Tabooo.id: Regional – Polisi menutup total Jalur Puncak dari dua arah sepanjang malam pergantian tahun. Aparat melakukan penyekatan dan memutar balik kendaraan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Langkah ini bertujuan menekan lonjakan volume kendaraan seiring meningkatnya arus wisata dan pelaksanaan Car Free Night (CFN) di kawasan Puncak, Bogor.
Sejak sore, petugas mulai menyaring kendaraan yang mengarah ke kawasan wisata favorit warga Jabodetabek itu. Dari arah Cianjur, polisi memberlakukan penyekatan mulai pukul 18.00 WIB di Pos TMC Bundaran Tugu Lampu Gentur. Selanjutnya, petugas menutup total jalur di Simpang Mamipokobo, Ciloto, mulai pukul 21.00 WIB.
Di saat yang sama, arus dari arah Bogor juga tidak luput dari pengaturan ketat. Polisi menutup akses kendaraan dari Tol Jagorawi menuju Puncak sejak pukul 19.00 WIB. Dua jam kemudian, giliran jalur arteri Ciawi yang ditutup penuh. Menjelang tengah malam, tepat pukul 22.00 WIB, petugas menyekat Jalur Puncak khusus bagi sepeda motor hingga pukul 00.30 WIB. Arus lalu lintas baru kembali normal pada pukul 06.00 WIB keesokan harinya.
Polisi Minta Warga Hitung Waktu Berangkat
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ika Cakra Mustika, meminta masyarakat mencermati waktu keberangkatan jika tetap berniat menuju Puncak saat malam tahun baru. Ia menegaskan, polisi telah menyebarkan informasi rekayasa lalu lintas melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga papan informasi di lapangan.
“Di wilayah Cianjur, penyekatan mulai pukul 18.00, sementara penutupan jalur diberlakukan pukul 21.00,” ujar Cakra di Pospol Seger Alam, Puncak Pass, Selasa (30/12/2025) petang.
Menurut Cakra, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kawasan Puncak hampir selalu menjadi magnet keramaian saat pergantian tahun. Karena itu, polisi menyiagakan personel di sejumlah titik rawan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Wisatawan dan Warga Lokal Paling Terdampak
Penutupan total ini berdampak langsung pada wisatawan yang hendak merayakan malam tahun baru di Puncak. Banyak pengendara terpaksa mengubah rencana perjalanan atau berputar balik sebelum mencapai kawasan wisata. Di sisi lain, warga lokal dan pelaku usaha pariwisata juga harus beradaptasi dengan pembatasan mobilitas yang cukup ketat.
Polisi pun mengingatkan masyarakat agar mematuhi arahan petugas serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban. Aparat melarang penggunaan petasan dan kembang api, konvoi kendaraan, hingga arak-arakan di jalan raya.
Selain itu, Cakra menekankan faktor cuaca yang masih ekstrem. Hujan lebat dan kabut tebal masih kerap menyelimuti kawasan Puncak.
“Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat berkendara,” tambahnya.
Antara Liburan dan Ketertiban
Penutupan Jalur Puncak menjadi pengingat bahwa euforia tahun baru selalu datang dengan konsekuensi. Di satu sisi, masyarakat ingin merayakan pergantian tahun. Namun di sisi lain, negara memilih mengerem laju kendaraan demi keselamatan bersama. Pada akhirnya, malam tahun baru di Puncak bukan soal siapa paling cepat sampai, melainkan siapa yang paling siap menerima kenyataan: tidak semua liburan harus ditempuh lewat kemacetan. @dimas





