Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Putri Kusuma Wardani Tumbang dari Supanida Katethong di Final Swiss Open 2026

by teguh
Maret 16, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Malam di St. Jakobshalle, Basel terasa berat bagi tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Langkahnya yang sempat penuh harapan menuju podium tertinggi Swiss Open 2026 akhirnya terhenti di partai puncak. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, setelah kalah dua gim langsung 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung Minggu (15/03/2026) malam WIB.

Kekalahan itu menutup perjalanan impresif Putri di turnamen ini, sekaligus menyisakan pelajaran penting dari duel yang berjalan intens.

Awal Sulit, Tekanan Datang Cepat

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Putri sempat membuka harapan ketika unggul 3-1 di awal gim pertama. Namun momentum itu tidak bertahan lama.

Supanida segera meningkatkan tekanan. Pemain Thailand tersebut tampil agresif dan memanfaatkan setiap celah kesalahan lawan. Dalam sekejap, ia mencetak 10 poin beruntun yang mengubah skor menjadi 11-3 saat interval.

Putri mencoba bangkit setelah jeda. Ia merebut dua poin berturut-turut hingga memperkecil jarak menjadi 5-11.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Sayangnya, Supanida tetap memegang kendali permainan. Serangan tajam dan reli yang stabil membuat jarak skor kembali melebar. Gim pertama akhirnya berakhir 21-11 untuk Supanida.

Perlawanan Meningkat di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, Putri menunjukkan semangat berbeda.

Ia bermain lebih berani dan mulai menemukan ritme permainan. Ketika tertinggal 5-7, Putri perlahan mengejar hingga skor kembali imbang 9-9.

Pertandingan pun berubah menjadi duel ketat. Namun Supanida tetap mampu menjaga keunggulan tipis. Ia menutup interval dengan skor 11-9.

Setelah jeda, Putri sempat memberi harapan baru. Ia menyamakan skor 11-11 lewat permainan net yang lebih agresif. Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama.

Beberapa kesalahan sendiri membuat Putri kembali tertinggal 12-15. Supanida memanfaatkan situasi tersebut dengan permainan yang semakin percaya diri.

Smash keras dan reli panjang dari wakil Thailand itu akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-15.

Pelajaran dari Final

Kekalahan ini memang menggagalkan mimpi Putri Kusuma Wardani untuk membawa pulang gelar Swiss Open tahun ini.

Namun perjalanan Putri di Basel tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia berhasil menembus final setelah melewati sejumlah pertandingan berat sepanjang turnamen.

Bagi publik bulu tangkis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa proses menuju puncak tidak selalu berjalan mulus.

Di Basel malam itu, Putri memang belum membawa pulang trofi. Tetapi ia pulang dengan sesuatu yang tak kalah penting pengalaman bertarung di final besar bekal berharga untuk pertempuran berikutnya. @teguh

Tags: BaselFinalKalahMomentumNasionalPoinReliSkorSmashSosial & PublikSwissSwiss Open 2026

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

by Tabooo
Agustus 1, 2026

Hasan Nasbi membela pernyataan Prabowo Subianto soal “Londo Ireng”. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berlaku dua arah, termasuk bagi pemerintah.

Next Post
Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id