Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rapat Paripurna Perdana 2026 Digelar, Separuh Anggota DPR Absen

by dimas
Januari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 melalui rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Rapat ini menjadi agenda perdana parlemen pada awal 2026 dan menandai dimulainya kembali fungsi legislasi serta pengawasan DPR.

Namun, rapat pembuka tersebut langsung memperlihatkan masalah klasik kehadiran. Dari total 579 anggota DPR, hanya 294 orang yang datang dan menandatangani daftar hadir. Kondisi itu membuat hampir separuh kursi parlemen tampak kosong sejak sidang dimulai.

Kuorum Tercapai, Sidang Tetap Digelar

Ketua DPR Puan Maharani memimpin rapat dan memastikan jumlah kehadiran memenuhi syarat kuorum. Ia menyampaikan laporan resmi berdasarkan data Sekretariat Jenderal DPR RI sebelum membuka sidang.

“Pada permulaan rapat paripurna hari ini, 294 anggota DPR telah menandatangani daftar hadir dari total 579 anggota, dan seluruh fraksi terwakili,” ujar Puan dari kursi pimpinan sidang.

Setelah memastikan kuorum, Puan langsung membuka rapat paripurna yang bersifat terbuka untuk umum. Ia menandai pembukaan sidang dengan pernyataan resmi sesuai tata tertib parlemen.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Sejumlah Pimpinan Hadir, Dasco Tidak Tampak

Dalam rapat tersebut, beberapa pimpinan DPR mendampingi Puan Maharani. Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Adies Kadir, dan Saan Mustopa hadir di ruang sidang. Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tidak terlihat mengikuti rapat paripurna pembukaan masa persidangan ini.

Kondisi tersebut mempertegas kontras antara jalannya agenda resmi parlemen dan realitas kehadiran para wakil rakyat di hari pertama persidangan.

Agenda Formal dan Isyarat Politik

Selain pidato Ketua DPR, rapat paripurna juga memuat agenda pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR dan anggota MPR untuk masa jabatan 2024-2029. Agenda ini menunjukkan bahwa rapat pembuka tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa keputusan administratif penting.

Meski demikian, perhatian publik tetap tertuju pada tingkat kehadiran anggota dewan. Masa persidangan ini akan membahas sejumlah isu strategis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga kebijakan sosial.

Publik Menanti Kerja Nyata Parlemen

Dengan diketoknya palu sidang, DPR secara resmi memulai kerja tahunannya. Namun, di luar ruang sidang, masyarakat menunggu lebih dari sekadar pembukaan rapat dan pidato formal.

Ketika hampir separuh anggota absen pada hari pertama persidangan, publik wajar mempertanyakan satu hal mendasar apakah yang kosong hanya kursi di ruang sidang, atau juga keseriusan wakil rakyat menjalankan mandatnya? @dimas

Tags: DemokrasiDPRLegislasiNasionalParlemenPemerintahanPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
“Ini Rumah Saya”: Nenek Elina dan Pertarungan Hukum di Surabaya

Kasus Nenek Elina Terus Dikembangkan, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id