Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto akan melewatkan malam tahun baru 2026 di Aceh bersama warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan rencana itu usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (30/12/2025).
“Pak Presiden akan ke Aceh dan, Insha Allah, akan malam tahun baru nanti bersama rakyat Aceh,” ujar Qodari.
Qodari menambahkan, ia belum mengetahui secara rinci kegiatan yang akan dilakukan Prabowo di lapangan. Namun, dugaan sementara, mantan Menteri Pertahanan itu akan mengunjungi Bener Meriah dan kemungkinan menginap di tenda pengungsian untuk merasakan langsung kondisi masyarakat.
Aceh Tamiang Jadi Fokus Pemulihan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya mengonfirmasi kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026. Wilayah ini mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dan longsor sehingga menjadi prioritas pemulihan. Tito menekankan, seluruh kementerian, lembaga, dan jajaran daerah harus bekerja keras bergotong-royong mengembalikan kondisi Aceh Tamiang.
“Jadi Aceh Tamiang harus dikeroyok ramai-ramai supaya secepat mungkin bangkit, apalagi Bapak Presiden akan hadir tanggal 1,” tegas Tito dalam rapat koordinasi pemulihan pasca bencana, Selasa (30/12/2025).
Aktivitas Ekonomi Masih Terhambat
Meski beberapa kegiatan ekonomi mulai berjalan, Tito menyoroti banyak sarana dasar di Aceh Tamiang yang belum pulih. SPBU, listrik, dan toko-toko beroperasi terbatas. Tim PLN ditugaskan memperbaiki aliran listrik yang terganggu.
Tito menambahkan, percepatan pembersihan melibatkan TNI dan Polri. Selain Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Timur menjadi wilayah prioritas yang harus segera dibersihkan dari lumpur dan material banjir.
“Pembersihan ini harus dimobilisasi total agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” tambahnya.
Presiden di Tengah Realitas Warga
Kehadiran Presiden Prabowo di Aceh bukan sekadar simbolik. Langkah ini mengingatkan pemerintah pusat bahwa bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sehari-hari.
Bagi warga Aceh, malam tahun baru terasa berbeda. Bukan pesta kembang api, melainkan kerja keras dan solidaritas nyata. Di balik perhatian resmi, terselip pesan tersirat: saat bencana datang, politik dan protokol harus memberi jalan bagi kemanusiaan. @dimas





