Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Beri Bonus Rp1 Miliar kepada Peraih Emas SEA Games 2025

by dimas
Januari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tepuk tangan menggema di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026) sore. Delapan atlet melangkah ke depan dan menerima buku rekening langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Negara menyiapkan angka yang tak biasa. Setiap peraih medali emas SEA Games ke-33 Thailand memperoleh bonus Rp 1 miliar terbesar sepanjang sejarah partisipasi Indonesia di ajang olahraga regional itu.

Momen tersebut bukan sekadar seremoni. Senyum para atlet menyimpan pesan yang lebih tegas pemerintah ingin menempatkan prestasi olahraga sebagai kebanggaan nasional yang pantas mendapat penghargaan nyata.

Prestasi yang Dibayar Negara

Presiden Prabowo memilih berbincang singkat dengan para atlet sambil menyerahkan bonus secara simbolis. Ia juga memastikan para pelatih menerima penghargaan serupa. Pemerintah menilai prestasi lahir dari kerja tim, bukan dari individu semata.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kemudian memaparkan capaian Indonesia di SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih mengoleksi 91 medali emas, 11 perak, dan 131 perunggu. Raihan tersebut melampaui target awal sebanyak 80 emas dan menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen akhir posisi terbaik sejak 1995 ketika Indonesia tidak berstatus tuan rumah.

“Capaian ini luar biasa. Kita tidak menjadi tuan rumah, tetapi hasilnya tetap maksimal,” ujar Erick di hadapan Presiden.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Anggaran Besar, Pesan Lebih Tegas

Pemerintah tidak hanya memprioritaskan peraih emas. Negara juga mengalokasikan bonus Rp 315 juta untuk peraih perak tunggal dan Rp 157 juta untuk peraih perunggu tunggal. Untuk nomor beregu dan pelatih, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyusun skema perhitungan tersendiri.

Kemenpora langsung mentransfer seluruh bonus melalui Bank BRI. Total anggaran mencapai Rp 465 miliar. Pemerintah memilih mekanisme ini untuk memastikan proses berlangsung cepat dan transparan tanpa menunggu seremoni lanjutan.

Di hadapan Presiden, Erick menyebut kebijakan ini sebagai rekor baru dalam sejarah olahraga nasional.

“Bonus emas Rp 1 miliar ini terbesar sepanjang sejarah. Terima kasih, Bapak Presiden,” tambahnya.

Janji yang Akhirnya Terbayar

Kebijakan ini berakar dari janji Presiden Prabowo sebulan sebelumnya. Saat melepas kontingen SEA Games di Istana Negara pada 5 Desember 2025, ia meminta kenaikan bonus bagi atlet peraih emas. Saat itu, pemerintah awalnya menyiapkan Rp 500 juta per medali emas.

Prabowo kemudian meminta angka tersebut digandakan. Erick Thohir menyatakan kesiapan anggaran. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyetujui usulan tersebut. Ratusan atlet yang hadir menyambut keputusan itu dengan tepuk tangan meriah. Kini, janji tersebut benar-benar terwujud.

Dampak Langsung bagi Atlet

Bagi para atlet, bonus ini menghadirkan rasa aman setelah bertahun-tahun menjalani latihan keras dan pengorbanan personal. Kebijakan ini memberi ruang hidup yang lebih layak, terutama bagi atlet dari cabang non-populer yang jarang tersentuh sponsor.

Bagi publik, kebijakan ini memunculkan tafsir yang lebih luas. Di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan anggaran sektor dasar, pemerintah memilih menempatkan prestasi olahraga sebagai prioritas simbolik. Negara ingin menunjukkan bahwa kemenangan internasional memiliki nilai strategis bagi kepercayaan diri bangsa.

Refleksi Tabooo

Bonus Rp 1 miliar memang mencolok. Ia membahagiakan atlet dan membangun optimisme publik. Namun penghargaan sejati tidak seharusnya berhenti di podium.

Negara perlu memastikan para atlet tetap terlindungi setelah sorotan meredup dan kompetisi berakhir. Sebab prestasi mudah dirayakan dalam satu malam, tetapi keadilan bagi para pejuang olahraga menuntut komitmen yang jauh lebih panjang.

Dan di situlah ujian sesungguhnya dimulai apakah perhatian negara tetap hadir saat tepuk tangan telah usai? @dimas

Tags: Atlet IndonesiaBangsaBonusErick ThohirKemenporaNegaraolahragaPrabowo SubiantoPrestasiSEA Games 2025

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Nanik Dilantik Hari Ini, Tapi Apakah Korupsi di BGN Ikut Pergi?

Nanik Dilantik Hari Ini, Tapi Apakah Korupsi di BGN Ikut Pergi?

by dimas
Juni 8, 2026

Presiden Prabowo Subianto akan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN di tengah kasus korupsi MBG. Mampukah ia memulihkan kepercayaan...

Next Post
Yaqut Jadi Tersangka KPK, Pembagian Kuota Haji Dinilai Melawan Hukum

Yaqut Jadi Tersangka KPK, Pembagian Kuota Haji Dinilai Melawan Hukum

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id