• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Prabowo Kerahkan Semua Kekuatan untuk Sumatra

Desember 1, 2025
in Nasional, News
A A
Prabowo Kerahkan Semua Kekuatan untuk Sumatra

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Hambalang, Bogor, Minggu (23/11/2025) malam. (Dok. Setpres)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Hujan belum benar benar berhenti ketika kabar itu turun dari Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk mempercepat penanganan banjir dan tanah longsor yang melumpuhkan Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Perintah itu bergerak cepat menembus batas kementerian instansi hingga garis terdepan aparat di desa desa yang sejak akhir November berubah menjadi pulau pulau kecil dikelilingi air cokelat.

Kabar tersebut diumumkan Menko PMK Pratikno saat ia menyusuri Tapanuli Tengah Tapanuli Selatan dan Sibolga. Daerah yang jalan utamanya sudah retak seperti kulit bumi yang lelah bekerja. Di beberapa titik jembatan hanyut dan desa terputus hanya bisa disapa lewat radio dan drone. Di tengah kehancuran itu Pratikno membawa pesan panjang yang intinya sederhana. Negara mengerahkan semua pintu kekuatannya.

Mulai dari alat berat generator listrik ambulans hingga helikopter dan kapal. Semuanya digerakkan bersamaan tanpa menunggu birokrasi bertingkat. Bahasa resmi menyebutnya mobilisasi besar besaran tetapi di lapangan yang terlihat adalah upaya berpacu dengan waktu sebelum air naik lebih tinggi dan korban bertambah banyak.

Operasi Darurat yang Bergerak dari Udara Darat dan Laut

Sejak hari pertama bencana TNI dan Polri sudah turun mengangkat warga dari rumah yang setengah tenggelam dan mengantar logistik ke medan yang sulit dijangkau. Tetapi setelah instruksi Presiden operasi berubah skala. Helikopter Polri terbang rendah mengantar obat obatan dan paket makanan ke desa yang semula hilang kontak. Kapal patroli diturunkan untuk menembus daerah pesisir yang jalan daratnya terputus.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Di posko posko pengungsian tenda biru mulai berdiri berdampingan dengan dapur umum. Satu kelompok sibuk merebus air sementara yang lain menghitung stok selimut dan susu bayi. Negara terlihat hadir tetapi arus air yang terus naik membuat kehadiran itu terasa seperti balapan dengan sesuatu yang lebih besar dari manusia.

Di tengah operasi darurat pemerintah mulai menyiapkan fase selanjutnya. Ada rencana hunian sementara hunian tetap perbaikan akses dan pemulihan ekonomi lokal. Tetapi rencana ini masih berada di meja rapat sementara warga bertanya kapan mereka bisa kembali ke rumah meski rumah itu hanya menyisakan fondasi.

Siapa Diuntungkan Siapa Dirugikan

Di wilayah yang terisolasi bantuan yang datang lewat udara dan laut jelas menjadi penolong utama. Warga mendapatkan makanan air bersih dan layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga diuntungkan karena tidak perlu menghadapi bencana sendirian. Dan bagi institusi negara mobilisasi besar ini menjadi bukti bahwa mesin pemerintahan masih bisa bergerak cepat ketika diperlukan.

Tetapi seperti biasa kelompok yang paling dirugikan adalah mereka yang tidak pernah mendapatkan infrastruktur mitigasi yang layak. Komunitas pedesaan yang hidup di lereng bukit atau dekat sungai harus kembali menanggung beban paling besar. Rumah hilang panen musnah dan masa depan kembali kabur. Usaha kecil kehilangan stok tanpa tahu kapan dapat memulai lagi. Mereka yang tinggal di daerah dengan akses buruk selalu menjadi korban yang sama meski bencana berganti nama dari banjir ke longsor.

Ironisnya sebagian besar kawasan itu sudah dipetakan sebagai daerah rawan sejak bertahun tahun lalu. Tetapi mitigasi tidak pernah menjadi prioritas. Politik lebih suka proyek yang terlihat bukan pencegahan yang terasa.

Mobilisasi Nasional dan Bayangan yang Tertinggal

Pratikno menegaskan negara hadir sepenuhnya memastikan seluruh kebutuhan darurat terpenuhi. Di atas kertas mobilisasi ini sempurna. Pesawat terbang kapal bergerak personel menyebar ke seluruh titik. Tetapi kenyataan di lapangan memperlihatkan pola lama. Negara bergerak cepat setelah krisis meledak. Bukan sebelum bencana ketika persiapan bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Narasi ini mengulang pesan yang sama setiap tahun. Kita bisa sangat gesit dalam keadaan darurat tetapi selalu terlambat dalam membangun fondasi agar darurat itu tidak perlu terjadi.

Pada akhirnya pengerahan kekuatan nasional ini menegaskan dua wajah negara yang berjalan bersamaan. Negara yang responsif ketika bencana terjadi dan negara yang lengah ketika langit masih cerah. Sampai mitigasi menjadi budaya bukan sekadar reaksi masyarakat mungkin akan terus bertanya setiap musim hujan datang. Siapa yang hari ini kebagian perahu karet dan siapa yang menunggu di atap rumah sambil berharap sirene bantuan datang tepat waktu. @dimas

Tags: Banjir Tanah LongsorBencana SumatraBerita NasionalInstruksi PresidenMasyarakat TerdampakMobilisasi NasionalPemulihan BencanaPrabowo Subiantotanggap DaruratTNI Polri
Next Post
Elon Musk Gratiskan Internet untuk Sumatra

Elon Musk Gratiskan Internet untuk Sumatra

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.