Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hoaks Pemakaman Netanyahu Viral, Foto Ternyata Rekayasa AI

by dimas
Maret 16, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Di media sosial, sebuah kabar mengejutkan mendadak viral. Banyak akun menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia setelah serangan rudal Iran pada Maret 2026.

Narasi ini menyebar cepat di Facebook dan berbagai platform lain. Ceritanya terdengar dramatis. Beberapa akun bahkan mengunggah foto yang mereka klaim sebagai prosesi pemakaman Netanyahu. Dalam gambar itu tampak sekelompok orang mengangkat peti jenazah yang dibalut bendera Israel dan dihiasi foto Netanyahu.

Sekilas, gambar tersebut tampak meyakinkan. Tidak sedikit warganet langsung mempercayainya.

Masalahnya, internet sering bergerak lebih cepat dalam mempercayai sesuatu daripada memeriksanya.

Faktanya: Foto Pemakaman Itu Tidak Nyata

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa klaim tersebut keliru.

Ini Belum Selesai

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Tim pemeriksa fakta melacak sumber gambar itu menggunakan teknik reverse image search. Hasil pencarian mengarah pada sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook yang mengaku sebagai kreator konten digital.

Sebagian besar unggahan akun tersebut ternyata berupa rekayasa visual berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Analisis tambahan melalui alat deteksi visual Hive Moderation memperkuat temuan itu. Sistem tersebut mengidentifikasi video tersebut sebagai konten AI generatif dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.

Hasil serupa juga muncul saat pemeriksa menggunakan alat analisis lain, yaitu Undetectable AI.

Temuan ini menunjukkan bahwa gambar prosesi pemakaman yang beredar bukan dokumentasi peristiwa nyata. Kreator digital memproduksinya melalui manipulasi visual berbasis AI.

Kejanggalan yang Mudah Terlihat

Jika diperhatikan lebih teliti, beberapa detail dalam gambar sebenarnya terlihat janggal.

Contohnya muncul pada bagian tangan orang-orang yang mengangkat peti jenazah. Dalam video tersebut, beberapa tangan tampak tidak memiliki bentuk yang jelas. Ada yang terlihat seperti meleleh, ada pula yang memiliki jumlah jari tidak wajar.

Detail seperti ini sering muncul dalam gambar yang dibuat oleh AI generatif.

Teknologi AI memang berkembang pesat. Namun hingga kini sistem tersebut masih kerap mengalami kesulitan ketika menggambar detail tubuh manusia, terutama tangan.

Sayangnya, banyak orang tidak sempat memeriksa detail kecil seperti itu.

Ketika melihat bendera Israel dan foto Netanyahu di peti jenazah, sebagian warganet langsung menganggap gambar tersebut sebagai bukti.

Padahal di era digital, gambar tidak selalu identik dengan fakta.

Mengapa Hoaks Ini Mudah Menyebar?

Beberapa faktor membuat kabar seperti ini cepat viral.

Pertama, situasi geopolitik di Timur Tengah memang sedang memanas. Ketegangan antara Iran dan Israel kerap memicu spekulasi besar di media sosial.

Kedua, kabar kematian tokoh besar hampir selalu menarik perhatian publik. Secara psikologis, manusia cenderung tertarik pada informasi yang mengejutkan.

Ketiga, perkembangan teknologi AI membuat manipulasi visual semakin mudah. Seseorang tidak perlu memiliki kemampuan desain tingkat tinggi untuk menciptakan gambar yang tampak realistis.

Cukup dengan beberapa klik, seseorang dapat membuat sebuah cerita terlihat seperti kejadian nyata.

Sayangnya, internet jarang menyediakan konteks yang lengkap.

Ketika sebuah gambar beredar tanpa sumber jelas, banyak orang langsung menganggapnya sebagai fakta.

Jadi, Apakah Netanyahu Benar-Benar Meninggal?

Hingga kini tidak ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu meninggal dunia.

Beberapa media memang sempat membahas kemungkinan Netanyahu mengalami cedera setelah serangan rudal Iran. Namun laporan tersebut tidak pernah berkembang menjadi kabar resmi tentang kematian.

Selain itu, ketidakhadiran seorang pemimpin di ruang publik selama beberapa hari bukanlah hal yang luar biasa.

Dalam politik internasional, pemimpin negara sering menjalani agenda tertutup, pertimbangan keamanan, atau strategi komunikasi tertentu yang membuat mereka sementara tidak tampil di depan publik.

Dengan kata lain, tidak muncul di hadapan publik tidak otomatis berarti meninggal dunia.

Jangan Mudah Percaya Foto Viral

Internet saat ini dipenuhi gambar yang tampak nyata, tetapi tidak selalu berasal dari peristiwa sebenarnya.

Teknologi AI membuat manipulasi visual menjadi semakin cepat dan mudah. Seseorang dapat membuat gambar dalam hitungan menit, tetapi dampaknya bisa menyebar ke jutaan orang.

Karena itu, ada satu kebiasaan sederhana yang perlu dijaga sebelum membagikan informasi viral:

cek dulu, baru share.

Tanpa langkah itu, kita bisa ikut menyebarkan informasi keliru tanpa sadar.

Seperti pepatah digital yang sering diingatkan banyak pemeriksa fakta:

Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Benjamin NetanyahuCek FaktaDigitalDisinformasiHoaksKonflik DuniaLiterasimanipulasiNetanyahupemakamanPolitik IndonesiaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

by teguh
Mei 15, 2026

Saat rapat DPRD membahas stunting, kematian ibu, dan layanan kesehatan warga, publik justru melihat video anggota dewan diduga bermain game...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Next Post
Duel Seru Kawasaki KLE 500 vs Honda CB500X Bikin Biker Galau Pilih Jalan

Duel Seru Kawasaki KLE 500 vs Honda CB500X Bikin Biker Galau Pilih Jalan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id