Tabooo.id: Global – Setelah sebulan berjuang, Matthew Silverstone (18), korban penembakan di Evergreen High School, Colorado, akhirnya bisa meninggalkan rumah sakit. Ia tertembak di kepala dan dada dalam insiden berdarah 10 September lalu yang mengguncang Amerika.
Dalam rilis resmi Sheriff Jefferson County, Silverstone keluar dari St. Anthony Hospital pada Selasa (14/10/2025) disambut tepuk tangan 140 tenaga medis dan petugas yang berjajar membawa balon biru, warna favoritnya.
“Aku masih hidup!” katanya singkat.
Jantung Sempat Berhenti Dua Kali
Silverstone sempat dinyatakan kritis. Jantungnya berhenti dua kali, sekali di lokasi kejadian, dan sekali di ambulans. Namun, lewat dua kali operasi darurat, ia berhasil bertahan.
“Dokter menyiapkan kami untuk yang terburuk, tapi Matthew tidak pernah menyerah,” ujar salah seorang keluarganya dalam pernyataan resmi.
Pelaku Tewas Bunuh Diri Setelah Menembakkan 20 Peluru
Polisi menyebut pelaku adalah Desmond Holly (16), yang menembakkan sekitar 20 peluru di sekolah sebelum menembak dirinya sendiri.
Insiden berlangsung sekitar sembilan menit, melukai dua siswa. Korban lain sempat dirawat sebentar dan sudah pulang lebih dulu.
Motif Ekstremisme dan Radikalisasi Online
Penyelidikan menemukan sisi kelam di balik tragedi ini: Holly disebut telah “terradikalisasi oleh jaringan ekstremis.” Laporan Anti-Defamation League (ADL) menyebut akun TikTok miliknya dipenuhi simbol neo-Nazi dan supremasi kulit putih.
Di negeri yang mengaku “tanah kebebasan”, anak-anak masih belajar di bawah bayang-bayang peluru. Matthew memang selamat, tapi seberapa banyak “kehidupan” yang bisa diselamatkan kalau sekolah pun tak lagi terasa aman? @tabooo





