identitas, memperkuat gotong royong, dan melestarikan budaya di Kota Madiun. Tabooo.id -...

Next Post
Kirab Pusaka 1 Sura Kembali Digelar, Ini Jam Mulai dan Rute Perjalanannya

Kirab Pusaka 1 Sura Kembali Digelar, Ini Jam Mulai dan Rute Perjalanannya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id