Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Putri Kusuma Wardani Tumbang dari Supanida Katethong di Final Swiss Open 2026

by teguh
Maret 16, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Malam di St. Jakobshalle, Basel terasa berat bagi tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Langkahnya yang sempat penuh harapan menuju podium tertinggi Swiss Open 2026 akhirnya terhenti di partai puncak. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, setelah kalah dua gim langsung 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung Minggu (15/03/2026) malam WIB.

Kekalahan itu menutup perjalanan impresif Putri di turnamen ini, sekaligus menyisakan pelajaran penting dari duel yang berjalan intens.

Awal Sulit, Tekanan Datang Cepat

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Putri sempat membuka harapan ketika unggul 3-1 di awal gim pertama. Namun momentum itu tidak bertahan lama.

Supanida segera meningkatkan tekanan. Pemain Thailand tersebut tampil agresif dan memanfaatkan setiap celah kesalahan lawan. Dalam sekejap, ia mencetak 10 poin beruntun yang mengubah skor menjadi 11-3 saat interval.

Putri mencoba bangkit setelah jeda. Ia merebut dua poin berturut-turut hingga memperkecil jarak menjadi 5-11.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Sayangnya, Supanida tetap memegang kendali permainan. Serangan tajam dan reli yang stabil membuat jarak skor kembali melebar. Gim pertama akhirnya berakhir 21-11 untuk Supanida.

Perlawanan Meningkat di Gim Kedua

Memasuki gim kedua, Putri menunjukkan semangat berbeda.

Ia bermain lebih berani dan mulai menemukan ritme permainan. Ketika tertinggal 5-7, Putri perlahan mengejar hingga skor kembali imbang 9-9.

Pertandingan pun berubah menjadi duel ketat. Namun Supanida tetap mampu menjaga keunggulan tipis. Ia menutup interval dengan skor 11-9.

Setelah jeda, Putri sempat memberi harapan baru. Ia menyamakan skor 11-11 lewat permainan net yang lebih agresif. Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama.

Beberapa kesalahan sendiri membuat Putri kembali tertinggal 12-15. Supanida memanfaatkan situasi tersebut dengan permainan yang semakin percaya diri.

Smash keras dan reli panjang dari wakil Thailand itu akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-15.

Pelajaran dari Final

Kekalahan ini memang menggagalkan mimpi Putri Kusuma Wardani untuk membawa pulang gelar Swiss Open tahun ini.

Namun perjalanan Putri di Basel tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia berhasil menembus final setelah melewati sejumlah pertandingan berat sepanjang turnamen.

Bagi publik bulu tangkis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa proses menuju puncak tidak selalu berjalan mulus.

Di Basel malam itu, Putri memang belum membawa pulang trofi. Tetapi ia pulang dengan sesuatu yang tak kalah penting pengalaman bertarung di final besar bekal berharga untuk pertempuran berikutnya. @teguh

Tags: BaselFinalKalahMomentumNasionalPoinReliSkorSmashSosial & PublikSwissSwiss Open 2026

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Apple Rilis Update OS untuk iPhone Lawas, 8 Type Ini Masih Dapat Perlindungan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id