Tabooo.id: Edge – Bayangkan, presiden baru saja duduk di kursi empuk, mengibaskan jas merah putihnya, dan tiba-tiba muncul bayangan mantan presiden di belakangnya. Tenang, itu bukan hantu politik, melainkan efek samping demokrasi Indonesia. Seiring itu, setahun menjabat, Presiden Prabowo Subianto menatap ekonomi yang tumbuh 5,11 persen kuartal keempat melonjak ke 5,39 persen dan beberapa orang bilang, “Lumayan lah.” Sementara itu, kritikannya muncul “Autopilot aja, bro, ekonomi segitu sudah di tangan.”
Di sisi lain, bisik-bisik politik menuding Prabowo hidup di bawah bayang-bayang Jokowi. Said Didu menirukan perkataan presiden “Jangan anggap saya di bawah bayang-bayang Jokowi.” Dengan kata lain, Prabowo peduli pada rumor yang berseliweran di WhatsApp grup politik.
Utang Budi atau Drama Jenderal Kehormatan?
Setelah itu, sepekan pasca-Pilpres 2024, Jokowi menobatkan Prabowo menjadi Jenderal TNI kehormatan. Bintang empat meluncur tanpa prosedur ribet. Netizen menyebutnya “utang budi versi elite,” namun Prabowo tampaknya menikmati status barunya. Dengan begitu, lawan politik bisa tiba-tiba jadi sahabat kabinet versi politisi dari “From Enemy to Bestie 101.”
Selain itu, duet Prabowo dengan Gibran di Pilpres 2024 juga bikin publik geleng kepala. Dulu lawan, kini duet ala K-pop group. Publik cuma bisa berkata, “Oke, ini politik Indonesia, logikanya absurd, tapi wajar.”
Menteri Eks Jokowi: Good, Bad, dan Ambiguity
Prabowo membawa 17 menteri eks-kabinet Jokowi. Berdasarkan survei Celios, sebagian punya kinerja oke, sebagian lain jeblok. Ini seperti membuka kotak misteri “Who’s hot, who’s not” Namun, satu hal jelas: eks-menteri Jokowi bukan jaminan, dan reshuffle menjadi senjata utama presiden. Budi Gunawan? Out. Sri Mulyani? Out. Erick Thohir? Masuk. Akibatnya, netizen langsung bikin meme “Jadi kabinet atau reality show?”
Hilirisasi, UU KPK, dan Presidential Threshold
Prabowo menambahkan kata “hilirisasi” di kementerian baru, sehingga netizen mengernyitkan dahi, “Oke, makanan hilir? Industri hilir? Atau cuma hype politik” Revisi UU KPK dan UU Pemilu masih menunggu jawaban tegas dari pemerintah. Meski terdengar serius, kalau dijadikan meme, “Politik kita kayak Wi-Fi publik, sinyal kuat kadang hilang.”
Menjadi Diri Sendiri, di Tengah Bayangan dan Meme Publik
Satu hal pasti Prabowo harus menunjukkan diri sendiri. Namun, menjadi diri sendiri sambil duduk di bawah bayang-bayang Jokowi? Nah, itu baru plot twist ala Indonesia. Dari ekonomi autopilot hingga menteri-menteri eks Jokowi yang kadang hero, kadang zero, politik Indonesia tetap absurd, dan akhirnya, publik cuma bisa ketawa sambil geleng-geleng kepala.
Dengan kata lain, di negeri demokrasi multipartai, bayangan pendahulu kadang lebih terang daripada lampu sorot presiden baru. Untuk kita, para penonton politik, cukup sediakan popcorn, scroll timeline, dan nikmati drama yang katanya “serius” itu. @dimas




