Tabooo.id: Check – Di timeline Facebook, sebuah video ramai beredar seolah membawa kabar paling panas minggu ini. Mensesneg Prasetyo Hadi disebut mengumumkan pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan. Captionnya penuh dramatisasi, lengkap dengan kalimat provokatif: “Kalau benar diganti, presiden harus kita lengserkan, gimana besti?”
Warganet pun heboh. Ada yang panik, ada yang marah, ada yang langsung jadi analis politik dadakan. Namun, seperti biasa, kegaduhan besar seringkali lahir dari… ketidaktahuan besar.
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Tabooo.id, klaim itu ternyata hoaks bulat-bulat.
Video Lama, Judul Baru, Drama Palsu
Setelah dicek di situs resmi pemerintah, nama Purbaya Yudhi Sadewa masih tercatat rapi sebagai Menteri Keuangan. Tidak ada pengumuman pencopotan, tidak ada reshuffle baru, tidak ada perubahan struktur kabinet.
Video yang beredar itu memang menampilkan Prasetyo Hadi, tapi bukan untuk mengumumkan pemecatan Purbaya. Itu adalah momen 8 September 2025, ketika Kabinet Merah Putih mengumumkan reshuffle pertama saat Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya, bukan sebaliknya.
Dengan kata lain, video itu seperti lagu lama yang diputar ulang, tapi judulnya diganti agar terlihat baru. Dan ya, banyak yang langsung percaya tanpa cek tanggal.
Kenapa Banyak yang Ketipu? Ini Soal Psikologi Timeline
Algoritma media sosial punya kebiasaan unik menghidupkan masa lalu dan menempelkan judul sensasional seolah kejadian itu baru terjadi lima menit lalu.
Kalau video ada figur pejabat + kata “reshuffle” + judul provokatif, maka konten itu langsung berubah jadi magnet klik.
Pengguna pun mudah terkecoh, apalagi jika video tersebut dipotong tanpa konteks. Yang tersisa hanya narasi bombastis, dan otak kita otomatis merangkai kesimpulan kilat: “Wah, berarti Purbaya dipecat!” Meski kenyataannya video itu berasal dari peristiwa lama.
Bukan Pencopotan, Hanya Kenangan Reshuffle
Setelah Tim Tabooo.id melakukan reverse image search, hasilnya konsisten:
visual, audio, dan momen dalam video itu identik dengan pengumuman reshuffle pada September 2025.
Prasetyo Hadi saat itu memang berbicara tentang perubahan kabinet, tetapi konteksnya adalah menggantikan Sri Mulyani dengan Purbaya, bukan mencopot Purbaya.
Jika analoginya dipermudah: video itu seperti rekaman ulang wisuda seseorang, lalu dikasih caption, “Dia di-DO dari kampus!”
Semua elemen dalam gambar sama, hanya narasinya yang menipu.
Hoaks Itu Sederhana: Edit Sedikit, Percaya Banyak
Video lama, judul bombastis, dan asumsi yang berlarian liar itulah bahan baku utama hoaks model begini.
Yang membuatnya cepat viral adalah kombinasi rasa ingin tahu dan kemauan untuk percaya tanpa cek ulang.
Dalam kasus ini, tidak ada satu pun indikator resmi bahwa Purbaya diberhentikan. Tidak ada keputusan presiden, tidak ada rilis dari Setkab, tidak ada sidang kabinet, tidak ada tanda-tanda apa pun.
Yang ada hanya publik yang terpancing narasi dramatis dan akhirnya ikut menggulirkan isu yang tidak akurat.
Akhir Cerita: Purbaya Aman, Hoaksnya yang Tidak
Kesimpulannya sederhana klaim bahwa Purbaya dipecat adalah hoaks.
Video yang dipakai untuk mendukung klaim itu bukanlah pengumuman pencopotan, melainkan cuplikan reshuffle tahun 2025 yang diunggah ulang dengan narasi menyesatkan.
Ini mengingatkan kita bahwa kabar viral tidak selalu kabar benar. Kadang hanya kemasan lama dengan isi yang dimanipulasi agar ramai dibicarakan.
Sebelum ikut menyebarkan isu politik yang bikin timeline makin panas, mari berhenti sejenak, tarik napas, dan lakukan cek sederhana.
Sebelum share, cek dulu biar nggak ikut nyumbang dosa digital. @dimas




