Tabooo.id: Nasional – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 melalui rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Rapat ini menjadi agenda perdana parlemen pada awal 2026 dan menandai dimulainya kembali fungsi legislasi serta pengawasan DPR.
Namun, rapat pembuka tersebut langsung memperlihatkan masalah klasik kehadiran. Dari total 579 anggota DPR, hanya 294 orang yang datang dan menandatangani daftar hadir. Kondisi itu membuat hampir separuh kursi parlemen tampak kosong sejak sidang dimulai.
Kuorum Tercapai, Sidang Tetap Digelar
Ketua DPR Puan Maharani memimpin rapat dan memastikan jumlah kehadiran memenuhi syarat kuorum. Ia menyampaikan laporan resmi berdasarkan data Sekretariat Jenderal DPR RI sebelum membuka sidang.
“Pada permulaan rapat paripurna hari ini, 294 anggota DPR telah menandatangani daftar hadir dari total 579 anggota, dan seluruh fraksi terwakili,” ujar Puan dari kursi pimpinan sidang.
Setelah memastikan kuorum, Puan langsung membuka rapat paripurna yang bersifat terbuka untuk umum. Ia menandai pembukaan sidang dengan pernyataan resmi sesuai tata tertib parlemen.
Sejumlah Pimpinan Hadir, Dasco Tidak Tampak
Dalam rapat tersebut, beberapa pimpinan DPR mendampingi Puan Maharani. Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Adies Kadir, dan Saan Mustopa hadir di ruang sidang. Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tidak terlihat mengikuti rapat paripurna pembukaan masa persidangan ini.
Kondisi tersebut mempertegas kontras antara jalannya agenda resmi parlemen dan realitas kehadiran para wakil rakyat di hari pertama persidangan.
Agenda Formal dan Isyarat Politik
Selain pidato Ketua DPR, rapat paripurna juga memuat agenda pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR dan anggota MPR untuk masa jabatan 2024-2029. Agenda ini menunjukkan bahwa rapat pembuka tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa keputusan administratif penting.
Meski demikian, perhatian publik tetap tertuju pada tingkat kehadiran anggota dewan. Masa persidangan ini akan membahas sejumlah isu strategis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga kebijakan sosial.
Publik Menanti Kerja Nyata Parlemen
Dengan diketoknya palu sidang, DPR secara resmi memulai kerja tahunannya. Namun, di luar ruang sidang, masyarakat menunggu lebih dari sekadar pembukaan rapat dan pidato formal.
Ketika hampir separuh anggota absen pada hari pertama persidangan, publik wajar mempertanyakan satu hal mendasar apakah yang kosong hanya kursi di ruang sidang, atau juga keseriusan wakil rakyat menjalankan mandatnya? @dimas





