Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Kerahkan Semua Kekuatan untuk Sumatra

by dimas
Desember 1, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Hujan belum benar benar berhenti ketika kabar itu turun dari Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk mempercepat penanganan banjir dan tanah longsor yang melumpuhkan Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Perintah itu bergerak cepat menembus batas kementerian instansi hingga garis terdepan aparat di desa desa yang sejak akhir November berubah menjadi pulau pulau kecil dikelilingi air cokelat.

Kabar tersebut diumumkan Menko PMK Pratikno saat ia menyusuri Tapanuli Tengah Tapanuli Selatan dan Sibolga. Daerah yang jalan utamanya sudah retak seperti kulit bumi yang lelah bekerja. Di beberapa titik jembatan hanyut dan desa terputus hanya bisa disapa lewat radio dan drone. Di tengah kehancuran itu Pratikno membawa pesan panjang yang intinya sederhana. Negara mengerahkan semua pintu kekuatannya.

Mulai dari alat berat generator listrik ambulans hingga helikopter dan kapal. Semuanya digerakkan bersamaan tanpa menunggu birokrasi bertingkat. Bahasa resmi menyebutnya mobilisasi besar besaran tetapi di lapangan yang terlihat adalah upaya berpacu dengan waktu sebelum air naik lebih tinggi dan korban bertambah banyak.

Operasi Darurat yang Bergerak dari Udara Darat dan Laut

Sejak hari pertama bencana TNI dan Polri sudah turun mengangkat warga dari rumah yang setengah tenggelam dan mengantar logistik ke medan yang sulit dijangkau. Tetapi setelah instruksi Presiden operasi berubah skala. Helikopter Polri terbang rendah mengantar obat obatan dan paket makanan ke desa yang semula hilang kontak. Kapal patroli diturunkan untuk menembus daerah pesisir yang jalan daratnya terputus.

Di posko posko pengungsian tenda biru mulai berdiri berdampingan dengan dapur umum. Satu kelompok sibuk merebus air sementara yang lain menghitung stok selimut dan susu bayi. Negara terlihat hadir tetapi arus air yang terus naik membuat kehadiran itu terasa seperti balapan dengan sesuatu yang lebih besar dari manusia.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Di tengah operasi darurat pemerintah mulai menyiapkan fase selanjutnya. Ada rencana hunian sementara hunian tetap perbaikan akses dan pemulihan ekonomi lokal. Tetapi rencana ini masih berada di meja rapat sementara warga bertanya kapan mereka bisa kembali ke rumah meski rumah itu hanya menyisakan fondasi.

Siapa Diuntungkan Siapa Dirugikan

Di wilayah yang terisolasi bantuan yang datang lewat udara dan laut jelas menjadi penolong utama. Warga mendapatkan makanan air bersih dan layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga diuntungkan karena tidak perlu menghadapi bencana sendirian. Dan bagi institusi negara mobilisasi besar ini menjadi bukti bahwa mesin pemerintahan masih bisa bergerak cepat ketika diperlukan.

Tetapi seperti biasa kelompok yang paling dirugikan adalah mereka yang tidak pernah mendapatkan infrastruktur mitigasi yang layak. Komunitas pedesaan yang hidup di lereng bukit atau dekat sungai harus kembali menanggung beban paling besar. Rumah hilang panen musnah dan masa depan kembali kabur. Usaha kecil kehilangan stok tanpa tahu kapan dapat memulai lagi. Mereka yang tinggal di daerah dengan akses buruk selalu menjadi korban yang sama meski bencana berganti nama dari banjir ke longsor.

Ironisnya sebagian besar kawasan itu sudah dipetakan sebagai daerah rawan sejak bertahun tahun lalu. Tetapi mitigasi tidak pernah menjadi prioritas. Politik lebih suka proyek yang terlihat bukan pencegahan yang terasa.

Mobilisasi Nasional dan Bayangan yang Tertinggal

Pratikno menegaskan negara hadir sepenuhnya memastikan seluruh kebutuhan darurat terpenuhi. Di atas kertas mobilisasi ini sempurna. Pesawat terbang kapal bergerak personel menyebar ke seluruh titik. Tetapi kenyataan di lapangan memperlihatkan pola lama. Negara bergerak cepat setelah krisis meledak. Bukan sebelum bencana ketika persiapan bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Narasi ini mengulang pesan yang sama setiap tahun. Kita bisa sangat gesit dalam keadaan darurat tetapi selalu terlambat dalam membangun fondasi agar darurat itu tidak perlu terjadi.

Pada akhirnya pengerahan kekuatan nasional ini menegaskan dua wajah negara yang berjalan bersamaan. Negara yang responsif ketika bencana terjadi dan negara yang lengah ketika langit masih cerah. Sampai mitigasi menjadi budaya bukan sekadar reaksi masyarakat mungkin akan terus bertanya setiap musim hujan datang. Siapa yang hari ini kebagian perahu karet dan siapa yang menunggu di atap rumah sambil berharap sirene bantuan datang tepat waktu. @dimas

Tags: Berita NasionalPemulihan BencanaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
Elon Musk Gratiskan Internet untuk Sumatra

Elon Musk Gratiskan Internet untuk Sumatra

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id