Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Putri Kusuma Wardani Tumbang dari Supanida Katethong di Final Swiss Open 2026

by teguh
Maret 16, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Malam di St. Jakobshalle, Basel terasa berat bagi tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Langkahnya yang sempat penuh harapan menuju podium tertinggi Swiss Open 2026 akhirnya terhenti di partai puncak. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, setelah kalah dua gim langsung 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung Minggu (15/03/2026) malam WIB.

Kekalahan itu menutup perjalanan impresif Putri di turnamen ini, sekaligus menyisakan pelajaran penting dari duel yang berjalan intens.

Awal Sulit, Tekanan Datang Cepat

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Putri sempat membuka harapan ketika unggul 3-1 di awal gim pertama. Namun momentum itu tidak bertahan lama.

Supanida segera meningkatkan tekanan. Pemain Thailand tersebut tampil agresif dan memanfaatkan setiap celah kesalahan lawan. Dalam sekejap, ia mencetak 10 poin beruntun yang mengubah skor menjadi 11-3 saat interval.

Putri mencoba bangkit setelah jeda. Ia merebut dua poin berturut-turut hingga memperkecil jarak menjadi 5-11.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Sayangnya, Supanida tetap memegang kendali permainan. Serangan tajam dan reli yang stabil membuat jarak skor kembali melebar. Gim pertama akhirnya berakhir 21-11 untuk Supanida.

Perlawanan Meningkat di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, Putri menunjukkan semangat berbeda.

Ia bermain lebih berani dan mulai menemukan ritme permainan. Ketika tertinggal 5-7, Putri perlahan mengejar hingga skor kembali imbang 9-9.

Pertandingan pun berubah menjadi duel ketat. Namun Supanida tetap mampu menjaga keunggulan tipis. Ia menutup interval dengan skor 11-9.

Setelah jeda, Putri sempat memberi harapan baru. Ia menyamakan skor 11-11 lewat permainan net yang lebih agresif. Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama.

Beberapa kesalahan sendiri membuat Putri kembali tertinggal 12-15. Supanida memanfaatkan situasi tersebut dengan permainan yang semakin percaya diri.

Smash keras dan reli panjang dari wakil Thailand itu akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-15.

Pelajaran dari Final

Kekalahan ini memang menggagalkan mimpi Putri Kusuma Wardani untuk membawa pulang gelar Swiss Open tahun ini.

Namun perjalanan Putri di Basel tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia berhasil menembus final setelah melewati sejumlah pertandingan berat sepanjang turnamen.

Bagi publik bulu tangkis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa proses menuju puncak tidak selalu berjalan mulus.

Di Basel malam itu, Putri memang belum membawa pulang trofi. Tetapi ia pulang dengan sesuatu yang tak kalah penting pengalaman bertarung di final besar bekal berharga untuk pertempuran berikutnya. @teguh

Tags: BaselFinalKalahMomentumNasionalPoinReliSkorSmashSosial & PublikSwissSwiss Open 2026

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id