Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prasasti, Jaksa, dan Drama Anti Korupsi ala Indonesia

by dimas
Desember 25, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan, kamu sedang berjalan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, tiba-tiba melihat Presiden menulis pesan khusus di prasasti untuk para jaksa. Ini bukan adegan film superhero, tetapi kenyataan Rabu (24/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menempelkan kata-kata tegas: “Jadilah jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!”

Kejadian ini bersamaan dengan penyerahan uang denda pelanggaran administratif kawasan hutan. Dengan cara ini, negara ingin menyampaikan pesan moral secara visual “Jangan korupsi!” Tidak hanya formalitas, tetapi juga sinyal kuat bagi aparat penegak hukum.

Fakta Singkat Tapi Menggigit

Selain menulis di prasasti, Prabowo menegaskan dalam sambutannya bahwa keberanian jaksa sangat penting untuk melindungi kekayaan negara. Ia menekankan bahwa sejak memegang mandat, tekadnya jelas melawan korupsi, siapa pun pelakunya, di mana pun lokasinya. Lebih jauh, ia menambahkan, lebih baik kita dipanggil Tuhan membela kebenaran daripada diam melihat perampokan kekayaan negara.

Selain itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum menjalankan tugas tanpa ragu, menolak tekanan eksternal, dan tidak memandang siapa yang melobi mereka. Dengan kata lain, keberanian dan integritas harus berjalan beriringan.

Drama Politik atau Komedi Sosial?

Sekilas serius, tetapi jika diperhatikan, situasi ini menyerupai stand-up comedy versi Kejagung. Bayangkan jaksa yang sibuk mengurus berkas tiba-tiba menerima motivasi ala TikTok dari prasasti. Tentu, efeknya langsung terlihat di media sosial, di mana netizen menyoroti absurditas ini: pesan moral di prasasti tampak lebih konsisten mengawasi korupsi dibandingkan sistem birokrasi yang panjang dan kompleks.

Ini Belum Selesai

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Selain itu, pesan tegas ini juga memiliki unsur ironis. Benda mati prasasti seolah menjadi pengawas moral digital, lebih konsisten daripada notifikasi WhatsApp yang muncul setiap jam. Dengan demikian, simbol ini bekerja dua kali lipat sebagai alat motivasi sekaligus hiburan satir bagi publik.

Anti-Korupsi, Tapi Jangan Lupa Selfie

Pada akhirnya, pesan Prabowo bukan sekadar moralitas, tetapi juga simbol politik. Melalui drama ini, publik diajak menertawakan absurditas sekaligus berharap moralitas benar-benar diterapkan.

Pertanyaannya tetap siapa yang paling terdampak dari drama ini? Jaksa yang bekerja, rakyat yang menunggu keadilan, atau netizen yang cuma scroll feed sambil mengernyit?

Di Indonesia, kadang yang paling jujur bukan cuma aparat, tetapi juga mereka yang bisa melihat absurditas sistem sambil berharap moralitas tidak berhenti di kata-kata prasasti. Dengan demikian, pesan itu sekaligus menjadi cermin sosial dan sedikit hiburan satir yang cerdas. @dimas

Tags: DendaJaksaKejaksaan AgungKorupsi di IndonesiaKriminal & HukumPenegakan HukumPolitik Indonesiapresiden prabowo

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

by eko
Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak mulai jadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mempersilakan anak dari keluarga mampu untuk tidak mengambil program makan...

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

by Tabooo
Mei 12, 2026

Amir Syarifuddin pernah menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia, tetapi namanya lebih sering muncul dalam bayang-bayang PKI dan Peristiwa Madiun 1948....

Next Post
FIFA Hadir di Netflix: Sepak Bola Digital Gratis untuk Semua

FIFA Hadir di Netflix: Sepak Bola Digital Gratis untuk Semua

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id