Tabooo.id: Nasional – Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo, memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan saat libur Lebaran 2026. Jumlah ini turun dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
“Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat tahun ini 143,9 juta, turun 1,75 persen dibanding 2025,” ujar Dedi di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (2/3/2026).
Meski survei mencatat penurunan, Polri terus memantau lonjakan pemudik. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan prediksi awal sering lebih rendah daripada kenyataan di lapangan. Karena itu, aparat keamanan mengantisipasi potensi lonjakan dengan strategi sejak dini.
Operasi Ketupat Siaga 13 Hari
Polri menggelar Operasi Ketupat selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan bertugas mengamankan jalur mudik, pusat keramaian, dan objek vital.
Arus mudik terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 14-15 Maret, sedangkan gelombang kedua 18-19 Maret. Polri memperkirakan puncak arus balik terjadi 25-26 Maret untuk gelombang pertama, dan 28-29 Maret untuk gelombang kedua.
Libur Bersamaan Hari Raya Nyepi
Dedi menekankan bahwa libur Lebaran bersinggungan dengan Hari Raya Nyepi. Akibatnya, aparat keamanan dan pemerintah mengatur pergerakan masyarakat dengan cermat. Pemudik, keluarga yang menunggu kedatangan sanak saudara, dan sektor transportasi publik mengalami dampak paling besar.
Koordinasi antaroperator transportasi dan aparat keamanan menjamin kelancaran mudik. Jika persiapan kurang matang, antrean panjang, kemacetan, dan risiko kecelakaan mengancam perjalanan. Dengan demikian, mudik bukan sekadar tradisi, melainkan uji kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan. @dimas





