Tabooo.id: Sports – Malam di St. Jakobshalle, Basel terasa berat bagi tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Langkahnya yang sempat penuh harapan menuju podium tertinggi Swiss Open 2026 akhirnya terhenti di partai puncak. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, setelah kalah dua gim langsung 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung Minggu (15/03/2026) malam WIB.
Kekalahan itu menutup perjalanan impresif Putri di turnamen ini, sekaligus menyisakan pelajaran penting dari duel yang berjalan intens.
Awal Sulit, Tekanan Datang Cepat
Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Putri sempat membuka harapan ketika unggul 3-1 di awal gim pertama. Namun momentum itu tidak bertahan lama.
Supanida segera meningkatkan tekanan. Pemain Thailand tersebut tampil agresif dan memanfaatkan setiap celah kesalahan lawan. Dalam sekejap, ia mencetak 10 poin beruntun yang mengubah skor menjadi 11-3 saat interval.
Putri mencoba bangkit setelah jeda. Ia merebut dua poin berturut-turut hingga memperkecil jarak menjadi 5-11.
Sayangnya, Supanida tetap memegang kendali permainan. Serangan tajam dan reli yang stabil membuat jarak skor kembali melebar. Gim pertama akhirnya berakhir 21-11 untuk Supanida.
Perlawanan Meningkat di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Putri menunjukkan semangat berbeda.
Ia bermain lebih berani dan mulai menemukan ritme permainan. Ketika tertinggal 5-7, Putri perlahan mengejar hingga skor kembali imbang 9-9.
Pertandingan pun berubah menjadi duel ketat. Namun Supanida tetap mampu menjaga keunggulan tipis. Ia menutup interval dengan skor 11-9.
Setelah jeda, Putri sempat memberi harapan baru. Ia menyamakan skor 11-11 lewat permainan net yang lebih agresif. Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama.
Beberapa kesalahan sendiri membuat Putri kembali tertinggal 12-15. Supanida memanfaatkan situasi tersebut dengan permainan yang semakin percaya diri.
Smash keras dan reli panjang dari wakil Thailand itu akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-15.
Pelajaran dari Final
Kekalahan ini memang menggagalkan mimpi Putri Kusuma Wardani untuk membawa pulang gelar Swiss Open tahun ini.
Namun perjalanan Putri di Basel tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia berhasil menembus final setelah melewati sejumlah pertandingan berat sepanjang turnamen.
Bagi publik bulu tangkis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa proses menuju puncak tidak selalu berjalan mulus.
Di Basel malam itu, Putri memang belum membawa pulang trofi. Tetapi ia pulang dengan sesuatu yang tak kalah penting pengalaman bertarung di final besar bekal berharga untuk pertempuran berikutnya. @teguh




